Mohon tunggu...
Nur Terbit
Nur Terbit Mohon Tunggu... Jurnalis - Wartawan, Blogger, Lawyer, Youtuber, Penulis Buku

Penulis buku Wartawan Bangkotan, Lika-Liku Kisah Wartawan, Mati Ketawa Ala Netizen, Editor Harian Terbit (1984-2014), Owner www.nurterbit.com, Twitter @Nurterbit, @IniWisataKulin1, Fanpage FB, IG : @Wartawan Bangkotan, @IniWisataKuliner Email: aliemhalvaima@yahoo.com, nurdaeng@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Travel Story

Bulan Madu di Kapal Laut, Pengalaman Mudik

16 Juni 2015   10:25 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:01 1100 2 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Tahun 80-an saat merantau ke Pulau Jawa, Saya naik kapal laut dari Makassar ke Jakarta dan sandar di Tanjung Priok.

Juni tahun 86, atau 6 tahun kemudian, saya pulang kampung nikah, lalu bulan madu di kapal laut dalam pelayaran Makassar-Tanjung Priok. Juni tahun 2015 ini, atau setelah 35 tahun kemudian, saya rencana mau pulang kampung mudik lebaran berdua Istri.

Tiba-tiba terlintas dalam pikiran, kenapa tidak bernostalgia aja ya, sekalian napak tilas? Atau mengulang bulan madu dan merayakan ulang tahun ke-29 usia perkawinan kami, sekaligus 35 tahun di perantauan?

Itulah yang saya lakukan kali ini berdua istri, @Bunda Sitti Rabiah. Kami mudik ke Makassar dengan kapal laut, KM Tidar, milik PT Pelni, berangkat dari dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara sejak Rabu, 3 Juni 2015. Pelayaran ditempuh selama 2 hari 3 malam. Selanjutnya kapal melanjutkan perjalanan sesuai rute KM Tidar.

Adapun rute pelayaran KM Tidar saat ini, menyinggahi 10 pelabuhan dimulai dari pelabuhan yang ada di bagian Barat Indonesia ke Timur: Pelabuhan Tanjung Priok (DKI Jakarta) – Tanjung Perak (Surabaya, Jawa Timur) – Soekarno-Hatta (Makassar, Sulawesi Selatan) – Bau-bau (Sulawesi Tenggara) – Ambon – Tual – Banda – Dobo (Maluku) – Kaimana – Fak-fak (Papua). Banyak pengalaman unik dan mengasyikkan selama dalam pelayaran. Tapi, saya akan ceritakan tersendiri nantinya. Sabarlah….hehe

Ini memang bukan pengalaman pertama saya pulang kampung ke Makassar menggunakan kapal laut. Saya pernah menikmati pelayaran di saat bulan puasa, atau bahkan lebaran di atas kapal laut. Pengalaman tersebut sudah pernah saya tulis sebelumnya DI SINI

Sebelum memulai melakukan perjalanan ala bagpacker lokal ini, sempat bingung memutuskan menggunakan moda transportasi apa nantinya. Pesawat udara atau kapal laut? Memang hanya ada dua sarana transport ini yang ada dan memungkinkan. Adapun bus atau kereta api melalui darat, tentu mustahil.

Akhirnya iseng saya membuat status di facebok: BULAN MADU DI KAPAL LAUT. Status facebook ini disukai oleh Ola Fadel, Yubby Supriyatna, Nurjannah Nana Noer dan 8 lainnya. Sementara dengan status yang berkaitan dengan mudik lebaran: “Enak mana ya? mudik lebaran lebih awal, atau mudik terakhir pas malam takbiran (H-1)?? ‪#‎OrangKampung ‪#‎NasibPerantau mendapat 11 like dan 11 komentar.

Berikut saya kutipkan komentar para teman facebooker itu:

  • Arif Rahman: Mudik di awal enaknya gak berdesak-desakan, tapi itu kalau naik kapal, kereta, atau kena macet bagi yang menggunakan kendaraan pribadi (wilayah jawa & sumatra). Sedangkan di akhir serunya karena ramai, tapi kalau gak di rencanakan jauh-jauh hari bisa-bisa mudiknya harus nunggu setelah hari raya. (Pengalaman)
  • Syamsuri AR: Enaknya H-3 biar bisa mengikuti suasana puasa di kampung, mulai dari sahur hingga solat Tarwih..pasti seru
  • Topik Irawan: Karena kampung ane di Kuningan Jabar,mepet ke malam takbiran aja,Bang Nur smile emotikon
  • Arif Rahman: Saya pernah lebaran di atas kapal laut Tg Priok-Makassar karena kapal terlambat sehari berangkat. Selain pesawat, kapal juga delay hehe
  •  Nur Terbit Syamsuri AR, mudik H-3 sdh ngumpul THR dari relasi kali ya hehe
  • Arif Rahman Hehehe... Delay kapal lumayan lama. Gak tau deh sekarang, katanya sih mentri baru bawa perubahan juga di perhubungan laut. Habis delainya kadang 2-6 jam bahkan kadang di tunda berangkatnya.
  • Nur Terbit: Topik Irawan, wah berarti mudik pake roket "K"-ya? (*basin blogger)
  • Syamsuri AR skrng sdh pake sistem transfer THR lewat rekening..hehehe
  • Nur Terbit: Arif Rahman, menteri konon orang kereta api ya?
  • Nur Terbit: Syamsuri AR, weiih...no mor rekening harus banyak dong, biar transfer sesuai bank pengirim hehe
  • Syamsuri AR: Nmr rekening satu saja krn sdh bisa kirim antar bank..tapi pengirimnya harus banyak...heehehehe
  • Thamrin Dahlan: Mudik lebaran lebih awal lebih enak bang Nur, bisa merasakan kenikmatan luarbiasa sensasi buka puasa dan sahur di kampong halaman,....
  • Nur Terbit: @Syamsuri AR, untuk jajaran Adhiyaksa aja sdh berapa? belum yg lain
  • Nur Terbit: @Thamrin Dahlan, pengennya lebih awal pak, tapi kerjaan bellum rampung...
  • Syamsuri AR: belum cukup juga klu utk beli kapal pesiar...hehehe
  • Tarmizi Beyk: enak lebih awal lah...pas lebaran di Jakarta aja,,,,bisa ngumpul saweran banyak-banyak,,,he,he
  • Rini Gunawan: Om mudik di akhir aja spy tante sm om lebarannya dimks lbh lama..smile emotikon
  • Anab Afifi: Pertanyaan itu hanya.muncul dari orang yang belum pernah mudik he he he
  • Nur Terbit: @Tarmizi Beyk lebaran di Jakarta sengsara, yang biasa ngasih saweran juga pulang mudik haha...
  • Nur Terbit: Rini Gunawan, coto makassar dan sop konro sdh siap belum? he he biar mudiknya dipercepat...
  • Nur Terbit: @Anab Afifi, terlanjur lama gak mudik pak....hahaha...
  • Rini Gunawan Yaaa om ...smile emotikon

 

Saya juga menulis di Twitter melalui akun @nurterbit dengan hastag #pulkam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan