Mohon tunggu...
Danang Swandaru
Danang Swandaru Mohon Tunggu... Full Time Blogger - IM SIMPE

Instagram ; dans_24swan Facebook ; Danang Swandaru

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatan Toleransi

12 September 2018   04:30 Diperbarui: 12 September 2018   07:00 940
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Strategi merupakan  suatu  kegiatan  pembelajaran  yang dikerjakan  oleh  guru dan  siswa agar tujuan  pembelajaran  dapat dicapai secara efektif dan  efisien.  Selain itu,  strategi juga dapat diartikan sebagai  usaha guru melaksanakan rencana pembelajaran, menggunakan komponenpembelajaran agar  dapat mempengaruhi siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (  Mahmud Arif, Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama  Islam Di Sekolah, 2005 ).

Untuk pembinaan toleransi dapat dilakukan  melalui pembelajaran afektif pada pendidikan agama  Islam yang disesuaikan dengan kebutuhan  kurikulum, strategi  yang dipergunakan meliputi:

a. Pemanfaatan sumber belajar 

Sumber belajar yang dimaksud meliputi sumber belajar yang sudah disediakan secara formal seperti perpustakaan, buku sumber, tempat ibadah, dan sumber belajar lain yang dapat digali.

b. Penyusunan materi terpilih 

Maksud dari  materi  terpilih adalah  materi yang dianggap tepat untuk mengembangkan suatu topik pembelajaran agama, seperti cerita sejarah Islam, sejarah para nabi, dan sejarah cendikiawan muslim. 

c. Penerapan variasi   metode

Pada dasarnya pendidikan agama  tidak akan berhasil jika hanya menggunakan suatu metode,  Setiap  metode memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing, sehingga pembelajaran agama  diharapkan dapat dilakukan secara efektif, yaitu menggabungkan sejumlah materi secara efektif, yaitu menggabungkan sejumlah metode secara proposional.

d. Penerapan evaluasi berkelanjutan 

Dalam pembelajaran nilai-nilai agama, evaluasi berkelanjutan menjadi perhatian utama. Keutamanya adalah fokus pada internalisasi nilai kepada peserta didik. Teknik evaluasi yang dapat dikembangkan yaitu portofolio, penugasan, penilaian penampilan, penilaian sikap,penilaian hasil karya, dan tes. 

Menurut Abdl Aziz Albone bahwa sikap toleransi dapa  dikembangkan melalui dua model, yaitu ; 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun