Ada Cara Sehat
Ada Cara Sehat Blogger

Manusia yg kepo sama kesehatan, gaya hidup dan otomotif. Doyan juga nulis politik dan ponsel. https://caratipmengatasi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Kandidat

Sikap Sederhana Seorang Jokowi dan Pemimpin Pemarah

8 November 2018   09:37 Diperbarui: 8 November 2018   09:41 292 2 3
Sikap Sederhana Seorang Jokowi dan Pemimpin Pemarah
Sumber: cnnindonesia.com

Menjadi Presiden Republik Indonesia dan memperoleh berbagai fasilitas pejabat negara, sepertinya tidak membuat pribadi Jokowi menjadi beda dan berubah dibandingkan dengan kehidupan sebelumnya. Sikap yang pernah dikenal sederhana sejak Walikota sampai menjadi presiden, perubahan sikap tersebut mungkin adalah hal yang wajar jika dibandingkan dengan beberapa sosok politik lainnya mulai berubah setelah menjadi pimpinan di Indonesia.

Beberapa kepribadian yang masih melekat dalam kehidupan Jokowi, diantaranya tradisi blusukan yang dilakukan saat menjabat walikota Surakarta hingga saat ini. Kebiasaan blusukan yang selalu dilakukan tersebut, untuk mengetahui kondisi rakyat sehingga kebijakan yang akan di buat menjadi tepat sasaran.

Hal ini tentunya menepis anggapan dari pihak gemar melakukan kritik, jika Jokowi melakukan pencitraan untuk meningkatkan popularitas. Karena blusukan telah menjadi ciri khas dari Jokowi. Boleh jadi gelar pencitraan akan disematkan pada Jokowi, seandainya kunjungan ke menjumpai masyarakat mulai di lakukan saat Pilpres 2019. Masyarakat tentunya akan melihat sesuatu yang tidak biasa.

*

Mengandalkan kedekatannya dengan masyarakat dan kepercayaan dari partai politik pengusung, Jokowi bersama Ma'ruf Amin kembali melangkah maju untuk Pilpres 2019. Pertahana Presiden Republik Indonesia Jokowi yang juga kita tahu memiliki darah Boyolali dari neneknya, Sujiatmi Notomihardjo.

Kakek dan nenek mantan Walikota serta mantan Gubernur DKI. Orang tau dari Ibunda Jokowi berasal dari wirorejo dan Sandi, dusun Gumukrejo, Kelurahan Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah.  

**

Dalam acara calon legislatif yang di adakan Partai Hanura di Hotel Discovery Ancol, belum lama ini. Tampaknya media berita masih penasaran dan berniat menanyakan kepada Presiden Jokowi tentang guyonan tampang Boyolali yang viral, mengingat sosok mantan Walikota dan mantan Gubernur DKI Jakarta juga punya hubungan kekerabatan.

Presiden Republik Indonesia, Jokowi hanya cekikikan setelah mendengarkan pertanyaan yang di ajukan dan pergi meninggalkan media yang masih terbengong menunggu jawaban. Sayangnya, Jokowi enggan memberikan tanggapan atas pertanyaan tersebut.

Dalam Pidato yang disampaikan Jokowi menyebutkan, bahwa masyarakat membutuhkan pemimpin yang punya kemampuan melakukan komunikasi tanpa marah - marah sehingga komunikasi dapat terjalin dengan baik. Dalam memberi tanggapan tersebut, Jokowi memberikan contoh gaya pidato Oesman Sapta Odang (OSO) tegas namun tidak otoriter dan tidak marah-marah. Jokowi dalam pidato tersebut, tidak menjelaskan sosok yang digambarkan marah-marah.