Mohon tunggu...
Cindy Carneta
Cindy Carneta Mohon Tunggu... Mahasiswi Psikologi

Saya merupakan seorang mahasiswi jurusan Psikologi yang sedang menempuh pendidikan S1 pada sebuah universitas yang terletak diwilayah Jakarta Barat, yakni BINUS University. Email: cindy.carneta@binus.ac.id

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Hubungan NF dengan Defense Mechanism dan Inferiority Complex

21 Mei 2020   04:01 Diperbarui: 23 Mei 2020   02:58 158 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hubungan NF dengan Defense Mechanism dan Inferiority Complex
Tersangka NF (15) sebagai pembunuh seorang balita di Sawah Besar, Jakarta sekaligus korban pemerkosaan yang dilakukan oleh tiga orang terdekatnya.

Baru-baru ini masyarakat Indonesia digegerkan dengan temuan fakta terbaru dari kasus pembunuhan seorang bocah berusia 5 tahun di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat.

NF (15) yang merupakan pelaku dari aksi pembunuhan kejam tersebut ternyata merupakan seorang korban pemerkosaan yang dilakukan oleh tiga orang terdekatnya, yakni dua pamannya dan mantan pacarnya. Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat mengungkap bahwa saat ini NF sedang mengandung 14 minggu.

Harry mengatakan bahwa kasus kekerasan seksual yang dialami oleh NF perlu untuk diselidiki lebih lanjut dengan tujuan untuk memperoleh kesimpulan logis mengapa NF melakukan aksi pembunuhan kepada seorang bocah berusia 5 tahun.

Lantas apa keterkaitan antara kasus yang menimpa NF dengan Ilmu Psikologi? Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas 2 konsep yang ada dalam Ilmu Psikologi, yakni Defense Mechanisms dan Inferiority Complex untuk dikaitkan dengan kasus yang menimpa NF.

Seorang pendiri dari aliran Psikoanalisis bernama Sigmund Freud mengemukakan gagasan mengenai structure of personality yang memuat 3 hal penting, antara lain sebagai berikut:

  • Id (pleasure principle): Komponen kepribadian yang bersifat naluriah. Id terdiri dari semua komponen kepribadian yang diwariskan secara biologis yang telah dimiliki oleh seorang individu saat ia dilahirkan didunia, dan termasuk naluri seks (kehidupan), eros (yang mengandung libido), serta naluri agresif (kematian). Contohnya, ketika seorang pelajar yang sangat lapar, ia langsung makan walaupun didalam situasi pembelajaran di kelas.
  • Ego (reality principle): Merupakan jembatan antara Id dan Superego yang bertujuan untuk menyeimbangkan jalan dari kehidupan seorang individu. Contohnya, pelajar tersebut meminta ijin kepada dosen terkait untuk makan karena ia memiliki riwayat penyakit maag.
  • Superego (morality): Menggabungkan nilai-nilai dan moral masyarakat yang dipelajari dari orang tua dan orang lain. Ini berkembang sekitar usia 3 - 5 tahun selama the phallic stage of psychosexual development. Contohnya, pelajar tersebut sangat lapar dan ia memiliki riwayat penyakit maag tetapi karena ia tahu bahwa makan didalam kelas saat proses pembelajaran berlangsung merupakan hal yang tidak sopan sehingga ia memutuskan untuk tidak makan dan menahan rasa sakit akibat maag yang kambuh.

Namun, nyatanya jalan untuk memenuhi ego (menjembatani antara Id dan Superego) tidak selalu mulus. Sehingga munculah gagasan mengenai defense mechanisms. Defense mechanisms sendiri merupakan strategi psikologis yang secara tidak sadar digunakan seorang individu untuk melindungi dirinya dari kecemasan yang timbul dari pikiran atau perasaan yang tidak dapat diterimanya. Kemudian mengapa seseorang membutuhkan defense mechanisms dalam hidupnya? Seorang individu menggunakan defense mechanisms untuk melindungi diri mereka dari perasaan cemas atau bersalah, yang timbul karena mereka merasa terancam, atau karena Id atau Superego mereka menjadi terlalu menuntut. Defense mechanisms beroperasi pada tingkatan alam bawah sadar dan membantu menangkal perasaan tidak menyenangkan (yaitu, kecemasan) atau membuat hal-hal baik terasa lebih baik bagi seorang individu.

Defense mechanisms sendiri terbagi atas 8 jenis dan displacement merupakan satu dari delapan jenis defense mechanisms yang sesuai dengan keadaan yang dialami oleh NF. King (2017) dalam bukunya yang berjudul The sciences of psychology: An Appreciative View menuturkan bahwa displacement merupakan proses perpindahan impuls yang biasanya berupa agresi ke target yang tidak berdaya. Target yang dimaksud dapat berupa orang atau objek yang dapat berfungsi sebagai pengganti simbolis. Perpindahan tersebut terjadi ketika Id ingin melakukan sesuatu yang tidak diizinkan oleh Superego. Ego dengan demikian menemukan beberapa cara lain untuk melepaskan energi psikis dari Id. Jadi ada transfer energi dari object-cathexis yang tertekan ke objek yang lebih dapat diterima.

Dalam kasus yang dialami oleh NF, kembali untuk mengingatkan lagi sebelum ia menjalankan aksi pembunuhannya ia merupakan seorang remaja putri yang merupakan korban pemerkosaan. Kekerasan secara seksual yang menimpanya mempengaruhi kondisi psikisnya dan tentunya memiliki potensi yang amat besar dan kuat untuk membuatnya menjadi cemas dan takut akan orang-orang yang berada disekitarnya.

NF mungkin ingin melawan atau bahkan membalas perbuatan dari para pemerkosanya tetapi apa boleh buat, ia tidak memiliki cukup kemampuan untuk melawan dan membalas. Disinilah letak dimana Id ingin melakukan sesuatu yang tidak diizinkan oleh Superego.

Ketidakmampuan NF membuatnya secara tidak sadar memindahkan atau mengalihkan energi psikisnya dari Id dengan cara membunuh seorang bocah berusia 5 tahun yang dinilainya tak berdaya. Hal tersebut juga dapat dikaitkan langsung dengan konsep inferiority complex.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN