Christie Damayanti
Christie Damayanti karyawan swasta

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

"Kuil Meiji Jingu" di Harajuku, Tempat Penyembahan untuk Kaisar Meiji dan Permaisurinya

11 Juni 2018   11:05 Diperbarui: 11 Juni 2018   11:23 826 1 1
"Kuil Meiji Jingu" di Harajuku, Tempat Penyembahan untuk Kaisar Meiji dan Permaisurinya
Kuil Meiji Jingu, untuk persembahyangan kepada Kaisar Meiji dan permaisurinya, yang sudah memodernisasikan Jepang (www.japanhoppers.com)

***

Dari beberapa tulisan2ku sebelumnya tentang Kuil Meiji Jingu, memang kuil ini sangat unik. Dibangun dari setelah meninggalnya Kaisar Meiji, didirikan tahun 1920. Kuil ini sangat menarik untuk bersembahyang di tahun baru, disebut Hatsumode, dari seluruh Jepang.

Mengapa menarik?

Ternyata, hutan kota Harajuku itu sengaja dibuat untuk melingkupi Kuil Meiji Jingu. Hutan artificial dari puluhan tahun lalu. Menurutku sangat mengejutkan, karena ketika aku sempat beberapa kali kesana dalam kurun waktu berbeda, hutan itu benar2 terlihat alami, dengan semak belukar, akar2 pohon besat yang bertonjolan! Luar biasa! Sebuah hutan artificial (walau semua pepohonannya benar2 pohon asli)!

Dokumentasi pribadi | Hutan
Dokumentasi pribadi | Hutan
Dan hutan itu mempunyai "titik atau spot spiritual", yang dipercaya oleh warga Jepang. Disebut Kiyomasa-no-Ido.

Konsep "hutan artificial" yang melingkupi kuil Meiji Jingu ini, memang ingin memberikan sebuah kenyamanan bagi yang akan bersembahyang disana. Semakin kedalam, semakin segar karena hutan berfungsi sebagai "paru-paru" kota! Jadi, apapun itu, hutan yang sebenarnya atau hutan artificial, "hutan kota Harajuku" benar2 sebuah oase di belantara keramaian dan kesibukan ibukota Tokyo ......

Setelah kita memasuki gerbang Kuil Meiji Jingu dari perjalanan dari gerbang hutan kota itu, kita akan mendapatkan sebuah pondok mungil untuk membersihkan tubuh, kaki dan tangan sebelum memasuki kuil, jika mau bersembahyang.

Caranya dengan memegang gayung yang disediakan, dengan tempat untuk mengalirkan air yang sudah kotor untuk membersihan kaki dan tangan. Setelah itu, barulah kita mulai memasuki kompleks kuil Meiji Jingu, dengan beberapa jenis bangunan yang berbeda2 fungsinya ......

***

Kuil Meiji Jingu dibangun di atas tanah seluas sekitar 700.000 meter2, sebagai tempat penyembahan terhadap Kaisar Meiji dan permaisurinya, yang sudah memodernisasi Jepang. Di tanah seluas itu, ditanami pepohonan dengagn konsep "hutan buatan", yang akhirnya benar2 berhasil menjadi "hutan kota" di Harajuku, sebagai penyerapan dan paru-paru kota.

Dan akhirnya, Meiji Jingu Harajuku adalah tempat yang paling kaya alamnya di Tokyo .....

Untuk menuju Kuil Meiji Jingu, kita harus masuk dulu ke hutan 'buatan' kota Harajuku, yang menyeberangi Harajuku Bridge, dari Stasiun Harahuju. Harajuku Bridge ini, disebut juga Jingu Bashi, yang besar dan luas. Dan di sisi jembatan ada pilar yang dipasangi lampu atau lentera. Sangat cantik, khas Jepang. Kata orang, jika di malam hari, kita akan merasakan sensasi yang berbeda dan luar biasa!

Dokumentasi pribadi | 4 buah pilar di Jingu Bashi, dengagn lentera (berada di dalamnya)
Dokumentasi pribadi | 4 buah pilar di Jingu Bashi, dengagn lentera (berada di dalamnya)
Berada di hutan 'buatan' Meiji Jingu, aku dengan nyaman dan menghirup udara segar dan bersih membuat fisikku pun semakin enak. Berjalan dari pintu gerbang hutan 'buatan' kota Harajuku menuju kuil Meiji Jingu ini, sekitar 30 menit berjalan santai. Maksudku, 'berjalan' atau meluncur diatas kursi roda. Dan 1 jam aku berkeliling kuil Meiji Jingu .....

Pintu gerbang khas Jepang ini, disebut Gerbang Torii, dimana di Kuil Meiji Jingu ini merupakan Gerbang Torii terbesar di Jepang. Gerbang Torii terbesar di Jepang ini, memiliki ketinggian 12 meter, lebar 17,1 meter dan tiang balok kayu gelondongan nya berdiameter 1,2 meter.

Dibangun dari pohon Cemara Hiroki, berusia 1500 tahun. Ditebang dari Gunung Fuji di ketinggian 3300 meter. Gerbang Torii Meiji Jingu ini, merupakan sebuah 'landmark', bagian dari landmark2 Jepang, yang dicari banyak wisatawan asing dunia .....

Dokumentasi pribadi | Gerbang Torii setinggi 12 meter dari pohon Cemara Hiroki, dan tiangnya berdiameter sekitar 1,2 meter
Dokumentasi pribadi | Gerbang Torii setinggi 12 meter dari pohon Cemara Hiroki, dan tiangnya berdiameter sekitar 1,2 meter

Sepanjang jalan didalam hutan menuju Kuil Meiji Jingu ini, selalu beralaskan kerikil2 kecil putih, disebut tamajari. Yang tidak terpisahkan denan Kuil Shinto ini. Sakral. Dimana konsepnya adalah, bahwa jiw dan raga kita akan disucikan sambil berjalan diatas "tamajari" ini.

Catatan :

Silahkan berjalan di sisi tengah jalan, yang merupakan jalan yang dilewati para dewa. Wah ..... aku justru lebih memilih di atas pedestrian yang permukaannya dari conblock. Sehingga kerikil2 halus nan putih ini, tidak berbunyi berisik yang berbenturan dengan kursi rodaku, hihi .....

Dokumentasi pribadi | Kerikil
Dokumentasi pribadi | Kerikil

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3