Christie Damayanti
Christie Damayanti karyawan swasta

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mengapa Chiba?

3 Januari 2018   10:51 Diperbarui: 3 Januari 2018   15:35 906 1 0
Mengapa Chiba?
Dokumen pribadi. Kota Chiba, dari Hotelku di lantai 16, Chiba Jepang

By Christie Damayanti

Mengapa Chiba?

Ya, mengapa Chiba? Entah mrngapa Tuhan menggiring kami mendapatkan seorang agen untuk mengurus segala keperluan sekolah dan hidup Michelle di Jepang.

Hari itu, lebih dari 1,5 tahun lalu Michelle mengajakku untuk ke Kedutaan Jepang. Ada pameran pendidikan di Jepang, katanya. Dan jamipun kesana, setelah aku memantapkan diriku untuk benar2 rela melepas anakku pergi ......
Kami bingung, karena kami sama sekali tidak punya patokan, sekolah bahasa atau universitas mana yang optimal untuk Michelle. Bukan yang terbaik di Jepang, apalagi yang termahal, tetapi yang optimal dan terbaik mrnurur Tuhan.

Banyak presentasi, bantak brosur2 mewah serta ajakan banyak warga Jepang dari sekolah dan Universitas disana, yang khusus diundang untuk even pameran ini. Untuk mau memasukkan anak2 kami ke sekolah vahasa dan universitas mereka. Dan kamipun bertamvah bingung ......

Aku teringat, ketika beverapa waktu sebelumnya, aku bebar2 tahu dan mengerti, mana universitas2 yang optimal di Amerika dan di Australia. Apalagi, 2 orang adikku pernah juliah S2 di Amerika dan aku di Australia. Sehingga, setudaknya aku tahu apa yang bisa aku pilihkan untuk anak2ku. Tetapi, tidak di Jepang!

Ketika semakin kami bingung, booth di sebelah booth yang sedang kani datangi, nerupakan booth yang sanfat sederhana. Dimana booth2 yang lain berdandan2 habis2an dengan brosur dan presentasi yang cantik, tetapi booth ini hanya ada selenvar poster sedwrhana bervahasa Jepang, foto2 sekolahnya seeta brosur2 kecil. Yang 'parah' nya lagi, presentasi nya di tulis dengan tangan, coret2an seperti oresentasi iseng2. Tetapi entah mengapa, kami tertarik kesana, juga Michelle!

Booth ini sepi pengunjung. Hanya kani berdua dan 2 keluarga. Semebtara booth yang lain, penuh dan antri untuk mendapatkan pelayanan. Dan baru sadar sekarang, Tuhan dengan Tangan NYA yang ajaib, menbimbingku kesana, yang akhkrnya membuat kehidupan Michelle di Jepang, sepertinya sesuai dengan Rencana NYA .....

Ketika aku mendengar dan membaca banyak cerita tentang anak2 sekolah di luar negeri, dan sebagian besar mebdapat fasilitas penuh dari orang tuanya, anak2 tersebut akhirbya full menggantungkan dirinya tanpa pernah mau berjuang sendiri. Dan ketika Michelle pubya masalah 'force majeur' dengan hidupnua di Jepang, justru Tuhan menuntun nya untuk ke tempat yang lebih baik. Karena jalan Tuhan tidak pernah bisa di tebak .....

Hendra, namanya. Seorang anak muda Indonesia yg sudah lama menetap di Jepang dan bergabung debgan Sekolah Meisei Tokyo, mrmbawa Michelle untuk tinggal di Chiba. Sebuah distrik pendukung Tomyo sebagai ibukota Jepang. Funabashi, adalah salah sayu kota kecil di Chiba dan lebih dalam lagi, Nishi Funabashi, kota kecil 1 stasiun dari Funabashi, menjadi trmpat tinggal Michelle 6 bulan pertama di Jepang. Dan setelah itu, Michelle pindah ke Funabashihoten, 2x berpindah kereta dari Funabashi.Chiba sendiri adalah distrik pendukung Tokyo, seperti Depok sebagai kota pendukung Jakarta. Chiba adalah koya pelabuhan. Dari Funabashi, berpindah kereta dalam 5 stasiun, kiya bisa melihat dan mengamati kota Chiba, bergandebgan dengan pelabuhan dan kapal2 penangkap ikan disana.Chiba

dok pribadi
dok pribadi
dok pribadi
dok pribadi
Stasiun kereta Chiba, dengan fasilitas lengkap dan keterangan tentang kota serta petunjuk arahnya. Dennis sedang memperhatikan tujuan jalan kami .....'
dok pribadi
dok pribadi
 Dari stasiun kereta Chiba, bisa langsung naik bus ke tujuan termasuk ke pelabuhanKota Chiba terletak di sebelah timur tenggara dari Tokyo di Teluk Tokyo, dan didirikan pada tanggal 1 Januari1921 dan dijadikan sebagai salah satu kota besar Jepang, tahun 1992 melalui keputusan pemerintah. Kota Chiba adalah salah satu dari kota pelabuhan utama di daerah Kanto. Banyak dari kota Chiba ini adalah pemukiman, meski ada banyak pabrik-pabrik dan pergudangan di sepanjang pesisir.Hingga 2003, kota ini mempunyai penduduk sekitar 909.497 jiwa dan kepadatan penduduk sebesar 3.342,76 orang per km. Luas wilayahnya adalah 272,08 km. Dan di kota ini terdapat Pusat Konvensi Makuhari Messe yang merupakan salah satu pusat konvensi terkemuka di Jepang. (Wikipedia).
dok pribadi
dok pribadi
dok pribadi
dok pribadi
Jika dilihat detail, di ujung atas terlihat tiang2 kapal. Itu pelabuhan Chiba. Sayang, kami tidak punya waktu untuk ke pelabuhannya. Juga ke pasar ikannya .....***

Aku memang belum pernah ke pantai di Chiba. Tempat yang penuh dengan kapal2 di pelabuhan, atau le pasar ikan ya sendiri. Tetapi ketika bulan Juli 2017 lalu aku ke Jepang, aku sempatkan me ibukota Chiba. Berjalan2 dengan Dennis di kota pelabuhan, samar2 bau laut musim panas, serta bentuk kota standart Jepang, kadang membuat Chiba 'tersamar' dengan kota2 kecil lainnya di Jepang. Tetapi yang jelas, kata2 Chiba memang menjadi titik awal tempat 'mendarat'nya Michelle di Jepang.

dok pribadi
dok pribadi
Kota Chiba, standard seperti kota2 modern di Jepang. Banyak apartemn, menandakan kota ini sarat dengan penduduk serta fasilitas2 yang memadahi bagi warga Chiba ......***

Sekali lagi, mengapa Chiba?

Karena sebenarnya, sekolah bahasa Meisei pusatnya adalah di kota Chiba, dengan beberapa cabang di koya2 besar di Jepang, salah satinya di Ryogoku Tokyo, tempat Michelle belajar untuk meraih sertifikat N2 atau N1 untuk melanjutkan kuliah S1 di Jepang. Dan sekooah Meisei menjadi kesatuan dengan Universitas Meisei yang cukup baik disana.

Dan mengapa Tuhan memilihkan tempat tinggal Michelle di Cibha? Karena Nishi Funabashi dan Funabashihoten berada di distrik Chiba?

Entahlah .....

Kita tidak pernah tahu, apa yang menjadi rencana Tuhan. Yang jelas, kita harus terus membuka hati dan diri kita untuk Kasih Tuhan. Kita harus terus mengasah kepekaan kita, untuk belajar mengerti apa yang DIA kehendaki bagi kita.

Selama 8 bulan ini, kehidupan Michelle senakin mandiri, dewasa dan bermakna. Dan aku sebagai mamanya, terus mengasah kepekaan hatiku untuk mengikuti apa yang Tuhan mau.

Karena aku sungguh percaya, jika Tuhan berkenan, walau kita tidak bisa menebaknya, Rencana Tuhan pasri yang terindah bagiku dan bagi kita semua.

Dan aku terus percaya, bahwa distrik Chiba, khususnya lingkungan kehidupan Michelle di Jepang, adalah awal mula sevuah kehidupan dan pelayanan kami, untuk memuliakan Nama Tuhan .....

Sebelumnya :

'Funabashi-Hoten', Kota Kecil Awal Sebuah Kemandirian

'Nishi FunaBashi', Sebuah Kota Kecil Tempat Hatiku Berlabuh

Sebuah Negara dari 'Antah Berantah' dengan Bahasa dan Tulisan Cacingnya, Duniaku yang Baru .....