Mohon tunggu...
Eko Nurhuda
Eko Nurhuda Mohon Tunggu... Penulis - Pekerja Serabutan

Menuliskan apa saja yang menarik hati, terutama sepak bola dan sejarah. Apresiasi boleh disalurkan melalui https://trakteer.id/bungeko. #YNWA

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Memetik Hikmah dari Kegagalan Indonesia di Piala AFF U19 2022

11 Juli 2022   12:53 Diperbarui: 12 Juli 2022   17:31 843 11 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Para pemain Indonesia U19 menyapa para penonton usai mengalahkan Filipina, Jumat (8/7/2022) malam WIB. FOTO: Tribunnews/JEPRIMA

TIMNAS Indonesia dipastikan gagal lolos ke semifinal Piala AFF U19 2022. Meski tampil trengginas dengan tak terkalahkan dan menjadi tim paling subur, nasib tak beruntung harus diterima. Garuda Nusantara kalah rekor head-to-head dengan Vietnam dan Thailand.

Para pemain jelas sedih, pelatih Shin Tae-yong tampak kecewa dan sedikit sinis terhadap partai Vietnam vs Thailand, sedangkan media sosial dipenuhi sumpah serapah netizen yang meradang. Tudingan bahwa dua rival tersebut sengaja main mata merebak luas.

Tentu saja ini kenyataan yang sangat menyesakkan. Esensi dari kompetisi adalah melahirkan tim terbaik, dicerminkan dari hasil pertandingan dan jumlah gol yang dicetak. Indonesia memenuhi semua unsur itu, tetapi harus terganjal oleh regulasi yang baru diaplikasikan sejak gelaran tahun ini.

Kalau menurutkan emosi, rasa kecewa dan kesal di hati ini tak akan pernah berkesudahan. Karena itu, alih-alih terus-terusan memendam amarah dan kecurigaan, lebih baik kita move on.

Dunia sepak bola Indonesia tidak berhenti berputar hanya karena gagal lolos ke semifinal Piala AFF U19 2022. Toh, ada banyak hikmah yang dapat dipetik dari kegagalan ini, untuk kemudian dijadikan pelajaran di masa mendatang.

Berikut beberapa hal yang menurut saya musti terus dibenahi dalam diri timnas Indonesia:

1. Sering Lambat Panas

Timnas Jerman mendapat julukan Tim Diesel karena seringkali lambat panas ketika mengikuti sebuah turnamen. Der Panzer kerapkali mengawali kiprah dengan performa buruk di awal, sebelum perlahan-lahan membaik setelah 2-3 pertandingan dan akhirnya membuat kejutan. Seperti terjadi pada Piala Dunia 1954.

Indonesia juga sering begini. Pada Piala AFF 2020 lalu, timnas sempat kerepotan kala menghadapi Kamboja di partai awal. Bahkan gawang Nadeo Argawinata bisa dua kali jebol, sehingga skor akhir 4-2.

Performa tim asuhan Shin Tae-yong perlahan membaik dengan mengalahkan Laos 5-1 di laga kedua. Dilanjutkan hasil imbang 0-0 menghadapi Vietnam, lalu dipuncaki dengan comeback sensasional kala menghabisi Malaysia 4-1 di partai pamungkas fase grup.

Performa Marselino Ferdinan, dkk. di Piala AFF U19 2022 setali tiga uang. Mereka membuang banyak peluang emas kala menghadapi Vietnam di partai pembuka. Hasil akhirnya 0-0. Sempat tampil bagus di babak pertama melawan Brunei Darussalam, performa di babak kedua berubah jeblok.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan