Mohon tunggu...
Candra D Adam
Candra D Adam Mohon Tunggu... Lainnya - The Man From Nowhere

Pecinta Sepak Bola - Penulis (ke)Lepas(an)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Emha Sang Selebriti dan "Anaknya" yang Bernama "Maiyah"

11 Desember 2021   19:16 Diperbarui: 28 Januari 2022   04:17 1203
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Emha Ainun Nadjib di Padhangmbulan pada 1990. (Dok. caknun.com via wikimedia.org)

Suatu malam di acara Indonesia Lawyer's Club  (ILC), salah satu program fenomenal di TV One, kira-kira beberapa tahun yang lalu, Karni Ilyas sang Presiden ILC pernah berucap yang kurang lebih begini: "Bagi saya Selebriti itu ya Emha Ainun Najib (Cak Nun), itulah Selebriti".

Saya sendiri agak kaget ketika Pak Karni menyebut nama Emha, bagi Para Pegiat Maiyah dan Pengagum Sosok Cak Nun pasti sudah mengetahui bagaimana "hubungan" Cak Nun dengan "Televisi" di Indonesia. Sudah sejak lama Cak Nun hampir sering mengatakan bahwa ia "puasa" dari "Tv", kurang lebih sejak jatuhnya orde baru sebagai penanda era Reformasi dimulai, dimana Cak Nun cukup aktiv terlibat di dalamnya.

Alasannya mungkin bisa kita lihat sendiri dalam ceramah-ceramah Cak Nun yang banyak terdokumentasikan dan ditayangkan di banyak platform Video. Dari acara ILC-nya Pak Karni hingga Talkshow-nya Mbak Nana (Mata Najwa), semua seakan sulit untuk mengundang Cak Nun, dan itu diakui oleh Najwa Sihab sendiri berulag kali ketika sedang sepanggung dengan Cak Nun dan tentunya dalam acara-acara yang sifatnya Off Air.

Di Luar "Hubungan" Cak Nun dan "Tv" tadi, yang membuat saya agak kaget adalah soal penyebutan Emha sebagai seorang Selebriti oleh Karni Ilyas, padahal bagi para pengagum Cak Nun dan Para Pegiat Maiyah, Cak Nun punya banyak "julukan" diantaranya Cendikiawan, Kiyai, Filsuf, Aktivis, Penulis, Kolumnis, Sastrawan cum Seniman.

Saya pribadi sebagai penggemar Cak Nun -Meskipun bukan Pegiat Maiyah- baru mengetahui bahwa Cak Nun punya "julukan" lain yaitu Selebriti, dan saya baru mendengar ini setidaknya dari Seorang Jurnalis Senior, Karni Ilyas. Untuk mengobati rasa penasaran saya mngenai definisi dan arti 'Selebriti', saya mencoba untuk mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dan beberapa literatur lainnya.

Menurut KBBI, Selebriti adalah orang yang terkenal atau masyhur (biasanya tentang artis). Sedangkan menurut Wikipedia,  Selebriti atau Selebritas (Bahasa Idonesia) adalah orang terkenal lantaran terlalu dekatnya dengan dunia pemberitaan (pers), dan masih menurut Wiipedia Kata selebritas dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari celebrity dalam bahasa Inggris. Celebrity berakar dari kata celebrate yang artinya 'rayakan', 'merayakan'. Dan menurut kamus Oxford Selebrtii adalah orang yang populer/terkenal.

Kenapa saya bisa kaget dengan "Julukan" Selebriti yang disematkan kepada Emha oleh Karni Ilyas? Mungkin sama dengan anda, yang kita ketahui bahwa Selebriti/Selebritas selalu identik dengan Bintang Film, Penyanyi, Bintang Sinetron, Musisi, dan "Golongan" Artis lainnya yang berkecimpung di dunia Entertainment atau yang setidaknya rajin "nampang" dan "mondar-mandir" di "Tv".

Padahal kata 'Artis' dalam bahas sehari-hari kita juga sudah mengalami pergeseran makna, masih menurut KBBI Artis adalah ahli seni; seniman, seniwati (seperti penyanyi, pemain film, pelukis, pemain drama); -- tamu artis terkenal yang ikut dalam pertunjukan drama dan sebagainya sebagai tamu dan dalam pertunjukan yang terbatas;, sedangkan untuk arti kata Entertainment yaitu terjemahan dari Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia yang Berarti Hiburan.

Dari definisi dan pergeseran-pergeseran makna tersebut, setidaknya kita bisa menerima dan memahami kenapa seorang wartawan senior sekaliber Karni Ilyas menyematkan "Julukan" Selebriti kepada Emha Ainun Najib, bukan bermaksud meninggikan dan mengkultuskan sosok Cak Nun serta Merendahkan Para Selebriti yang hilir mudik di Tv.

Saya sebagai orang yang percaya dengan Islam dan Jawa tentunya mempercayai pula bahwa setiap manusia yang terlahir di Bumi punya Maqom-nya sendiri-sendiri, tentunya hal ini akan menimbulkan perdebatan sendiri, tapi akan terlalu Panjang jika saya membahas tentang Maqom, mungkin di lain waktu bisa saya bahas. Yang jelas bagi saya, sosok Emha Ainun Najib memang pantas disebut sebagai Selebriti, amin kepada ucapan Karni Ilyas tadi.

Bagi saya Cak Nun memang Selebriti, bahkan saya mengenal Cak Nun -setidaknya dalam bacaan dan imajinasi saya- bahkan ketika saya masih sangat belia, kira-kira usia 5-6 Tahun, di akhir Tahun 90an saya sudah membaca tulisan-tulisan dan pemberitaan tentang Cak Nun. Kebetulan Ayah saya adalah seorang yang cukup senang membaca, begitu juga dengan Ibu saya, hari-hari kami hampir selalu diisi dengan bacaan-bacaan mulai dari Koran, Tabloid, dan buku-buku bacaan lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun