Mohon tunggu...
Muhammad Zulfadli Tahir
Muhammad Zulfadli Tahir Mohon Tunggu... -

Dosen Fak. Ilmu Sosial UNM Makassar.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

BJ Habibie (1936-2019)

13 September 2019   18:53 Diperbarui: 14 September 2019   07:40 0 1 0 Mohon Tunggu...
BJ Habibie (1936-2019)
sumber foto:https://epaper.kompas.id

Rabu petang, 11 September 2019, di usia 83, Presiden ke-3 RI, Prof. Dr. Ing H Bacharuddin Jusuf Habibie, mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Pria kelahiran Pare-pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936, itu meninggal akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.

Tak ada yang meragukan bahwa BJ Habibie merupakan sosok kuat yang memberi inspirasi kemajuan pesat Indonesia. BJ Habibie adalah role model atau ikon yang multi dimensi. Memiliki visi jauh melampaui zaman.

Justru karena multi dimensi, menjadi sulit (bagi saya) menulis semacam obituari untuk melepas dan mengenang kepergiannya.

Perspektif dan dimensi mana yang ingin kita kenang dari BJ Habibie ?

Paling jelas sudah terpatri beliau adalah sosok individu super jenius yang dimiliki bangsa Indonesia. Otak encernya sudah diakui para teknokrat di seluruh dunia. Kemudian sejarah telah mencatat bahwa BJ Habibie, adalah Wakil Presiden dan Presiden RI yang mengganti masa 32 tahun rezim otoritarian Soeharto.

Saat Soeharto lengser pada 21 Mei 1998, BJ Habibie mewarisi kondisi bangsa yang kacau balau, krisis terjadi pada semua bidang kehidupan. Perlahan dengan memilih orang-orang tepat di sekelilingnya, meraih dukungan dan kepercayaan masyarakat luas, BJ Habibie mengambil kebijakan-kebijakan maha penting dari berbagai bidang, politik, ekonomi, dan sosial budaya.

Kondisi politik Inonesia lebih stabil sejak BJ Habibie membuka ruang demokrasi dan kebebasan pers, sehingga kebijakan ekonomi bisa diambil lebih mantap. Perekonomian pun perlahan mengalami perbaikan. 

Masyarakat dan pelaku bisnis memuji kebijakan ekonomi BJ Habibie yang sukses memangkas nilai tukar rupiah yang sempat melonjak tinggi hingga Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat saat masa krisis,  menjadi Rp 6.500 per dolar AS. Sejak itu nilai tukar rupiah tak pernah lagi di bawah Rp 10.000 per dolar AS.

BJ Habibie juga berkontribusi besar munculnya tiga undang-undang penting bidang perekonomian, yakni: Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha yang Tidak Sehat; Kedua, Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen; Ketiga, Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia.

Di bidang politik, BJ Habibie mengesahkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik; dan Undang-undang Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum. Undang-undang yang memberi kebebasan rakyat untuk menyalurkan aspirasi politik dan menciptakan aturan main untuk pemilu yang jujur dan adil. Selain itu, BJ Habibie memberi kebebasan pers, dengan mencabut SIUPP.

Kita masih mengingat berbagai kebijakan BJ Habibie pada saat pemerintahannya yang dulu banyak dikecam, pada akhirnya menjadi fondasi yang kuat di berbagai bidang kehidupan politik, ekonomi, pers, dan sebagainya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2