Mohon tunggu...
Nur Terbit
Nur Terbit Mohon Tunggu... Jurnalis - Pers, Lawyer, Author, Blogger

Penulis buku Wartawan Bangkotan (YPTD), Lika-Liku Kisah Wartawan (PWI Pusat), Mati Ketawa Ala Netizen (YPTD), Editor Harian Terbit (1984-2014), Owner www.nurterbit.com, Twitter @Nurterbit, @IniWisataKulin1, FB & IG : @Wartawan Bangkotan, @IniWisataKuliner Email: nurdaeng@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Diary

Kisah Pilu dari Gempa Palu

2 Oktober 2022   23:32 Diperbarui: 2 Oktober 2022   23:36 345 6 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Muh Aksar (tanda lingkaran) bersama teman crosser-nya di tepi Pantai Palu sebelum gempa dan tsunami (dok Nur Terbit)

4 Tahun Tsunami Palu, Pulanglah Aksar! Istri dan Anakmu Menunggu!

Ungkapan tersebut di atas, terasa masih selalu terngiang jika mengenang crosser (pecinta olahraga motor cross) asal Makassar yang belum juga pulang, atau ditemukan itu. Hidup atau sudah berupa jasad.

Tidak terasa 4 tahun sudah musibah gempa disertai tsunami di Palu, Sulawesi Tengah yang terjadi pada Jum'at 28 September 2018 silam.

Salah satu korban tsunami, adalah Muhammad Aksar, crosser (pecinta motor cross) asal Makassar, Sulawesi Selatan -- yang hingga kini jasadnya atau jenazahnya tidak ditemukan pasca gempa terjadi.

Seperti diketahui, gempa bumi dan tsunami Sulawesi 2018 adalah peristiwa gempa bumi berkekuatan 7,4 Mw diikuti dengan tsunami yang melanda pantai barat Pulau Sulawesi, Indonesia, bagian utara pada tanggal 28 September 2018, pukul 18.02 WITA. 

Tercatat jumlah korban jiwa yang meninggal tersebar di Kota Palu 2.141 orang, Kabupaten Sigi 289 orang, Donggala 212 orang dan Parigi Moutong 15 orang atau berjumlah total 2.657 orang. 

Selain itu ada korban hilang 667 orang (di antaranya Aksar), korban jiwa tak teridentifikasi 1.016 sehingga total korban jiwa 4.340 orang.

Apa yang menyebabkan terjadinya tsunami di Palu?

Berdasarkan informasi yang ditelusuri penulis, sumber penyebabnya diketahui bahwa 90% dari tsunami tersebut disebabkan oleh aktivitas gempa bumi tektonik.

Selain itu, di antaranya 9% akibat aktivitas vulkanik dan 1% oleh tanah longsor yang terjadi dalam tubuh air (danau atau laut) maupun longsoran dari darat yang masuk ke dalam tubuh air.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan