Mohon tunggu...
Budiman Hakim
Budiman Hakim Mohon Tunggu... Administrasi - Begitulah kira-kira

When haters attack you in social media, ignore them! ignorance is more hurt than response.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Berderma Kata

20 April 2020   11:45 Diperbarui: 20 April 2020   11:57 163
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Komen Meta (Dokpri)

Di salah satu group WA yang saya ikuti, ada seorang member bernama Vito. Saya suka banget sama dia. Dan percaya gak? Alasan saya suka sama dia, sepele banget. Karena Vito selalu merespon semua orang yang posting ke group. Vito sendiri jarang posting ke group. Tapi dia rajin sekali merespon postingan yang masuk ke group. Meskipun itu cuma postingan broadcast atau hasil forward dari group sebelah, dia tetep membalasnya.

Tiap ada yang posting topik motivasi, dia akan merespon, "Wah, postingan ini membuat gue semakin optimis menghadapi hidup. Thanks, Bro."

Kalo ada yang posting tentang sulap atau cerita lucu, dia akan nyaut, "Menghibur banget! Makasih, Bro."

Ketika ada yang ngirim tentang teknologi, dia akan membalas, "Luar biasa! Membuka wawasan sekali. Sering-sering posting kayak ginian, Bro."

Jika ada yang memposting tulisannya sendiri, Vito nyaut lagi, "Wah, tulisan lo mencerahkan sekali. Ditunggu tulisan berikutnya, Bro."

Pokoknya respon dari Vito sangat menyejukkan. Saya aja bacanya seneng banget. Apalagi orang yang direspon, kan? Iseng-iseng saya japri dia, "To, lo rajin banget merespon postingan orang? Kan dia ngirim konten itu bukan spesifik ke elo."

Gak butuh waktu lama dia langsung ngejawab, "Gue memang lagi berderma kata, Om Bud. Hehehe..."

"Maksudnya gimana, tuh, berderma kata?" tanya saya penasaran.

"Ada temen gue curhat. Katanya dia kesel karena sering posting ke group tapi gak ada yang merespon. Dia bilang member di group gak apresiatif. Gak ada etika."

"Sumpe lo? Ada orang mikirnya sampe begitu?" tanya saya takjub.

"Serius! Tadinya gue kira dia cuma curhat doang. Eh, gak taunya beneran marah. Marah besar!"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun