Mohon tunggu...
Dani Ramdani
Dani Ramdani Mohon Tunggu... Lainnya - Ordinary people

Homo sapiens. Nulis yang receh-receh. Surel : daniramdani126@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Piala Menpora 2021, Final Dua Leg Perebutan Tempat Ketiga Kok Satu Leg?

23 April 2021   21:17 Diperbarui: 23 April 2021   21:32 224
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Persija vs Persib pada babak final leg pertama Piala Menpora 2021. /instagram.com/@persib (pikiranrakyat.com)

Kedua klub memang mempunyai sejarah panjang dalam sepakbola Indonesia, ditambah lagi kedua pendukung klub mempunyai loyalitas tinggi. Persaingan tidak hanya di klub maupun pemain, tetapi menyentuh ranah supporter. Kegiatan anarkisme supporter kedua tim pernah menjadi catatan kelam rivalitas tim ini.

Pantas saja jika laga final kemarin disebut sebagai final ideal. Meskipun dalam laga kemarin Persib Bandung bermain tidak seperti biasanya. Malah melempen, di 10 menit awal sudah kebobolan dua gol, dan harus mengakui keunggualan Persija sampai akhir laga.

Yang menarik dari final ini adalah dua leg. Mengapa bisa dua leg seperti itu? Apakah panitia tidak melihat kondisi pemain yang bermain dalam turnamen tersebut? Coba kita lihat kembali, kedua tim bermain sangat padat dari semi final sampai final.

Persija bermain di semi final leg kedua melawan PSM Makassar pada hari Minggu tanggal 18 April, mereka hanya membutuhkan waktu istirahat selama tiga hari dan bermain kembali pada tanggal 22 April kemarin. 

Lebih parah lagi Persib Bandung, Persib bermain di semi final pada tanggal 19 April, dan Persib mempunyai waktu istirahat  lebih sedikit dibanding Persija, yaitu dua hari sebelum final kemarin.

Kemudian kedua tim harus sudah bermain kembali pada hari Minggu tanggal 25 April untuk leg kedua di Solo nanti. Kedua tim hanya mempunyai waktu istirahat selama dua hari, itu belum tentu dipotong latihan.

Jadi dalam rentang satu minggu terakhir kedua tim sudah bermain tiga kali, dan jarak waktu istirahat begitu mepet.

Wajar saja jika ada satu tim yang bermain kurang maksimal, karena jadwal yang padat tersebut. Belum lagi sebagian besar pemain kita tengah menjalankan ibadah puasa, ditambah lagi para pemain sudah vakum bermain bola hampir satu tahun karena pandemi.

Kondisi para pemain belum pulih seutuhnya. Mengapa laga final tersebut tidak digelar satu laga saja alias single match dan memberikan waktu istirahat yang lebih pada pemain?

Mungkin saja dengan waktu istirahat pemain yang cukup, laga final akan lebih seru. Pemain dari kedua klub mempunyai cukup waktu untuk pemulihan fisik. 

Anehnya untuk perebutan tempat ketiga turnamen ini hanya digelar satu laga saja, megapa bisa demikian? Seharusnya untuk partai final juga begitu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun