Mohon tunggu...
Christie Damayanti
Christie Damayanti Mohon Tunggu... Just a survivor

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Mata Dunia Akan Fokus ke Sendagaya untuk Olimpiade 2020 yang Ramah Disabilitas

22 Mei 2019   19:42 Diperbarui: 23 Mei 2019   20:31 0 3 1 Mohon Tunggu...
Mata Dunia Akan Fokus ke Sendagaya untuk Olimpiade 2020 yang Ramah Disabilitas
www.nippon.com - Kompleks olah raga Olimpiade 2020 di Sendagaya. Dan kota ini memang akan menajdi pusat dunia .....

Di artikelku sebelumnya, "Sendagaya", Konsep Titik Wisata Baru antara Shibuya dan Shinjuku dengan Permukiman Elitnya, Sendagaya memang sudah dipersiapkan sebagai area wisata baru lewat olah raga.

Walau dengan adanya Shinjuku Gyoen National Park, tidak otomatis menjadikan Sendagaya menjadi tempat wisata, karena pintu masuk utama taman nasional itu adalah di distrik Shinjuku, Metropolitan Tokyo. Sehingga, ketika Gerbang Sendagaya sebagai alternatif pintu masuk ke taman nasional tersebut, menjadikan Sendagaya mulai dikenal wisatawan, seperti aku.

Lalu, pemerintah Tokyo mulai mengembangkan Sendagaya untuk pusat olah raga, dimana Sendagaya memang sangat strategis dan terletak antara 2 distrik terkenal di seluruh dunia yaitu Shibuya dan Shinjuku. Pemerintah membangun Stadion untuk Olimpiade 2020. Dan sekarang, masih dalam tahap penyelesaian.

***

Daerah Sendagaya secara misterius menghindari perhatian sampai sekarang, meskipun dikelilingi oleh lingkungan paling keren dan paling ramai di Tokyo - Shinjuku, Shibuya, dan Harajuku. Dengan 30 menit berjalan kaki dari stasiun Shibuya, berjalan melalui jalan Harajuku yang lucu di sepanjang jalan, akan membawa kita ke Sendagaya. Juga berjarak 20 menit berjalan kaki dari Shinjuku, melewati Shinjuku Gyoen National Park.

Damai, penuh gaya, dan santai, area ini memiliki sedikit segalanya yang membawa kita keluar dari jalur lapisan kota yang sangat berbeda. Ya, Sendagaya salah satunya area permukiman elite di seputaran taman nasional Tokyo tersebut

Seperti tulisanku di atas, keputusan untuk membangun Stadion Nasional baru untuk Olimpiade 2020 di Sendagaya bukanlah suatu kebetulan, karena Sendagaya juga menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade pada tahun 1964. Sehingga, justru dengan keadaan seperti itu membuat Sendagaya akan semakin dikenal sebagai salah satu titik wisata olahraga.

Aku ke Sendagaya pun baru kemarin itu, untuk masuk langsung ke area pepohonan cherry berbunga Sakura di taman nasional Gyoen itu. Dan aku pun jujur, belum pernah mendengar nama "Sendagaya" dimanapun. Bahkan, sampai sekarang pun, nama "Sendagaya", agak aneh sebagai area atau daerah di Jepang.

Jadi, aku baru tahu dari beberapa referensi tentang Stadion Nasional lama, tahun 2015 dihancurkan dan dibangunlah sebuah stadion baru untuk melaksanakan Olimiade tahun 2020, sebentar lagi.

Dirancang oleh arsitek terkenal kontemporer Jepang Kengo Kuma, stadion ini juga melanjutkan deretan prestasi luar biasa dalam arsitektur Jepang, seperti Gymnasium Metropolitan Tokyo di dekatnya, yang dirancang oleh Fumihiko Maki menyerupai helm samurai, adalah landmark yang dicintai untuk penggemar arsitektur.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
yourguide.jp
yourguide.jp
Salah satu untuk Stadion Olimpiade untuk gym, dengan konsep 'helm samurai'. Ini adalah inovasi dan konsep yang mempunyai ciri khas Jepang, yang tidak aka nada di dunia manapun, HELM SAMURAI ......

Nah, ternyata arsitek Jepang Kengo Kuma yang juga merancang Starbucks Reserve Roastery, Starbucks terbesar di dunia di Naka-Meguro, juga dipercaya untuk merancang Stadion Olimpiade. Tidak salah, ketika nanti Olimpiade 2020 menjadikan Sendagaya benar2 menjadi titik wisata baru di Tkyo, bahkan menjadi salah satu wisata paling popular tahun 2020 di seluruh dunia!

www.archdaily.com - Konsep eksterior Stadion utama Olimpiade 2020, denan garis2
www.archdaily.com - Konsep eksterior Stadion utama Olimpiade 2020, denan garis2
Catatan:

Sebenarnya, awal mula stadion yang baru dirancang oleh seorang arsitek dunia Saha Hadid, tetapi dibatalkan dengan banyak sebab. Lalu, konsep berubah dan akhirnya arsitek Jepang sendiri, Kengo Kuma lah, yang akhirnya memenangkan desain untuk Olimpiade 2020.

Daaannnn, ini yang aku menjadi baper. Tentang konsep "tempat duduk" untuk disabilitas, khusus di desain dengan sangat baik!

www.nippon.com - Komatsu Yukio (kiri) dan Tasaka Akihiko, mereka mendesain tempat duduk kursi roda di stadion.
www.nippon.com - Komatsu Yukio (kiri) dan Tasaka Akihiko, mereka mendesain tempat duduk kursi roda di stadion.
Setelah kemunduran awal dan perubahan tak terduga pada arsitek dan desain Jepang, tampaknya stadion baru akan disambut dengan gembira. Estetika Kengo Kuma sangat terkait dengan arsitektur tradisional Jepang, dan penggunaan bahan alami seperti kayu dimaksudkan untuk menumbuhkan keharmonisan dengan alam.

Ditambah lagi dengan garis2 alam hijau di Shinjuku Gyoen National Park di Sendagaya, memberikan nuansa Stadion Olimpiade 2020 ini, sebagai jalinan harmonisasi antara kegiatan fisik oleh raga dunia, dengan kegiatan psikis alam serta dunia pelestarian lingkungan hidup.

Sendagaya sendiri memiliki semangat Tokyo sejati dalam hal itu dapat dengan mulus memadukan banyak aspek budaya yang berbeda-sejarah olahraga yang tak terputus, ketenangan tempat tinggalnya sebagai daerah elit, akar budaya, dan penawarannya yang paling modern.

www.nippon.com - Penyelesaian untutk /olimpiade 2020 Sendagaya, harmonisasi dengan taman nasional disebelahnya .....
www.nippon.com - Penyelesaian untutk /olimpiade 2020 Sendagaya, harmonisasi dengan taman nasional disebelahnya .....
Sendagaya juga mempunyai beberapa peninggalan agama dan budaya, seperti kuil dan tempat pemujaan, taman, dan kafe dan restoran yang nyaman. KDan Sendagaya juga menawarkan banyak peluang untuk berwisata, bagi orang-orang yang akan berkunjung selama Olimpiade dan Paralimpiade 2020.

Aaah.....

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2