Mohon tunggu...
Irpanudin .
Irpanudin . Mohon Tunggu... suka menulis apa saja

Indonesianis :) private message : knight_riddler90@yahoo.com ----------------------------------------- a real writer is a samurai, his master is truth, his katana is words. -----------------------------------------

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Proses Pen-Suriah-an Indonesia dan Kerusuhan Pemilu 2019

26 Mei 2019   02:34 Diperbarui: 27 Mei 2019   16:57 0 15 5 Mohon Tunggu...
Proses Pen-Suriah-an Indonesia dan Kerusuhan Pemilu 2019
S-400 triumph, penentu perang suriah (setav.org)

Seorang ustad ternama meramalkan perang suriah sebagai pembuka perang akhir zaman. Menurutnya konflik Suriah bukanlah konflik politik, Allah telah menyiapkan skenario besar dalam peristiwa tersebut. Perang Suriah adalah perang suci yang harus dilihat dari dimensi akhirat. Karena itulah kemenangan para mujahid anti pemerintah resmi Suriah sudah dijamin oleh Allah, umat muslim Indonesia harus turun tangan membantu mereka.

Tentu saja ketika dikatakan bahwa Perang Suriah adalah perang suci, dengan piawai ustad itu memaparkan sekian ayat suci dan hadits untuk mendukung narasinya.

Saya bergidik ngeri, saat menyaksikan ceramahnya beberapa tahun silam.

Meskipun bahasa yang dirangkai sang ustad sangat halus dan "memperkokoh keimanan" sebagian kalangan, video itu adalah salah satu provokasi paling mengerikan yang pernah saya saksikan.

"Ustad tidak waras, dia sakit jiwa" pikir saya saat itu.

Bagaimana tidak sakit jiwa? Dia ustad tapi memperlakukan Rasulullah sebagai peramal, yang pekerjaannya membuat prediksi tentang masa depan.

Rasulullah adalah nabi, rasul, pemimpin umat manusia yang diturunkan Tuhan sebagai cahaya penerang dunia. Kalau pun ada beberapa ucapan atau kalimat yang memberi tanda tentang masa depan, itu bukan ramalan. Bisa jadi untuk memperingatkan sesuatu, menghibur umatnya untuk tidak putus asa dengan masa depan atau hal-hal lain yang tidak kita ketahui. Rendah sekali kalau ucapan-ucapan Rasulullah dan ayat-ayat suci diperlakukan sebagai alat ramalan seperti kata-kata Nastrodasmus.

Bagaimana dia tidak sakit jiwa? Dia mengajak orang untuk berperang, seolah perang adalah kejadian normal. Seakan Tuhan menjadikan perang dan usaha saling membunuh antar manusia karena perbedaan agama, etnis atau politik, sebagai hal yang wajib dijalani manusia.

Benih utama dari ekstrimisme di berbagai agama, umat, dan penjuru dunia adalah keyakinan akan ramalan bahwa kiamat sudah dekat.

Anda pernah mendengar tentang Shoko Asahara di Jepang? Sekte kiamat Jonestown di Amerika? Atau Sekte Heaven's Gate? Tidak masalah kalau anda tidak pernah mendengarnya karena memang tidak penting. Mereka kaum ekstrim yang tercatat dalam sejarah kebodohan akut dan pembodohan massal. Semuanya memiliki pola yang sama: meyakini kiamat sudah sangat dekat di depan mata sehingga wajib melakukan sesuatu.

Persis seperti pandangan sang ustad ternama.

Ustad itu sakit jiwa parah ketika dia meyakini kiamat sudah di depan mata kita dan perang adalah jawaban bagi segala persoalan dunia. Padahal Rasulullah SAW saja yang lebih mengetahui segala hal, tidak pernah mengatakan tahu kapan kiamat akan terjadi.

Waktu berlalu, ketika kalender menunjukkan penanggalan akhir tahun 2018, ramalan kemenangan pasukan pemberontak suriah dari sang Ustad dengan ayat suci dan haditsnya ternyata tidak terwujud. Pasukan pemerintahan sah yang didukung rakyat dalam pemilu Suriah memenangkan perang. Bahkan USA secara resmi menarik pasukannya dari Suriah.

Link berita: theguardian.com | republika.co.id

Dua batalion S-400 triumph berkekuatan 4 Battery yang dikirim Russia menjadi kunci kemenangan pasukan Presiden Bassar Al-Assad. Daya gentar S-400 berhasil mencegah USA menerbangkan pesawatnya di langit Suriah, seperti saat mereka mengintervensi perang Libya. Membuat penentuan Perang Suriah terjadi di darat.

Link-nya: bbc.com | republika.co.id | jejaktapak.com

bassar al-assad saat sholat ied ( pikiran rakyat online)
bassar al-assad saat sholat ied ( pikiran rakyat online)
Bagaimana dengan ustad itu?

Dia sudah tidak lagi berbicara tentang Perang Suriah. Sebagai gantinya, sang ustad hilir mudik menebar benih  perpecahan negara kita melalui ceramahnya

Mungkin sebagian dari kita yang ingatannya pendek sudah melupakan kata-katanya, saya tidak lupa. Sejak awal sang ustad sedang berusaha mengimpor konflik dan perang suriah ke Indonesia. Pola ceramahnya sama persis seperti saat dia memprovokasi saat Perang Suriah.

Tapi, bagi saya ustad itu hanya minion. Meskipun diklaim memiliki jutaan jamaah, dia hanya kecoak kecil. Aktor panggung yang sebetulnya hanya dimanfaatkan oleh kekuatan besar yang bergerak di balik layar konflik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4