Mohon tunggu...
Daniel Mashudi
Daniel Mashudi Mohon Tunggu... Kompasianer

Lifelearner. E-mail: daniel.mashudi@yahoo.com Twitter, IG: @samLeinad

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Tradisi Fashion di KTT APEC

12 November 2014   07:59 Diperbarui: 17 Juni 2015   18:01 1229 8 7 Mohon Tunggu...
Tradisi Fashion di KTT APEC
14157599791054849147

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang sedang berlangsung di Beijing, Tiongkok tentunya menjadi pembicaraan utama di berbagai media. Di Indonesia, pidato atau lebih tepatnya presentasi Presiden Joko Widodo mendapat perhatian dan respon beragam. Ada yang memuji dan sebaliknya juga ada yang mengkritik bahasa Inggris dengan logat Jawa yang dipakai oleh Pak Jokowi di depan para  petinggi dunia yang hadir.

[caption id="attachment_374502" align="aligncenter" width="560" caption="(sumber: Mashable.com)"][/caption]

Hal menarik lainnya dari KTT APEC di Beijing tahun ini, pun di beberapa KTT sebelumnya, adalah fashion yang dikenakan pada saat ‘foto keluarga’ berlangsung. Setelan bergaya Mao dengan warna burgundi, safir, teal dan coklat tua nampak elegan dikenakan oleh  Xi Jinping, Obama, Putin atau Jokowi. Desainnya cukup sederhana dan cocok dikenakan oleh siapa pun, baik yang berpostur besar atau kecil.

Tradisi penggunaan pakaian tradisional tersebut mulai berlangsung sejak tahun 1993 saat KTT APEC ke-5 di Seattle, Amerika Serikat. Saat itu Presiden Bill Clinton sebagai tuan rumah mengenakan jaket bomber seperti yang dipakai dalam film Top Gun. Mulai dari situlah setiap tahun negara yang menjadi tuan rumah mengenalkan ciri khasnya masing-masing dalam pakaian yang dikenakan dalam sesi ‘foto keluarga’.  Berikut di antaranya:

Endek Mungkin sebagian kita ada yang baru mendengar kata ini, padahal endek berasal dari Indonesia. Endek adalah tenun khas Bali, yang dikenakan pada KTT APEC di Bali tahun 2013 yang lalu. Dalam balutan baju endek berwarna hijau, ungu dan biru dengan motif yang khas, para kepala negara yang sedang berbincang santai terlihat seperti sedang menghadiri kondangan atau resepsi. [caption id="attachment_334741" align="aligncenter" width="600" caption="Sumber: http://foto.kompas.com/photo/detail/2013/10/07/66789165312951381078842/warna-warni-apec-di-bali"]

1415727302991994605
1415727302991994605
[/caption]

Batik Selain tahun 2013, Indonesia juga pernah menjadi tuan rumah KTT APEC beberapa tahun sebelumnya. Tahun 1994, Bogor menjadi tuan rumah KTT APEC ini dan batik pun dikenakan oleh Presiden Soeharto, Bill Clinton dan beberapa kepala negara yang lain. Malaysia juga menggunakan batik sebagai pakaian yang dikenakan pada KTT APEC tahun 1998. [caption id="" align="aligncenter" width="600" caption="sumber: http://mashable.com/2014/11/10/apec-fashion/"]

[/caption] [caption id="" align="aligncenter" width="600" caption="sumber: http://www.nationaljournal.com/pictures-video/apec-fashion-through-the-years-pictures-20111114"][/caption]

Barong Tagalog Tahun 1996, KTT APEC diselenggarakan di Manila, Filipina. Barong Tagalog menjadi pakaian tradisional yang dikenakan saat itu. Kemeja berwarna putih berbahan serat nanas ini awalnya sebagai simbol penghinaan dan penindasan yang dipakai oleh para pelayan yang mengabdi kepada tuannya (saat penjajahan Spanyol). Barong Tagalog selanjutnya dipakai oleh masyarakat golongan menengah, dan akhirnya dijadikan sebagai pakaian nasional pada masa presiden Filipina yang pertama, Manuel L. Quezon. [caption id="" align="aligncenter" width="600" caption="Sumber: http://mashable.com/2014/11/10/apec-fashion/"]

[/caption]

Ao Dai Ao Dai yang dipakai saat KTT di Hanoi tahun 2006, adalah pakaian yang dikenakan raja-raja di Vietnam 1000 tahun lalu. Pakaian yang terbuat dari sutera ini pernah dilarang pemakaiannya oleh komunis pada tahun 1975. [caption id="" align="aligncenter" width="600" caption="sumber: http://www.theguardian.com/world/gallery/2011/nov/14/apec-summits-what-leaders-wore-in-pictures"]

[/caption]

Hanbok Hanbok adalah pakaian tradisional Korea Selatan, yang dipakai saat KTT tahun 2005 di Busan. Pakaian semacam terusan panjang ini berbahan sutera. [caption id="" align="aligncenter" width="600" caption="sumber: http://mashable.com/2014/11/10/apec-fashion/"]

[/caption]

Poncho Pakaian ini berupa kain berukuran lebar dengan satu lubang pada bagian kepala. Poncho yang kerap dipakai oleh suku Indian ini menjadi pakaian yang dikenakan pada saat KTT di Santiago, Chile tahun 2004 dan KTT di Lima, Peru tahun 2008. [caption id="" align="aligncenter" width="600" caption="sumber: http://www.theaustralian.com.au/news/photos-e6frg6n6-1226734604748?page=17"]

[/caption]

Drizabones Model jaket yang terkesan gombrang dengan lapel yang berbeda warna ini dikenakan saat KTT di Sydney, Australia tahun 2007. Menurut saya drizabones terlihat kurang fashionable.

[caption id="" align="aligncenter" width="600" caption="sumber: http://www.theaustralian.com.au/news/photos-e6frg6n6-1226734604748?page=16"]

[/caption]

Masih ada beberapa pakaian tradisional lain yang diperkenalkan saat KTT APEC. Misalnya Kain Tenun Songket yang dipakai di KTT tahun 2000 di Bandar Seri Begawan Brunei, setelan Tangzhuang (China, 2001), Guayabera (Mexico, 2002), Peranakan (Singapura, 2009). Pakaian modern bergaya casual seperti jaket juga pernah dikenakan, selain jaket bomber (AS, 1993) juga ada jaket  kulit (Kanada, 1997) dan jaket berlayar (Selandia Baru, 1999). Namun tradisi penggunaan pakaian khas ini sempat terputus saat KTT tahun 2011 (Hawaii, AS) dan 2012 (Rusia).

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x