Casmudi
Casmudi Wiraswasta

Gemar menulis dan berbagi informasi. Seorang Lifestyle & Travel Blogger. Trip Advisor : https://www.tripadvisor.com/members/casmudib Silahkan mampir di blog saya: http://www.casmudiberbagi.com/

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Jaringan, Sinergi dan Implementasi Kota Kreatif

3 Oktober 2017   17:02 Diperbarui: 3 Oktober 2017   17:11 2024 2 0
Jaringan, Sinergi dan Implementasi Kota Kreatif
Indonesia Creative Cities Conference 2017 di Makassar (Sumber: dokumen pribadi)

Indonesia Creative Cities Network (ICCN) merupakan organisasi tingkat nasional yang bertindak untuk menumbuhkan ekonomi kreatif di Indonesia. Bukan itu saja, ICCN juga berkontribusi untuk menciptakan kota-kota kreatif di Indonesia. Demi "dikenal" masyarakat luas dan mencetak kepemimpinan baru maka ICCN sudah keempat kalinya mengadakan kongres dan konferensi di kota-kota Indonesia yaitu Bandung, Malang, Solo dan Makassar. Kota Makassar merupakan momen penting di mana Kota Denpasar untuk pertama kalinya mengikuti kongres dan konferensi tersebut.

Sebagai anggota baru dalam ICCN, Kota Denpasar juga mempunyai visi dan misi sebagai kota kreartif yang mampu mengembangkan beberapa sektor dari 16 sub sektor  ekonomi kreatif yaitu: film, aplikasi dan game dan music. Dan, untuk meningkatkan perkembangan sektor-sektor tersebut maka Walikota Denpasar juga langsung membentuk Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Denpasar yang menangani langsung tentang "empowerment" ekonomi kreatif. Dan, terbentuknya ekonomi kreatif ini mampu mendongkrak ekonomi di tingkat lokal. Ini merupakan tatanan ekonomi baru di mana peran penting para pelaku ekonomi kreatif tidak dipandang sebelah mata.

Selanjutnya, Bekraf Denpasar mengirimkan beberapa pelaku ekonomi kreatif yang berasal dari beberapa komunitas yang ada seperti komunitas musik teater (Kini Berseri), Komunitas rumah kreatif (Rumah Sanur) dan Komunitas penulis atau Blogger (Bali Blogger Community). Pengiriman delegasi tersebut  bertujuan untuk memberikan wawasan tentang ekonomi kreatif di Tingkat nasional. Delegasi juga mendapatkan banyak ilmu yang berhubungan dengan ekonomi kreatif. Bukan itu saja, Kota Denpasar benar-benar serius ingin tampil menjadi pemain dalam perkembangan ekonomi kreatif tanah air.

Peran Besar Kota Kreatif

Indonesia Creative Cities Network (ICCN) keempat diselenggarakan di Hotel Gammara Makassar dari tanggal 8-10 September 2017. Kebetulan sekali, acara tersebut berbarengan dengan acara spektakuler tingkat internasional, Makassar International Eight Festival and Forum 2017yang menampilkan berbagai atraksi-atraksi yang berhubungan erat dengan 16 subsektor ekonomi kreatif. 

Banyak acara menarik yang dihelat dalam ajang kongres dan konferensi  Indonesia Creative Cities Network (ICCN) tersebut di antaranya: kongres pemilihan kepemimpinan ICCN untuk 2017-2019, konferensi ICCN yang membahas tentang isu-isu terkini tentang ekonomi kreatif tanah air, bedah buku putih ekonomi kreatif dan paparan penting tentang sepak terjang kota-kota kreatif yang telah melakukan MoU dengan ICCN dan lain-lain.

Narasumber-narasumber yang hadir pun merupakan orang-orang penting yang berkontribusi dalam dunia ekonomi kreatif di Indonesia. Tambah lagi, paparan dari 6 Deputi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang memberikan tentang gambaran utuh kinerja Bekraf dalam membantu menciptakan ekonomi kreatif di Indonesia. 

Dan, ini merupakan oase bagi para pelaku ekonomi kreatif Indonesia yang serius untuk meningkatkan daya saing ekonomi kreatif. Karena, dalam paparan-paparan tersebut memberikan pencerahan tentang berbagai program dan regulasi pemerintah dan bisa membantu pelaku ekonomi kreatif untuk lebih meningkatkan kontribusinya. Seperti, pelayanan dan bantuan Bekraf untuk Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi pelaku ekonomi kreatif. Dan, masih banyak hal penting yang dipaparkan 6 Deputi Bekraf tersebut.

deputi-riset-edukasi-dan-pengembangan-bekraf-ri-pak-boy-berawi-sedang-memberikan-paparan-penting-59d35f01de200d502d749bd2.jpg
deputi-riset-edukasi-dan-pengembangan-bekraf-ri-pak-boy-berawi-sedang-memberikan-paparan-penting-59d35f01de200d502d749bd2.jpg
Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Bekraf RI Pak Boy Berawi sedang memberikan paparan penting (Sumber: dokumen pribadi)

Salah satu dari paparan menarik dari Deputi Bekraf yaitu Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Bapak Boy Berawi menegaskan bahwa subsektor unggulan dari pilihan Kabupaten/Kota di Indonesia memberikan gambaran sebagai berikut:

Subsektor unggulan Kabupaten/Kota di Indonesia (Sumber: Bekraf, 2017/diolah)
Subsektor unggulan Kabupaten/Kota di Indonesia (Sumber: Bekraf, 2017/diolah)
Lanjut, untuk memberikan tentang gambaran utuh kota kreatif maka pihak-pihak yang berkecimpung dalam penciptaan kota-kota kreatif juga  mengambil inisiatif membuat sebuah buku. Buku putih kota kreatif mengupas tentang hal-hal yang berhubungan dengan kota kreatif di Indonesia dibedah dalam acara bergengsi tersebut. 

Dari arti kata "kreatif" itu sendiri yang hingga kini memberikan makna "ambigu" dan banyak persepsi hingga bermuara pada model implementasi Kabupaten/Kota kreatif. Oleh sebab itu, ICCN menggelar bedah buku kota kreatif dan sesi diskusi serta tanya jawab tentang seputar perkembangan kota kreatif di Indonesia.

Foto bersama setelah mengadakan sesi bedah buku (Sumber: dokumen pribadi)
Foto bersama setelah mengadakan sesi bedah buku (Sumber: dokumen pribadi)
Dalam bedah buku tersebut juga dibahas tentang cara implementasi kota kreatif di Indonesia. Itu menjadi hal penting sebagai mekanisme yang harus dilalui oleh sebuah Kabupaten/Kota di Indonesia untuk menjadi Kabupaten/Kota Kreatif.  Di mana, dalam Kabupaten/Kota di Indonesia  yang layak disebut sebagai kota kreatif perlu melakukan beberapa langkah sebagai berikut yaitu:

  • Start Up (Komitmen); tindakan awal dari setiap pemangku kepentingan yang hendak mengembangkan Kabupaten/Kota kreatif  adalah membuat komitmen yang akan menjadi panduan bagi semangat pergerakan. Komitmen akan terjaga dengan mengikuti panduan  yang diperinci menjadi:
  • Pemetaan potensi keunggulan Kabupaten/kota yang meliputi potensi ekonomi pertanian, industry dan manufaktur , perdagangan dan informasi, dan ekonomi kreatif yang mengacu kepada 16 subsektor yang telah dirumuskan oleh Bekraf;
  • Pembentukan platform Quadruple Helix; dan
  • Penerapan 10 prinsip Kabupaten/Kota kreatif sebagai tolok ukur atau indicator keberhasilan dalam penyelenggaraan pembangunan Kabupaten/Kota.
  • Excellence (Implementasi), potensi Kabupaten/Kota yang telah teridentifikasi melalui serangkaian pemetaan kemudian diimplementasikan  oleh sebuah tim ad hoc, yang atas unsur-unsur Quadruple-helix;
  • Champion (Motor Penggerak kawasan atau Kabupaten/Kota Sekitar). Sebuah Kabupaten/kota layak mendapat predikat  sebagai Kabupaten/kota kreatif  ketika berhasil menjalankan rencana aksi dan program-programnya  sesuai dengan beberapa indikator keberhasilan  yang telah ditentukan Kabupaten/kota kreatif mampu menjalankan peran sebagai motor kreatif untuk membangun Kabupaten/Kota dan bertindak sebagai episentrum kreatif yang dapat menginspirasi Kabupaten/Kota kreatif yang lain di kawasan sekitarnya yang berada dalam satu provinsi.

Komunitas Kreatif

 Beberapa komunitas yang berasal 18 (delapan belas) Kabupaten/kota kreatif  memberikan paparan dan pandangan tentang kontribusi atau visi dan misi yang telah dilakukan di kotanya. Banyak ilmu menarik yang bisa diperoleh dari paparan tersebut seperti perjuangan Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah dalam berjuang seni batik dapat diakui UNESCO

semangat yang kuat Kota Surabaya untuk menjadi Kota Gastronomi dunia,kiat-kiat menarik Kota Bandung menjadi kota kreatif di Indonesia dan lain-lain.Ini menjadi lecutan dan energi Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia untuk menjadi kota kreatif baik tingkat nasional maupun internasional. Sebagai informasi, Kota Ambon sedang berjuang untuk menjadi kota kreatif sebagai Kota Musik Dunia.       

Perwakilan dari kota-kota kreatif di Indoesia (Sumber: dokumen pribadi)
Perwakilan dari kota-kota kreatif di Indoesia (Sumber: dokumen pribadi)
Dan, pada sesi paparan Kabupaten/Kota Kreatif tersebut, Kota Denpasar  juga memberikan pandangan tentang kontribusi terciptanya ekonomi kreatif di Kota yang berwawasan Budaya yang Unggul. Bapak I Gusti Anindya Putra yang bertindak sebagai Kepala Bekraf Denpasardidaulat untuk memberikan paparan tentang perjalanan panjang Kota Denpasar menjadi kota kreatif di pulau Bali. Beberapa subsektor unggulan pun digeber untuk menciptakan  ekonomi kreatif baru seperti film, aplikasi dan game, dan musik. 

Kehadiran komunitas-komunitas yang ada di Kota Denpasar memberikan kontribusi besar tumbuhnya lading-ladang ekonomi kreatif. Terpenting dalam paparan tersebut adalah dukungan besar dari Walkota Denpasar Ida Bagus Darmawijaya Mantra terhadap tumbuhnya komunitas-komunitas kreatif. Dukungan tersebut sebagai penambah energi bagi komunitas-komunitas kreatif dan mampu memberikan peran besar terhadap "sustainable" Denpasar sebagai Kota Kreatif baik tingkat nasional maupun internasional.

Bapak I Gusti Anindya Putra, Kepala Bekraf Denpasar sedang memebrikan paparan tentang pertumbuhan ekomi kreatif di Kota Denpasar (Sumber: dokumen pribadi)
Bapak I Gusti Anindya Putra, Kepala Bekraf Denpasar sedang memebrikan paparan tentang pertumbuhan ekomi kreatif di Kota Denpasar (Sumber: dokumen pribadi)
Dalam ajang ICCN juga digelar berbagai workshop dan pameran yang berasal dari komunitas-komunitas kreatif di Indonesia. Workshop-workshop tersebut di antaranya Digital Ads (periklanan digital), Creative Community Development, Idea to Execution (Pengembangan komunitas kreatif, Gagasan untuk mengeksekusi),  Destination Branding Management (Manajemen Tujuan Nilai), Festival Kreatif Berbasis Komunitas, Pemetaan Potensi Kreatif Daerah dan lain-lain. Dari paparan tersebut bisa memberikan wawasan penting bagi peserta ICCN dan diimplementasikan di daeahnya. Seperti Workshop tentang Pemetaan Potensi Kreatif Daerah yang mengajarkan kita untuk menggali sumber-sumber atau kejadian-kejadian apapun yang ada dalam sebuah kota untuk dijadikan database yang nantinya digunakan sebagai bahan kebijakan bagi kepala daerah setempat.

Berbagi Ilmu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2