Mohon tunggu...
Chaizy Nasucha Isma Tarigan
Chaizy Nasucha Isma Tarigan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara

perkenalkan nama saya Chaizy Nasucha I.T mahasiswa Ilmu Komunikasi USU

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Fenomena "Phubbing" pada Saat Berkumpul

28 Oktober 2022   19:52 Diperbarui: 28 Oktober 2022   19:57 646
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi yang cepat, masyarakat baik anak-anak maupun orang tua, sadar atau tidak sadar telah menjadi lekat dengan handphone/gadget. Pada prinsipnya, banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari perkembangan teknologi. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa terjadinya perilaku "phubbing", seperti bila digunakan secara berlebihan, berdampak buruk pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk hubungan perkawinan.

Apa itu phubbing ? phubbing adalah sikap seseorang ketika orang itu mengabaikan orang lain yang berinteraksi dengan kita, karena orang itu lebih memilih untuk melihat ponsel mereka dari pada berinteraksi dengan kita

Istilah phubbing berasal dari kata phone, yang memiliki arti ponsel dan snubbing, yang memiliki arti menghinga. Terminologi ini muncul pertama kali pada tahun 2012 di Australia, kala itu, sebuah biro iklan di Australia menggunakan istilah phubbing untuk menggambarkan fenomena yang berkembang di era digital masa ini.

Saat kita berkumpul dengan teman teman kita biasanya kita akan berbicara dengan mereka, membahas hal hal yang perlu kita bahas atau sekedar untuk saling bertukar cerita. Tapi pernahkah anda saat berkumpul tetapi ada teman anda yang sibuk bermain dengan gadget mereka? fenomena ini disebut dengan phubbing, mereka akan sibuk dengan gadget mereka sendiri dan tidak ingin berinteraksi dengan kita. Fenomena ini sering terjadi saat kita sedang berkumpul bersama teman teman kita. Jika dibiarkan phubbing memiliki dampak buruk bagi pelaku maupun korban phubbing.

Dampak Buruk Phubbing 

Kegiatan phubbing mungking terlihat sepele dan tidak memiliki efek besar namun kegiatan ini bisa menurunkan kualitas relasi kita dengan orang lain sekaligus mengganggu kesehatan mental kita.

Phubbing membuat kita menjadi susah berinteraksi dengan orang lain. Mengirimkan pesan singkat ke teman kita lewat ponsel selagi melakukan interaksi langsung dengan orang yang sedang bersama kita dapat menurunkan keterampilan komunikasi kita.

Ketika kita melakukan phubbing, orang yang berinteraksi langsung dengan kita akan merasa tertolak, tidak dilibatkan, dan merasa tidak penting karena kita lebih memilih bermain gadget dari pada berbicara atau berinteraksi dengan orang yang ada di dekat kita. Jika memang kita harus membuka ponsel kita karena alasan mendesak kita bisa lakukannya dengan singkat dan langsung menaruh ponsel kita kembali.

Pengaruh “phubbing” pada hubungan sosial 

phubbing mengganggu kemampuan seseorang untuk benar-benar hadir dan terlibat dengan orang-orang di sekitarnya. Kita mungkin hadir secara fisik di hadapan orang lain namun dengan perhatian yang sepenuhnya teralihkan. Sayangnya, peralihan perhatian ini dilakukan dengan sengaja ketika kita mulai menggunakan smartphone, diniatkan atau tidak sama sekali.

Dalam jangka panjang, hal ini akan berdampak buruk pada hubungan sosial kita. Teman atau kenalan lama-kelamaan akan enggan bertemu muka dengan kita, karena merasa terus menerus diacuhkan. Selain itu, phubbing, yang merupakan bagian dari penggunaan smartphone berlebihan, dapat berdampak pada hubungan pribadi. Terbukti, phubbing menurunkan kepuasaan pernikahan karena konflik atas penggunaan smartphone tersebut. Studi lain membuktikan, pasangan yang kerap melakukan phubbing, pada satu sama lainnya, berisiko lebih tinggi mengalami depresi. Saat ini, hampir semua orang di seluruh dunia memiliki smartphone sehingga diprediksi perilaku phubbing akan semakin parah dan makin meluas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun