Mohon tunggu...
Budi Susilo
Budi Susilo Mohon Tunggu... Wiraswasta - Man on the street.

Nulis yang ringan-ringan saja. Males mikir berat-berat.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Pecel di Tikungan Sana

29 September 2022   20:18 Diperbarui: 29 September 2022   21:07 221 43 23
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto sepiring pecel dan tempe goreng (dokumen pribadi)

Dibanding tempat lain, ia lebih menyukai berlama-lama menyantap sepiring pecel di tikungan sana. Tepat di sudut belokan ketiga dari tempat kosnya.

Di sana, di mana pohon trembesi dekat taman bunga-bunga memayungi gerobak dan tempat duduk. Hanya saja ketika awan hitam berkerumun, sang penjual akan menambahkan terpal demi melindungi pelanggan dari kemungkinan munculnya terpaan hujan.

Biasanya hujan turun sebelum sore ketika persediaan bahan-bahan pecel sudah habis. Hujan pagi sampai siang sangat jarang terjadi di kota kecil itu.

Duduk di sana adalah meresapi semilir angin dengan sinar matahari terhalang dedaunan, menikmati atmosfer disuguhkan, dan menyantap pecel di atas piring cokelat.

Bukan pecel ala Blitar atau Madiun atau menurut pemahaman orang-orang di Jawa Timur. Bukan pula seperti gado-gado dengan saus matang, sekalipun kadang-kadang sebagian pelanggan menyebutnya dengan nama gado-gado.

Pecel, atau gado-gado, versi di sana sausnya berupa kacang goreng dihaluskan bersama gula merah, garam, sedikit air asam yang kemudian diaduk dengan potongan lontong dan aneka sayur rebus.

Ia sangat menyukainya. Tepatnya, murah dan mudah ditelan dalam rangka meredam pergolakan di dalam lambung. Ditambah, ya itu tadi, kesejukan alam dan keindahan panorama.

Memuaskan pandangan adalah alasan utama. Membuatnya betah berada di tikungan sana. Berlama-lama seraya mewawancarai penjual.

Bertanya mengenai hasil penjualan dibanding uang telah dibelanjakan. Juga bersoal tentang bahan-bahan pembentuk pecel. Padahal jelas-jelas terlihat nyata tampah bambu berisi kubis, kacang panjang, bayam, irisan wortel, kecambah sudah direbus dan kotak plastik berisi tahu sutera digoreng di dekat cobek.

Foto sedang meracik pecel (dokumen pribadi)
Foto sedang meracik pecel (dokumen pribadi)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan