Mohon tunggu...
Budi Susilo
Budi Susilo Mohon Tunggu... Wiraswasta - Man on the street.

Nulis yang ringan-ringan saja. Males mikir berat-berat.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Tinggalkan Baiat NII Demi Keutuhan NKRI

8 Oktober 2021   08:57 Diperbarui: 8 Oktober 2021   09:01 262 41 10
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Membacakan pernyataan pengikut NII kembali ke NKRI (KOMPAS.com/ARI MAU)

Setelah dua tahun berlalu, seorang ayah baru menyadari anaknya mengikuti ajaran menyimpang. Anaknya telah dibaiat sebagai pengikut Negara Islam Indonesia.

Sebetulnya pria Garut itu sempat menyadari adanya perubahan perilaku pada anaknya, yang lebih patuh kepada kelompoknya daripada kepada orang tuanya sendiri.

Berita selanjutnya dapat dibaca di kompas.com: Dugaan Baiat NII Terbongkar Saat Salah Satu Anak Kecelakaan Motor

Seperti apa penyimpangan dimaksud?

Disebut menyimpang, karena –salah satunya—kerap menyatakan kafir kepada pihak selain yang berada di dalam kelompoknya.

Oleh karena kesetiaan kepada “pemimpin” kelompok bersifat mutlak. Pengikutnya didoktrin untuk membiayai gerakan dengan segala cara. Kalau perlu, di antaranya, mencuri harta orang tuanya.

Sahabat saya yang telah almarhum semasa hidupnya pernah ikut kelompok semacam itu. Suatu malam ia mengalami kecelakaan di tempat berlawanan dengan arah tujuan pulang. Jauh pula lokasinya. Untungnya ada teman-teman dekat yang membawa pria lajang itu ke rumah sakit.

Ternyata baru diketahui, setiap hari, setiap malam usai jam kantor, ia menghadiri suatu pertemuan. Menjadi pengikut sebuah kelompok menyimpang. Ia telah dibaiat.

Menurut KBBI pengertian baiat (bai-at, n) adalah:

  1. Pelantikan secara resmi; pengangkatan; pengukuhan;
  2. Isl pengucapan sumpah setia kepada imam (pemimpin);

Pemahaman baiat, kemudian, disalahkan-artikan sebagai sumpah setia yang mengikat, dengan segala cara. Pengikut memasrahkan jiwa, raga, juga harta benda kepada pemimpin kelompok.

Sahabat saya di atas menjual rumah di kawasan semi real estate dan mobil. Hasilnya diserahkan kepada kelompok sesat itu. Sesudah itu ia hidup ngekos dan mengendarai sepeda motor untuk hilir mudik. Betapa sahabat saya telah dibodoh-bodohi oleh kelompok tidak jelas, kendati pendidikannya tinggi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan