Mohon tunggu...
Budi Prathama
Budi Prathama Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Kuliah di Universitas Sulawesi Barat. Hobi nulis lepas sambil minum kopi. Ngobrol di IG @budi.prathama

Selanjutnya

Tutup

Love

Menikah Bukan Hanya Sex Doang, Ada Hal Lain yang Perlu Diperhatikan

30 April 2021   05:25 Diperbarui: 30 April 2021   05:31 2029
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Love. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Prostooleh

Menikah tentu suatu keinginan yang memang sering digembor-gemborkan oleh orang-orang, apalagi mereka yang sudah tergolong dewasa. Dengan landasan agar dapat membangun rumah tangga yang harmonis, memiliki keinginan yang hakiki secara tegas dalam menjalani arti pernikahan.

Karena dengan melalui pernikahanlah, hubungan intim antara laki-laki dan perempuan akan sah secara agama. Melalui cara itu jugalah supaya tidak tergolong sebagai orang yang melanggar hukum, entah hukum agama maupun hukum negara. Begitulah kiranya teorinya, yeaa.

Makanya, untuk menghindari perbuatan hubungan intim yang amoral atau biasa dikenal dengan istilah sex bebas, maka jalan salah satunya yang bisa ditempuh yakni dengan menikah. Mengapa, tentu orang yang sudah menikah, maka persexsesannya pun akan bebas dan juga sah secara agama. Mau sex kapan dan dimana saja itu sih terserah. Kan mereka sudah jadi pasangan suami istri, no problem kan.

Ketika berbicara mengenai persexsesan, bisa saja menjadi sesuatu yang sensitif, apalagi kita tinggal di negara yang multi-kultural ini. Melontarkan kata sex, tidak menutup kemungkinan akan mendapat hujatan sebagai orang yang kurang moralitas, dimana terjadi perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai agama. Mungkin itulah mengapa praktik sex bebas sangat dilarang di Indonesia.

Nah, jika kita bercermin di negara-negara bagian barat, mungkin saja persoalan sex bebas tidaklah terlalu menjadi soal yang harus dihujat habis-habisan. Yah, sex bebas kan, ya bebas. Ketika kedua pasangan populasi sama-sama mau, mengapa tidak, itulah hak mereka sebagai manusia, mengapa sampai malah menyudutkannya. Mereka yang mau kok dan mereka juga yang enak. Maka, tentu mereka juga yang mendapatkan segala konsekuensinya.

Ohh iya, di negara kita beda lagi, justru sex bebas tidaklah bebas. Sex bebas di Indonesia masuk kategori perbuatan yang dilarang agama dan negara, sehingga sex bebas menjadi perbuatan yang tidak bebas. Jadi, arti dari sex bebas berbeda dengan praktiknya menjadi tidak bebas, alurnya dari sex bebas tetapi tidak bebas, coba dipikirkan deh. Nah, kalau dipikir-pikir justru semestinya memakai sex tidak bebas, bukan sex bebas. Tapi, entahlah, silahkan dilanjutkan.

Bukannya saya setuju jika praktik sex bebas dibiarkan terjadi begitu saja di Indonesia, tanpa ada batasan moral di dalamnya. Tetapi, yang menjadi persoalan dan sangat disayangkan, jika ada pelaku sex bebas justru dipojokan dan mendapatkan diskriminasi dalam menggapai hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Karena itu jelas tidak demokratis lagi kan.  

Makanya, jika ingin sex tanpa dilarang oleh siapa pun, maka menikah akan menjadi jurus ampuhnya. Saya pribadi tidak heran jika banyak orang yang pengen cepat-cepat nikah dengan tujuan agar dapat segera melakukan sex secara sah. Ya, memang sih harusnya seperti itu, kalun ingin sexmu tidak dilarang oleh agama.

Alhasil, pernikahan pun bukan lagi hal sulit yang dilakukan. Selama kedua belah pihak sama-sama mau, maka pernikahan pun akan mudah terjadi. Dan melalui momen itulah, maka sex juga pun akan mudah dilakukan.

Ohh iya, saya sering mendengar lontaran ucapan bahwa dengan menikah, maka akan menikmati surga dunia. Kebayang saat setelah menikah, tentu malam pertama akan menjadi dambaan oleh setiap orang yang sudah menikah agar dapat melakukan sex semaunya.  

Emmm, ya gampang saja sih, jika memang tujuan menikah hanya untuk sex doang. Tetapi, sebenarnya bukan itu saja, ada hal lain yang perlu juga diperhatikan. Misalnya, apa yang harus dikerjakan setelah menikah?, bagaimana membangun rumah tangga agar dapat tetap kokoh meskipun pertengkaran dan ketidaksepahaman terjadi antara kedua belah pihak?. Dan terpenting bagaimana saling menerima kekurangan?.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun