Mohon tunggu...
eLizabeth AP Prayitno
eLizabeth AP Prayitno Mohon Tunggu... Blogpreneur -

Empowerment through blogging Autism Awareness Parents

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Pendidikan Kesehatan Reproduksi Sejak Dini, Pesan yang Belum Tersampaikan Hingga Kini

26 Juli 2016   00:00 Diperbarui: 26 Juli 2016   00:26 75
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Sex, seks, seksi, sensual, vagina,penis...kata-kata yang berefek mejik bagi penyebut maupun pendengarnya.Wajahnya akan memerah seketika, segera memalingkan muka, bahkan segeramenghindar dari pembicaraan. Itulah yang sering dan masih terjadi padalingkungan saya.

Apakah keistimewaan kata-kata tersebut? Jikamengacu pada kamus, kata-kata ini menyangkut istilah organ reproduksi. Semuaorang masing-masing pasti memilikinya.

Mengapa efeknya begitu dahsyat? Adakahtersembunyi sesuatu? Atau pikiran kita saja yang beranggapan begitu? Asumsiyang tersimpan selama ini, bahwa kata-kata itu tabu. Mungkinkah hal ini keliru?

ApakahKesehatan Reproduksi Itu?

Kesehatan Reproduksi adalah suatu keadaankesehatan yang sempurna, baik secara fisik, mental dan sosial, dan bukansemata-mata terbebas dari penyakit maupun kecacatan dalam segala aspek yangberhubungan dengan sistem, fungsi dan proses reproduksi. Begitu juga definisimenurut WHO.

Jadi, mengapa dianggap tabu? Padahal semuaterkait bagian tubuh kita yang berfungsi alami. Setiap orang mempunyainya.Mengapa seolah-olah kita cenderung tertutup membahasnya, seperti rahasia yangharus disembunyikan.

PahamiKesehatan Reproduksi Itu Perlu, Bukan Tabu

Kesehatan reproduksi berkembang dan berubah.Seiring bertambahnya usia, pertanda balik, saat anak-anak menjadi remaja. Jikaterus dirahasiakan, bagaimana anak-anak dan remaja kita tahu. Tidaklah mungkinkita mengajarkan secara sembunyi-sembunyi. Atau sepotong-sepotong karenasungkan.

Efeknya pesan kita tidak tersampaikan denganjelas. Hanya menduga-duga.  Bisa timbul salah penafsiran. Cara berpikirremaja kita bisa keliru. Edukasi tidak berjalan sesuai yang diharapkan.Akibatnya terhadi penyimpangan pada perilaku. Mungkinkah ini menjadi penyebabkrisis mental yang merebak belakangan ini.

KesehatanReproduksi Remaja Putri dan Putra Berbeda

Perbedaan inilah yang menyebabkan keunikan.Sehingga menimbulkan rasa ingin tahu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun