Ekonomi

Pedoman Teknik Budidaya Cabe Jawa untuk Menaikkan Hasil Produksi Cabe

14 September 2017   09:55 Diperbarui: 14 September 2017   10:16 327 0 0

Cabai menjadi salah satu bagian pertanian yang mempunyai harga guna tinggi. Cabai adalah salah satu bagian pokok bumbu dapur yang telah menjadi keperluan setiap hari.

Akan tetapi faktanya di lapangan, saat budidaya cabai masih muncul beberapa kesulitan, diantaranya ialah teknik Budidaya Cabe Jawa yang kurang tepat, minimnya kandungan hara yang dibutuhkan buat perkembangan tanaman, dan juga cara menangani hama dan penyakit.

PT Natural Nusantara yaitu perusahaan yang bergelut di dunia agrobisnis, serta telah memiliki pengelaman dalam mengatasi masalah -- masalah di dunia pertanian. Dibantu dukungan SDM yang baik akan menghasilkan teknik berbudidaya cabe yang benar, dan dengan adanya produk unggul pupuk hayati dan pestisida organik diharapkan dapat memberikan produksi yang sesuai harapan.


Teknik Budidaya Cabe

Fase Pra Tanam

1. Pengolahan Lahan

  • Sebarkan pupuk kandang yang sudah matang ke lahan dengan anjuran 0,5 -- 1 ton per 1.000 m2.
  • Lahan selanjutnya diaduk, lalu biarkan selama kurang lebih semiunggu.
  • Berikan dolomit sejumlah 0,25 ton per 1.000 m2.
  • Selanjutnya buat bedengan dengan dimension lebar 100 cm dan parit dengan lebarnya 80 cm
  • Lakukan penyiraman menggunakan SUPERNASA sebanyak 1 botol, atau menggunakan POC NASA sebanyak 1 -- 2 botol. Cara penyiramannya yaitu sebagai berikut :

SUPERNASA : Campurkan sebanyak 1 Botol SUPERNASA dengan 3 liter atmosphere untuk sebagai larutan induk. Selanjutnya dalam 200 cc larutan pokok dicampur sama 50 liter atmosphere guna penyiraman pada bedengan. Cara lainnya dengan menggunakan 1 peres sdm SUPERNASA dicampur dengan air sebanyak 1 gembor (volume 10 liter) untuk penyiraman pada bedengan kurang lebih 5 -- 10 cm.

POC NASA : Membutuhkan sebanyak two hingga 4 tutup botol POC NASA ditambahkan dengan atmosphere sebanyak 1 tangki (quantity 10 liter).

  • Campur Natural Glio dosis 100 hingga 200 gram (1 - 2 sachet|bungkus}) dengan kompos sebanyak 50 hingga 100 kg biarkan kurang lebih 1 minggu lalu dipakai untuk disebarkan ke bedengan kurang lebih 5 sampai 10 cm.
  • Tutup bedengan menggunakan mulsa plastik yang telah diberi lubang dengan jarak tanamnya 60 cm x 70 cm menggunakan pola zig zag, lalu biarkan kembali kurang lebih 1 - 2 minggu.

2. Persiapan Benih Cabe

Siapkan bibit cabai sebanyak 1 sampai 2,5 sachet biji cabe guna kebutuhan lahan penanaman setiap 1000 meter persegi. Lalu rendam benih dengan POC NASA pakai aturan 0,5 sampai 1 tutup botol dengan 1 liter air hangat kemudian diperam selama satu malam.


Tahap Persemaian Budidaya Cabe (0 hingga 30 Hari)

1. Sarana Tanam Benih Cabe

Tempat persemaian terletak menghadap ke timur dengan dibuat naungan di atapnya dengan plastik atau rumbia. Sarana tumbuh benih terbuat dari campuran tanah dengan kompos yang telah disaring. Gejala akibat serangannya tanaman akan layu secara mendadak, kering dan berguguran. Penanggulangannya ialah membuang tanaman yang terserang agar meminimalisir persebaran penyakit, menyebarkan Natural Glio dari awal.

  • Penyakit Bercak Daun (Cercospora capsici)

Serangan akibat cendawan ini terjadi ketika musim hujan diawali mulai daun tua dari lapisan bawah. Ciri dari penyakit ini akan nampak bercak dengan macam-macam ukuran bagian daerah tengah memiliki warna abu--abu atau putih dan berlubang maupun sobek. Daun menjadi mati sebelum masanya, kemudian berguguran tersisa buah dan cabangnya saja dan buah rusak sebab terbakar sinar matahari. Biasakan lakukan pengamatan pada daerah daun tua.

  • Lalat Buah (Dacus dorsalis)

Ciri dari serangan lalat buah ini adalah buah menjadi berlubang karena dagingnya termakan oleh belatung yang masuk kedalam daging buah. Kebanyakan buah kerap gugur awal dan bentuknya berubah. Lubang yang ada pada buah menjadikan bakteri pembusuk lebih gampang masuk sehingga buah membusuk basah. Lakukan pengamatan di buah yang busuk lalu kumpulkan serta dimusnahkan. Untuk menghilangkan lalat buah pakai perangkap Natural Metilat Lem 40 buah setiap hektar.

  • Penyakit Busuk Buah (Antraknosa)

Gejala awal dari serangan penyakit ini yakni terlihat bintik-bintik pada buah yang busuk kemudian bertambah banyak serta berubah berwarna oranye, hitam atau abu--abu. Di daerah tengah bintik terlihat garis--garis melingkar penuh serta titik jamur berwarna hitam. Jika terjadi serbuan parah akan berakibat seluruh bagian buah akan kering. Pengamatan dilakukan terhadap buah yang berwarna merah dan hijau. Lakukan pengendalian dengan mengunpulkan buah yang berpenyakit serta dimusnahkan. Bila terjadi serangan hebat sebarkan Natural Glio di dekat perakaran tanaman.

6. Kebutuhan total pupuk kimia tiap lahan 1000 m2 :

  • usia 1 -- 4 minggu : Urea 7 kg, SP 36-7 kg, KCL 7 kg
  • umur 5 hingga 12 minggu : Urea 56 kg, SP-36 28 kg, KCL 28 kg


Waktu Panen serta Setelah Panen

1. Masa Panen

Cabe akan panen pertamakali waktu umur 60 -- 75 hari. Kemudian untuk panen kedua dan panen selanjutnya yaitu tiap two hingga 3 hari dengan angka panen bisa hingga 30 -- 40 kali bahkan lebih. Tergantung pada ketinggian tempat dan cara budidaya cabainya. Sesudah panen ketiga, semprotkan POC NASA dan HORMONIK dan diberi pupuk kembali pakai perbandingan seperti diatas.

2. Cara Panen

Kegiatan pemetikan cabai sebaiknya dilakukan saat pagi hari setelah embun kering. Petik buah cabai yang tingkat kematangannya kira-kira 80 percent (tidak terlalu tua). Proses pemilihan cabai dapat dilakukan dengan langsung di lahan. Buah yang busuk dikumpulkan serta dibuang untuk upaya pengendalian terhadap berkembangnya hama dan penyakit. Setelah hasil panen terkumpul simpan hasil panen di tempat yang teduh.

Cukup sekian sedikit hints mengenai cara menanam cabai pakai teknologi NASA. Semoga dengan teknik tersebut bisa memberikan hasil yang best dan didapatkan hasil panen cabe dengan mutu baik, baik dari sisi mutu, angka panen dan kondisi lingkungan.