Mohon tunggu...
Buyung Okita
Buyung Okita Mohon Tunggu... Spesialis Nasi Goreng Babat

Mantan Pembalap Odong-odong

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Loyalitas dan Budaya Orang Jepang Terhadap Profesinya

6 Agustus 2020   20:25 Diperbarui: 7 Agustus 2020   13:07 349 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Loyalitas dan Budaya Orang Jepang Terhadap Profesinya
Karyawan di Jepang Berangkat Bekerja/www.straitstimes.com

Jepang terkenal dengan etos bekerjanya yang tinggi dan bahkan seorang karyawan rela bekerja lembur tanpa dibayar. Orang jepang juga dikenal setia terhadap tempatnya bekerja, dan hampir tidak berpindah-pindah tempat kerja atau berganti profesi.  Meskipun tetap saja fenomena pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya dan berganti profesi tetap dapat ditemui di Jepang.

Japanese Statistics Bureau dalam laporannya mengumumkan bahwa dewasa ini ratio tingkat untuk berpindah tempat kerja dan berganti preofesi masyarakat Jepang mengalami peningkatan. Data tersebut menyatakan bahwa rasio orang yang berusia 20-34 memiliki trending yang lebih tinggi daripada rentang usia 35-60 untuk berganti profesi atau pindah tempat kerja.

Kita di Indonesia mengetahui bahwa alasan yang sering kali menjadi dasar seseorang mempertimbangkan dirinya untuk berpindah kerja diantaranya adalah ingin meningkatkan pengalaman dan kemampuan diri, adanya prospek jenjang karir yang lebih baik, tempat kerja yang lebih baik dan gaji yang lebih kompetitif. 

Berbeda dengan orang Indonesia, orang Jepang cenderung memutuskan untuk berganti profesi dan berpindah tempat kerja dikarenakan unsur keluarga, dan kekhawatiran akan kondisi perusahaan, yaitu apakah kondisi keuangan dan perkembangan perusahaan saat ini mengalami kemajuan ataukah stagnan bahkan menurun. Meskipun sangat jarang ditemui, turun posisi dalam menempati suatu jabatan menjadi salah satu alasan orang Jepang untuk pindah pekerjaan ke tempat lain.

Sedikit berbeda dengan kultur kita bukan ? Lalu muncul pertanyaan kenapa orang Jepang enggan berpindah kerja di tempat lain ? Hal itu  karena secara umum, perusahaan Jepang menerapkan sistim status "karyawan tetap" dalam kebijakan kepegawaiannya. 

Alasan lainnya adalah perusahaan memberikan gaji lebih kepada karyawan dikarenakan loyalitas karyawan terhadap perusahaan dan berdasarkan senioritas. Bertahan lama bersama dengan stau perusahaan memberikan hak karyawan untuk mendapatkan gaji yang lebih besar, hari cuti yang lebih banyak dan berbagai keuntungan lain. 

Karena itu berganti profesi dan pindah tempat kerja merupakan hal yang jarang ditemui pada orang Jepang. Ditambah adanya stigma bahwa seseorang yang sering berpindah-pindah kerja merupakan seseorang yang tidak loyal dan memiliki maslaah dengan perusahaan yang sebelumnya memperkuat alasan tersebut.

Terlepas dari itu, akan menarik jika kita melihatnya dari sisi budaya yang telah mengakar, yang menjadikan orang Jepang memiliki budaya kerja yang demikian.  Budaya seperti itu sudah terbentuk 260 tahun lebih ketika zaman era keshogunan Tokugawa di Zaman Edo. Jepang memiliki kelas sosial yang sangat ketat pada era keshogunan Tokugawa atau era Edo. 

Kelas sosial itu adalah Aristokrasi yang terdiri dari Kaisar, keluarga dan keturuannya, Shogun selaku kepala pemerintahan dan tuan tanah yang disebut dengan Daimyo. Sedangkan kelas sosial masyarakat umum dibagi menjadi empat yaitu Samurai sebagai yang tertinggi, petani, pengrajin dan pedagang. Struktur masyarakat seperti itu diperketat dan diperjelas karena pemerintahan Tokugawa menginginkan kestabilan secara politik, sosial dan ekonomi

Masyarakat pada era feudal merupakan masyarakat komunitas yang hidup dalam satu wilayah yang dikuasai tuan tanah yang disebut Daimyo. Daimyo merupakan seorang bangsawan dan seorang Samurai dengan pangkat tinggi yang biasanya memiliki garis keturunan dari keluarga kaisar atau garis keturunan bangsawan yang lain yang sudah ada. Daimyo juga memiliki  Samurai yang bekerja untuk melayaninya.

Samurai secara turun temurun bekerja dan melayani keluarga bangsawan dan Daimyo sebagai tentara, polisi, birokrat, administrator dll. Seorang Samurai tidak dapat berpindah loyalitas dan malanggar sumpah dan pergi untuk melayani keluarga bangsawan lain di daerah yang berbeda. Karena seorang Samurai haruslah setia terhadap satu keluarga bangsawan saja. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN