oish-cleochyn
oish-cleochyn Serampangan

Apa adanya...

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

Setelah Davide Astori, Masalah Jantung Kembali Renggut Pebulutangkis Legendaris Korea

9 Maret 2018   22:59 Diperbarui: 10 Maret 2018   05:11 1300 6 1
Setelah Davide Astori, Masalah Jantung Kembali Renggut Pebulutangkis Legendaris Korea
Jung Jae Sung/BadmintonLink.com

Duka di jagad olahraga dunia menyusul kepergian Davide Astori masih hangat. Kapten Fiorentina yang meninggal pada Minggu, 4 Maret 2018 pagi waktu Italia baru saja dimakamkan pada Kamis, 8 Maret kemarin di Basilica di Santa Croce, Florence. Penghormatan kepada almarhum berusia 31 tahun itu masih terus berlanjut. Entah sampai kapan rasa kehilangan sosok pemimpin sekaligus mantan pemain Cagliari dan AS Roma itu akan berakhir. Yang pasti nama Astori akan selalu dikenang para penggemar dan sanak kerabatnya.

Tidak hanya itu, penduduk bumi pun mulai bertanya diri. Astori pergi untuk selama-lamanya tanpa isyarat. Saat tertidur, nyawanya seketika melayang. Gagal jantung disinyalir sebagai sebab. Pada titik ini siapa pun yang masih bernafas akan selalu diintai rasa cemas hal serupa bakal menggilirinya.

Ah bukan maksud saya menebar rasa takut. Saya hanya mau mengatakan bahwa serangan terhadap organ vital itu bisa datang kapan saja dan menghampiri siapa saja. Seperti yang baru saja terjadi pada pebulutangkis legendaris Korea Selatan, Jung Jae Sung.

Jung Jae Sung (belakangan tertulis Chung Jae Sung) dikabarkan meninggal dunia Jumat, 9 Maret 2018 hari ini di rumahnya yang terletak di kawasan Hwaesong, sekitar 70 km dari Seoul, ibu kota Korea Selatan. Atlet kelahiran 25 Agustus 1982 itu menghembuskan nafas terakhir karena serangan jantung. Menurut pemberitaan yang beredar luas, Jae-Sung meninggal tersebab arrhythmia atau gangguan irama jantung. Sudah sejak tiga tahun silam ia berkutat dengan persoalan tersebut sehingga harus rutin memeriksakan diri.

Ia kerap mengelukan rasa sakit di bagian dada, terutama saat stres yang intens menerjang. Akhirnya pagi pukul 8.12 waktu setempat hari ini, ia pergi untuk selama-lamanya.

Di dunia olahraga, bulu tangkis khususnya, Jae-Sung merupakan sosok legendaris. Medali perunggu Olimpiade London 2012 adalah satu dari sekian banyak prestasi prestisius yang diraihnya. Medali tersebut diraih bersama Lee Yong Dae.

Jung Jae Sung (kiri) bersama Lee Yong Dae di podium Olimpiade London 2012/Badmintonplanet.com
Jung Jae Sung (kiri) bersama Lee Yong Dae di podium Olimpiade London 2012/Badmintonplanet.com
Tidak hanya itu, pasangan ini juga mencatatkan nama mereka sebagai jawara All England 2008 dan 2012. Mereka pernah berada di puncang rangking dunia yang saat ini dikuasai ganda terbaik Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Akan menjadi begitu panjang bila menyebut satu per satu prestasi yang telah diukir almarhum. Singkat kata, ia menjadi satu-satunya pemain ganda putra dengan gelar super series terbanyak. Belum ada satu pun pemain atau pasangan yang mampu melewati perolehan 18 gelar super series yang diraihnya bersama Lee Yong Dae.

Koleksi gelar peraih medali perak Kejuaraan Dunia 2007 dan 2009 itu tidak mampu dikejar oleh Lee Yong Dae saat berpasangan dengan Yoo Yeon Seong hingga keduanya mundur dari tim nasional. Juga hingga kini belum bisa disamai pasangan legendaris Denmark yang masih aktif bermain, Mathias Boe dan Carsten Mogensen. Baik Lee/Yoo maupun Boe/Mogensen baru mengemas 16 gelar juara.

Boe dan Mogensen mungkin berpeluang untuk mematahkan pencapaian almarhum. Namun dua gelar juara lagi bukan hal mudah karena pendulum ganda putra saat ini sudah bergerak ke Asia, dengan pasangan-pasangan muda yang menjamur.

Peluang terbesar kini ada pada Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya. Penguasa puncak rangking dunia yang sedang "on fire" itu sudah mengemas 14 gelar juara. Empat gelar juara bukan hal sulit bila keduanya terus menjaga tren positif saat ini.

Terlepas dari peluang demi peluang tersebut, yang pasti Jung Jae Sung akan selalu dikenang. Banyak kenangan yang telah diguratkan di panggung bulu tangkis dunia. Beberapa dari antaranya bisa disebutkan di sini.

Bersama Yong Dae, keduanya merebut medali perunggu Olimpiade London. Keduanya menghempaskan harapan wakil Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dengan kemenangan straight set 23-21, 21-10. Medali tersebut sekaligus menjadi laga terakhirnya di tur resmi BWF.

Jung Jae Sung (kanan) saat menjuarai Indonesia SSP 2012/Antoniusagustian
Jung Jae Sung (kanan) saat menjuarai Indonesia SSP 2012/Antoniusagustian
Pasangan ini juga sempat menebar senyum di Istora Senayan, Jakarta. Saat naik podium tertinggi Indonesia Open Super Series Premier 2012. Keduanya membawa pulang gelar juara setelah menaklukkan Boe/Mogensen dalam pertarungan rubber set 23-21, 19-21, 21-11. Senyum bahagia tersebut rupanya menjadi yang terakhir. Itulah gelar juara terakhirnya di pentas bulu tangkis dunia.

Menurut sejumlah pengamat, sosok Jung Jae Sung mengingatkan kita pada Markis Kido dan Kim Sa Rang asal Korea Selatan. Tidak hanya postur gempal dan tidak terlalu tinggi, permainan mereka pun mirip. Tubuh tak tinggi tak menghalangi mereka untuk melancarkan smash keras dan tajam. Saat ini kita mendapatkan gaya seperti itu dalam diri Marcus Gideon.

Selamat jalan Jung Jae Sung!