Mohon tunggu...
Damanhuri Ahmad
Damanhuri Ahmad Mohon Tunggu... Penulis - Bekerja dan beramal

Ada sebuah kutipan yang terkenal dari Yus Arianto dalam bukunya yang berjudul Jurnalis Berkisah. “Jurnalis, bila melakukan pekerjaan dengan semestinya, memanglah penjaga gerbang kebenaran, moralitas, dan suara hati dunia,”. Kutipan tersebut benar-benar menggambarkan bagaimana seharusnya idealisme seorang jurnalis dalam mengamati dan mencatat. Lantas masih adakah seorang jurnalis dengan idealisme demikian?

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Ketika Hobi Saya Tidak Memandang Ruang dan Waktu

18 September 2022   21:57 Diperbarui: 18 September 2022   22:52 137 9 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana Adalah Platform Blog. Konten Ini Menjadi Tanggung Jawab Bloger Dan Tidak Mewakili Pandangan Redaksi Kompas.
Lihat foto
Ketika mewawancarai Walinagari Pungguang Kasiak Lubuk Alung. (foto dok pribadi)

Setiap orang punya hobi dan kesukaan terhadap sesuatu. Bisa saja setiap orang punya hobi yang banyak. Tentu hobi itu ada disukai istrinya, dan banyak pula yang tidak disukai oleh pasangannya.

Saya termasuk orang yang punya banyak hobi. Saya hobi main domino, tapi tidak berjudi. Lalu saya juga menulis di Kompasiana, di samping saya juga berprofesi sebagai jurnalis.

Lalu, olahraga bola kaki saya juga hobi. Di organisasi saya juga hobi dan senang, serta banyak lagi yang hobi.

Dari sekian banyak hobi saya, yang paling sering saya lakoni adalah menulis di Kompasiana. Tak siang, tidak pula malam, dan hampir sepanjang waktu saya sempatkan menulis.

Makanya, tema yang saya tulis tentang banyak hal. Kadang berupa berita. Kadang tulisan feature, dan acap juga saya nulis buah pikir sendiri dalam menyikapi suatu persoalan misalnya.

Saya menilai, hobi dan kerja menulis ini cukup didukung oleh istri saya. Tapi tidak dukungan sepenuhnya. Buktinya, ketika dia butuh tenaga saya dalam sebuah pekerjaan rumah, saya sedang menulis, dengan enak saja dia minta tolong bantuan.

Saya karena sedang asik menulis, kadang tak mengacuhkan sapaan istri itu. Lalu dia panggil lagi, sampai tiga kali panggil baru saya sahut panggilan itu.

"Buya ini hp ke hp jua yang dimainkan. Tolong bantu ini satu," ujar istri agak sedikit keras.

Padahal, dia tahu kalau suaminya sedang menulis lewat hp. Bukan memainkan hp dengan hal yang tidak ada gunanya.

Nah, lewat cara demikian saya menganggap hobi saya didukung istri tapi tidak dukungan sepenuhnya. Bagi saya itu sudah biasa. Sebab, kita menjalankan hobi sambil bekerja sedang di rumah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan