Mohon tunggu...
Dara PutriAnnisa
Dara PutriAnnisa Mohon Tunggu... Mahasiswa semester 2

Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Medan

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Pengaruh Perilaku Siswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh

7 Mei 2021   12:25 Diperbarui: 7 Mei 2021   12:30 59 1 0 Mohon Tunggu...

Pada tanggal 11 Maret 2020 WHO ( Word Health Organization) menyatakan Pandemi global diakibatkan wabah covid-19 yang menyebar luas. Dampak Covid-19 sudah kita rasakan sejak lama sampai saat ini, mulai dari Pemerintahan, rakyat, hingga para pelajar. Pandemi covid-19 mengharuskan pembatasan interaksi sosial, ekonomi, keagamaan termasuk kegiatan pembelajaran. Dampak pandemi covid-19 bagi siswa dalam kegiatan pembelajaran adalah penyesuaian sekolah online, karena beberapa daerah banyak permasalahan sinyal internet, kuota internet untuk mengikuti aktivitas pembelajaran dan pengerjaan tugas dan sebagainya.

Namun komunikasi sosial di dunia maya meningkat, sebagai akibat tidak bisa tatap muka secara langsung.  Pandemi covid-19 juga memberikan dampak terhadap perilaku belajar, sosial dan kesehatan, namun dari kendala-kendala yang dialami para siswa harus bisa menjadi adaftif yaitu mengenali teknologi yang dapat mendukung capaian belajar, meningkatnya interaksi sosial melalui komunikasi online serta peningkatan penerapan pola hidup sehat.

Penutupan beberapa fasilitas umum, pertokoan, kampus serta sekolah kemudian dilakukan secara online dalam jaringan (daring). Oleh karena pembelajaran dilakukan secara jarak jauh, maka sistem pengawasan guru menjadi lebih berkurang. Sebab dahulu pada saat tatap muka siswa dapat diawasi secara langsung baik dalam proses pembelajaran maupun dari segi perkembangan moralnya. Pembelajaran daring sendiri dapat dikategorikan sebagai pendidikan formal yang diselenggarakan oleh sekolah yang peserta didik dan pengajar berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan didalamnya.

Pembelajaran daring bisa didefinisikan sebagai bentuk pendidikan jarak jauh yang penyampaian materinya dilakukan lewat internet secara synchronous atau asynchronous (Bates, 2018). Pembelajaran daring biasanya dikenal dengan e-learning, pembelajaran virtual, pembelajaran dengan mediasi komputer, pembelajaran berbasis web, dan pembelajaran jarak jauh. Semua istilah ini menyiratkan bahwa pelajar dan pengajar berasa dalam lokasi yang berbeda, menggunakan media teknologi digital (biasanya komputer, smartphone, laptop) untuk mengakses materi pembelajaran dan berkomunikasi dengan pengajar dan teman kapan saja mereka bisa. Pembelajaran daring memungkinkan fleksibilitas akses.

       Menurut Heryan(2020), memaparkan beberapa opini dampak positif dan negatif pembelajaran jarak jauh di tengah covid-19, yaitu:

A. Dampak Positif

  • Materi dapat diakses oleh pelajar dimana pun dan kapanpun. Dengan pembelajaran jarak jauh (daring) para pelajar dapat membuka materi dan mempelajarinya dengan mudah, hal ini di dukung oleh teknlogi yang berkembang pesat yaitu smartphone.
  • Kita dapat melakukan pembelajaran atau membaca materi sambil melakukan kegiatan santai. Seperti mendengarkan musik, tiduran, memakan cemilan, dan sebagainya.
  • Aman dari bahaya virus corona. Sebab virus corona kita tidak dapat melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka atau disekolah.Tentunya pembelajaran jarak jauh yang dilakukan ini sangat berguna untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona.
  • B. Dampak Negatif
  • Kejahatan cyber yang dapat menyerang aplikasi-aplikasi pembelajaran daring, seperti kejadian kebocoran ratusan ribu data-data pengguna aplikasi zoom yang merupakan salah satu aplikasi wajib pembelajaran jarak jauh.
  • Kegiatan belajar mengajar tidak sama efektifnya dengan pembelajaran tatap muka. Banyak pelajar yang keberatan karena pembelajaran tidak efektif didapatkan, banyak materi yang kurang dimengerti karena kurangnya penjelasan dari pengajar.
  • Tugas yang menumpuk. Sistem pembelajaran jarak jauh tidak bisa memastikan pelajar hadir dikelas seperti pada saat tatap  muka. Jadi, beberapa pengajar memberikan tugas setiap pertemuan untuk bukti bahwa pelajar tersebut hadir di kelas daringnya.

            Dengan adanya pembelajaran jarak jauh banyak ditemukan perilaku-perilaku siswa yang berubah, mulai dari perilaku yang positif maupun yang negatif. Beberapa contoh perilaku positif yakni ketika diadakannya pembelajaran jarak jauh banyak siswa yang dulunya tidak berani mengemukakan pendapat pada saat didepan kelas ataupun tatap muka, tetapi ketiga pembelajaran jarak jauh secara virtual siswa tersebut menjadi berani mengemukakan pendapatnya, bahkan menjadi siswa yang aktif. Kemudian yang menjadi latar belakang munculnya perilaku negatif tentu utamanya karena memang sitem pembelajaran seperti ini memberikan peluang terhadap perilaku menyimpang. Sehingga tidak sedikit siswa bahkan melakukan hal-hal yang terkadang tidak wajar, dan bahkan sebelumnya pada pembelajaran tatap muka belum pernah dilakukan. Misalnya tidak mengikuti pembelajaran jarak jauh dengan baik, curang dalam absensi, kurang disiplin, menjadi ketergantungan dengan android dan rendah minat belajar.

 Sebagai guru dan orang tua kita pasti menginginkan perilaku positif yang terjadi kepada anak ataupun peserta didik, maka dari itu perlu menerapkan sikap yang positif pula kepada siswa agar bisa menerima sistem pembelajaran jarak jauh ini. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat mengajarkan dan mempraktikkan sikap positif dan empati kepada siswa, diantaranya sebagai berikut:

1. Beri Apresasi di setiap Pencapaian Siswa

Pada dasarnya siswa sangat suka apabila mendapatkan apresiasi sekecil apapun itu, misalnya mendapatkan pujian dari guru karena menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Dengan begitu, siswa akan menunjukkan perilaku yang positif karena merasa usahanya dihargai dan jadi lebih semangat untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh ini meski hanya dari rumah. 

2. Ajarkan Cara Penyampaian yang Baik dan Benar

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN