Mohon tunggu...
Chamid
Chamid Mohon Tunggu... Alumni Pesantren Persis Bangil

Kompasianer Blitar | Freelancer | Pelajar Islam Indonesia | Santri | Sedang mendalami Sejarah, Literasi, Budaya dan segala keunikanya

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Resensi "Api Sejarah Jilid 2" Karya Ahmad Mansur Suryanegara

25 Januari 2020   07:45 Diperbarui: 25 Januari 2020   10:45 351 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Resensi "Api Sejarah Jilid 2" Karya Ahmad Mansur Suryanegara
Api sejarah 2 edisi revisi

Judul : Api Sejarah Mahakarya Perjuangan Ulama Dan Santri Dalam Menegakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Jilid Kedua

Penulis : Ahmad Mansur Suryanegara
Penerbit : Surya Dinasti
Tebal : xxxvi + 599 hlm
Genre : Islam, Sejarah
Profil Penulis : Ahmad Mansur suryanegara lahir 22 Dzulhijjah 1353 Hijriah, pernah aktif
di PII, IPM, IMM, HMI dsb. Saat ini beliau tinggal bersama keluarganya di
jl. Saturnus Raya 27 Bandung 40286

Pengulas : Chamid

Dalam buku ini Ahmad Mansur Suryanegara menceritakan bahwa Islam merupakan faktor penting bagi penulisan sejarah Bangsa Indonesia. Penulis ingin mencoba menjelaskan peranan Umat Islam yang dipelopori Ulama' dan Santri dalam proses perjuangan kemerdekaan Negara ini. Tidak hanya itu tapi juga perjuangan mepertahankan kemerdekaan, pembentukan NKRI, pengagalan kudeta yang di dalangi oleh PKI dan masih banyak lagi. Namun, akan terlalu berlebihan jika buku ini dituding hanya menonjolkan peran satu golongan saja. Sebab dilihat dari judulnya saja sudah jelas bahwa buku ini ingin mengungkapkan keterlibatan Ulama' dan Santri dalam proses sejarah Indonesia, dan itupun atas dasar dasar yang bisa dipertanggung jawabkan.


Secara garis besar buku ini terbagi menjadi bebrapa sub pembahasan berdasarkan pembagian waktu sejarah. Pembahasan tersebut di kelompokan menjadi lima Sub, yang mana pembahasan ini tidak terlepas dari pembahasan di jilid kesatu. Maka dari itu karena di jilid kesatu ada empat sub bab maka kita akan menyebut sub pembahasan kali ini mengunakan bab kelima dan seterusnya. Selain itu agar kesan jilid pertama yang merupakan rangkaian dari buku ini tetap terasa.

Kelima sub bab itu adalah Peran ulama dalam pembangunan organisasi militer modern, Peranulama dalam gerakan protes sosial dan pemberontakan Tentara Pembela Tanah Air, Peranulama dalam menegakan dan mempertahankan proklamasi, Peran ulama dalam menegakan

dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Langkah juang jihad ulama dan santri dalam era oerde baru dan Rerfomasi. Berikut sedikit gambaran dari setiap bab pembahasan :


Bab kelima (lanjutan bab jilid pertama)
Dalam bab ini diceritakan bahwa ulama dan santri berperan aktif dalam pembentukan organisasi militer modern seperti Sabilillah, PETA, hingga TNI yang dipelopori oleh Panglima Sudirman.


Bab Keenam
Di bab keenam ini diceritakan bahwa ulama memelopori pemberontakan masal seperti pemberontakan KH. Zainal Mustofa, pemberontakan PETA di Blitar dan lain sebagainya.


Bab ketujuh
Bab tujuh merupakan bab yang paling tebal dalam buku ini, dan hal itu menunjukan betapa antunsiasnya para ulama dan santri dalam menegakan republic ini, mulai Fatwa Hadaratusyaikh KH. Hasyim As 'ary yang dapat menggerakan setiap jiwa rakyat jawatimur terkhusus Surabaya untuk berjihad total melawan pasukan NICA inggris pemenang perang dunia dua, hingga meredakan pemberontakan PKI tahun 48 di Madiun.


Bab kedelapan
Di bab ini diceritakan peran ulama dalam pembentukan NKRI yang di inisiai oleh bapak Mohammad Natsir melalui mosi integralnya. Membantu penumpasan pemberontak PKI tahun 65, dan masih banyak lagi.


Bab kesembilan
Dalam bab ini dijelaskan juga perjuangan ulama melawan orde baru yg cenderung otoriter, mulai penolakan asas tunggal P4 hingga pengawalan terhadap reformasi terbukti dengan adanya aksi 212.


Analisis kritis
Diakui atau tidak, bahwa proses panjang sejarah bangsa Indonesia sangat memakan perjuangan dan pengorbanan yang besar dari kaum mulimin terdahulu. Namun fakta-fakta penting masih banyak yang belum terungkap, atau bahkan sengaja ditutup tutupi oleh orang orang yang benci terhadap Umat Islam. Terbukti dalam sejarah nasional Indonesia yang berjumlah enam jilid terbitan pemerintah1 sedikit sekali ditemui perjuangan umat islam. Apalagi dalam sejarah yang ditulis di buku-buku sekolah, bisa dikatkan penulisan sejarahnya tebang pilih. Sehingga kalua kita membacanya akan  enemui kejangalan sejarah yang sangat besar, membuat para generasi penerus akan malas untuk mempelajari sejarah. Dan yang kita tau hanya sekedar umat islam ikut andil dalm perjuangan kemerdekaan Indonesia, dan bodohnya lagi kita hanya manut dengan sejarah perjuangan Indonesia yang ganjal ini tanpa menelusuri lebih dalam. Misalkan dalam penulisan sejarah masuknya Islam ke Indonesia, banyak disebutkan pada abad 13 atau lebih. Padahal dengan fakta-fakta yang ada beberapa sejarahwan seperti Buya HAMKA berpendapat bahwa Islam masuk Indonesia pada abad ke tujuh. Dan tidak mungkin islam masuk Indonesia tanpa melalui pertempuran bisa langsung membangun pemerintahan, membangun politik islam di selat Malaka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x