Mohon tunggu...
Mei BungaFirdayani
Mei BungaFirdayani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Perempuan Hebat

Life with positive vibe!

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Home Schooling sebagai Bentuk Alternatif Model Pendidikan

30 November 2021   22:50 Diperbarui: 30 November 2021   23:10 416
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ruang Kelas. Sumber Ilustrasi: PAXELS

Home Schooling Sebagai Bentuk Alternatif Model Pendidikan

Inovasi pendidikan dapat diartikan sebagai hal baru, hasil penemuan baru, atau baru ditemukan untuk mencapai tujuan pendidikan atau memecahkan masalah pendidikan nasional. Inovasi dalam pendidikan harus terus ditingkatkan, karena masih banyak persoalan pendidikan di Indonesia yang belum tertangani dengan baik oleh metode konvensional. 

Metode yang telah ada belum mampu mengakomodir keberagaman yang dimiliki oleh peserta didik baik dari kecerdasan, karakter, latar belakang, perkembangan fisik minat, mental, bakat, gaya belajar dan lain sebagainya. Fakta yang ada juga menunjukkan bahwa proses pendidikan di sekolah formal belum mampu memberi suasana yang aman, nyaman, menyenangkan, dan membangkitkan semangat peserta didik dalam mengembangkan bakat, minat dan potensi dirinya secara optimal (Muhtadi, 2012).

Sekolah formal umumnya memperlakukan beragam karakteristik siswa secara seragam atau pukul rata. Melihat realitas yang ada, sebagian masyarakat yang yang sangat peduli dengan perkembangan anak-anak mereka, menjadikan fenomena sekolah formal sebagai kekawatiran tersendiri. Hal tersebut menjadi salah satu faktor berkembangnya metode pendidikan berupa home schooling. Home schooling diharapkan menjadi alternatif yang mampu menjawab berbagai permasalahan yang terjadi pada sekolah formal.

Pengertian dan Karakteristik Home Schooling

Home schooling merupakan bahasa Inggris, yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya sekolah rumah. Home schooling adalah sekolah alternatif bagi anak yang akan belajar, yang pendidikannya dilaksanakan dengan pendekatan di rumah. Pendekatan di rumah maksudnya adalah pendekatan kekeluargaan, yang yang membuat suasana nyaman sesuai dengan keinginan dan gaya belajar anak, kapan saja, dimana dan dengan siapa saja.

Karakteristik model pendidikan home schooling secara umum adalah sebagai berikut (Muhtadi,2012).

  1. Orientasi pendidikan menekankan pada pembentukan karakter pribadi dan perkembangan potensi bakat, serta minat anak secara alami dan spesifik.
  2. Kegiatan belajar dapat dilaksanakan secara mandiri, bersama orang tua, tutor maupun dalam suatu komunitas.
  3. Orang tua berperan utama sebagai guru motivator, fasilitator, dinamisator, teman diskusi dan teman dialog dalam menentukan kegiatan dan proses belajar.
  4. Keberadaan tutor (guru) adalah sebagai pembimbing dan pengarah minat anak dalam mata pelajaran yang disukainya.
  5. Jadwal kegiatan pembelajarannya fleksibel.
  6. Adanya fleksibilitas pengaturan jumlah jam pelajaran untuk setiap materi pelajaran.
  7. Pendekatan pembelajaran bersifat personal dan humanis.
  8. Proses pembelajaran dapat dilaksanakan kapan saja, di mana dan dengan siapa saja.
  9. Anak diberi kesempatan untuk belajar sesuai minat, kebutuhan, kecepatan, dan kecerdasan masing-masing.
  10. Tidak ada istilah tidak naik kelas, semua anak naik kelas sesuai kecepatan masing-masing.
  11. Evaluasi ujian akhir nasional dapat dilaksanakan kapan saja sesuai kesiapan anak. Untuk Indonesia, ujian akhir nasional dapat ditempuh dengan mengikuti ujian kesetaraan paket A, B dan C.

Tinjauan Pelaksanaan Home Schooling

Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi orang tua yang akan melaksanakan model home schooling. Antara lain menurut Muhtadi (2012):

  1. cinta kepada anak-anak
  2. kreatif
  3. sabar dan bersahabat dengan anak
  4. memahami kebutuhan serta keinginan anak
  5. mengetahui kemampuan dan ketertarikan anak
  6. mau bernegosiasi dan mendengar
  7. fleksibel dan tanggap
  8. memahami kondisi fisik, psikis dan mood anak
  9. berusaha mengetahui standar kompetensi dan standar isi kurikulum nasional yang sudah diakui
  10. memiliki komitmen waktu belajar dengan anak.

Pelaksanaan Home Schooling di Indonesia

Home schooling bukan hal baru dalam dunia pendidikan di Indonesia.  Pada zaman dahulu home schooling pernah digunakan dan cukup banyak tokoh pergerakan nasional yang melaksanakan home schooling di antaranya seperti Ki Hajar Dewantara dan Buya Hamka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun