Mohon tunggu...
Hamdani
Hamdani Mohon Tunggu... Konsultan

Ekspresikan Pikiran Melalui Tulisan

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Hindari Penyakit Ini agar Perusahaan Tumbuh Sehat

5 Mei 2019   06:29 Diperbarui: 5 Mei 2019   06:35 174 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hindari Penyakit Ini agar Perusahaan Tumbuh Sehat
Ilustrasi pelayanan bagian depan Kantor BPJS Kesehatan | dokumentasi pribadi

Tidak ada satupun perusahaan di dunia ini menginginkan merugi dan bangkrut. Bahkan jika dapat, perusahaan yang telah didirikan dapat bertahan untuk selamanya hingga bisa diwariskan kepada anak cucu.

Namun keberlangsungan usaha perusahaan kadang kala terganggu oleh berbagai jebakan dan penyakit-penyakit yang terkadang dianggap sepele oleh pemilik perusahaan namun bisa berdampak serius bagi perjalanan usaha perusahaan jika tidak diatasi dengan cepat.

Beberapa penyakit yang kerap terjadi dalam perusahaan terutama pada manajemen yang diterapkan oleh pengelola adalah sebagai berikut:

Ketidakpuasan  karyawan

Bicara masalah kepuasan, memang sudah kodratnya manusia itu memiliki ambisi yang tidak pernah ada puasnya. Setiap segala sesuatu yang telah berhasil dicapai, namun ingin mencapai lebih tinggi lagi. Begitu pula dalam hal nafsu, manusia tidak akan pernah puas dengan nafsunya.

Perasaan tidak puas pada dasarnya adalah sesuatu yang bersifat manusiawi. Siapapun pasti memiliki perasaan tidak puas dari hasil yang telah diraihnya. Begitu pula perasaan tidak puas pada diri manusia khususnya pada karyawan perusahaan juga sesuatu yang wajar.

Namun jika ketidakpuasan karyawan memberikan dampak yang tidak baik bagi perusahaan, seperti menurunnya kinerja mereka, hal yang demikian tidak dapat dibiarkan.

Perusahaan harus dapat mencari sebab dan juga memberikan solusi yang terbaik bagi karyawan itu sendiri maupun perusahaan sehingga kedua belah pihak sama-sama puas.

Isu negatif

Isu negatif akan melahirkan prasangka dan keraguan bagi sebuah lingkungan kerja perusahaan. Jika isu negatif berlaku di pasar, maka kegiatan pemasaran akan terganggu. Beredarnya isu-isu negatif yang berkaitan dengan situasi dalam perusahaan pastinya dapat mengganggu suasana.

Isu-isu negatif yang mungkin dilemparkan oleh pihak-pihak tertentu dan bahkan sengaja diciptakan oleh oknum pimpinan yang menginginkan keresahan pada dasarnya tidak dapat dibiarkan beredar secara meluas dan mengganggu pekerjaan dan kenyamanan karyawan.

Untuk itulah perlunya manajemen dan pemilik perusahaan untuk meredam dan mengatasi isu-isu tersebut.

Contoh-contoh isu negatif yang sering terjadi dan beredar di perusahaan yaitu; isu adanya PHK, isu pergantian pejabat, isu pemotongan gaji, isu perpecahan antar departemen dan karyawan, isu adanya manejer bayangan, dan lain-lain.

Korupsi tak kelihatan

Penyakit lainnya dalam perusahaan yang juga dapat melemahkan kemampuan perusahaan di dalam operasi usahanya adalag adanya perilaku korupsi tak kelihatan yang dilakukan oleh orang-orang tertentu.

Perilaku kecil-kecilan yang dilakukan oleh karyawan tertentu di dalam perusahaan tidak bisa dianggap remeh karena dapat menyebabkan biaya operasional perusahaan menjadi besar namun tidak memberikan tambahan output yang dihasilkan.

Korupsi tidak kelihatan ini dapat berupa; pemakaian aset perusahaan bukan untuk keperluan pekerjaan, seperti pemakaian mobil perusahaan, pengambilan kertas untuk kepentingan pribadi, pemakaian gedung tidak untuk kepentingan perusahaan, atau penggunaan inventaris perusahaan lainnya secara berlebihan untuk kepentingan perusahaan.

Korupsi tidak kelihatan ini harus dapat diatasi karena dapat menyebabkan ketidak-efesienan dalam aktivitas perusahaan, terutama para pimpinan dapat menunjukkan kejujuran dan ketauladannya bagi karyawan.

Enggan melayani dengan baik

Banyak perusahaan maju pada awalnya kemudian perlahan-lahan ditinggal konsumen dan setelah itu bangkrut dan terpaksa tutup karena disebabkan oleh masalah sederhana.

Masalah sederhana tersebut adalah soal pelayanan dan fasilitas pelayanan yang disediakan dengan baik oleh perusahaan.

Pelayanan yang dimaksud meliputi kemudahan akses, baik akses informasi maupun lainnya, kemudian kenyamanan pelayanan yang diperoleh konsumen atas pelayanan yang diberikan pihak  perusahaan.

Dalam bidang pelayanan, apapun intervensi yang dilakukan oleh penyedia layanan haruslah mencapai tujuan pelayanan itu sendiri yaitu dapat meninggalkan kesan dan pengalaman menyenangkan dihati pelanggan.

Oleh karena itu jika pelayanan yang kita berikan begitu buruk, maka tak pelak konsumen akan memperoleh pengalaman buruk atas layanan kita. Pada akhirnya mereka enggan untuk berhubungan lebih lanjut.

Perusahaan harus memberikan perhatian secara lebih serius dalam hal penyampaian layanan kepada konsumen oleh karyawan bidang FO (front office). Agar mereka tidak melakukan kesalahan baik secara sikap apalagi secara lisan dan langsung.

Apabila didapati adanya keluhan yang disampaikan oleh pelanggan atau konsumen, maka perusahaan harus segera menemukan sumber masalah dan memberikan solusi secepatnya agar keluhan tersebut tidak berubah menjadi isu negatif yang meluas. (*)

VIDEO PILIHAN