Mohon tunggu...
Bambang Kuncoro
Bambang Kuncoro Mohon Tunggu... Wiraswasta

Wisdom

Selanjutnya

Tutup

Film

Film: Dark Web, Unfriended

23 November 2020   09:13 Diperbarui: 23 November 2020   09:22 43 4 0 Mohon Tunggu...


Dengan maksud mencari film horor di Netflix, saya bernavigasi ke dalam daftar film.  Cukup banyak pilihan di dalam daftar tersebut, bahkan setelah dicari dengan kata kunci 'horor' jumlahnya masih cukup lumayan.  

Tidak hanya film dari Amerika, tetapi juga dari Indonesia, Thailand, Korea, India, dll.Agar dapat segera menikmati film yang tepat, saya pun mempercepat proses pemilihannya dengan membaca sekilas keterangan yang tersedia.  

Salah satu film cukup menarik, karena graphis/tulisan 'Dark Web' yang 'eye catching'.  Disandingkan dengan keterangan 'horor movie', membuat keingin tahuan saya segera tergelitik.  Belakangan saya baru menyadari ada subjudul kecil 'Unfriended'.  

Jadi ternyata ini adalah kelanjutan dari film Unfriended (1), dengan tokoh yang sama sekali baru (silahkan tonton Unfriended 1 untuk mengetahui kenapa tidak ada tokoh yang lanjut ke Unfriended 2).  Bahkan bisa dibilang tidak ada saling keterhubungan, selain kesamaan tema.

Meskipun di Netflix film ini dikelompokkan sebagai film horor, tapi lebih tepatnya film ini bergenre 'suspense thriller'.  Dalam subgenre ini, film Unfrinded (2015) adalah pelopor, yaitu subgenre "laptop-screen-casting",  dimana hampir seluruh film diceritakan lewat tampilan layar laptop/komputer.  Film berikutnya dengan subgenre ini yang sukses menuai banyak tanggapan positif adalah 'Searching' yang dibintangi Jhon Cho (Harold & Kumar).

Karena setting nya hanya di sekitar layar komputer, ini membuat biaya produksi relatif cukup kecil (1 juta dolar).  Bandingkan dengan film lain yang bahkan bisa mencapai 400x nya (jika disesuaikan dengan faktor inflasi), seperti Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides.

Namun faktor positif ini bila tidak diimbangi dengan aspek lain, seperti naskah cerita yang mengalir dinamis, karakter tokoh yang solid
penyutradaraan yang mumpuni, dan lainnya, bisa membuat film ini gagal.

Kelebihan ini lah yang membuat film Unfriended 1 sukses meraih box office hingga 65 kali dari biaya produksi.  Film yang kedua ini juga terbilang cukup sukses dengan meraih box office sekitar 16 kali dari biaya produksi.

Naskah cerita yang kuat, dan mengalir dengan ritme yang pas dijamin bisa tetap menyedot perhatian penonton serta menghindari kebosanan.

Cerita Unfriended 2 ini, bisa dikatakan hampir mirip dengan Unfriended 1, namun ditambah twist tentang dark web internet yang cukup lumayan. Jika nanti anda menontonnya, bakal ada pula beberapa twist lain yang menarik untuk disaksikan.  

Dark Web atau Onionland adalah fenomena internet yang keberadaannya bagaikan urban legend.  Sering didengungkan tapi sedikit yang tahu pasti eksistensi. Antara ada dan tiada.  Dalam film ini sekilas saja dibuka isi dari dark web.  Salah satu yang sudah  dikenal adalah 'silk road', dimana banyak terjadi transaksi narkoba, pencurian identitas dan kartu kredit, perdagangan manusia (human traficking) bahkan pembunuh bayaran. Selain itu juga dibuka sekelumit informasi tentang 'lolita city' yang isinya adalah pornography anak-anak.

Film ini ditulis dan disutradarai oleh Stephen Susco, dimana untuk penyutradaraannya merupakan debut. Sang sutradara cukup berhasil membuat perhatian penonton terus terpaku.

Cerita berawal dari 6 sahabat (3 wanita dan 3 pria) yang sedang mengisi waktu bermain game secara online.   Namun kemudian terjebak dalam 'permainan nyawa manusia' yang lebih mengerikan akibat masuk ke dalam dark web.

Karakter para tokoh pria (Matias, AJ, dan Damon) kurang menggigit dan sedikit saja menggoreskan kesan. Sedangkan karakter 3 tokoh wanita cukup berkesan. Dua wanita diantaranya (Serena dan Nari) adalah pasangan lesbian dari 2 ras berbeda.

Sedangkan satu karakter wanita lainnya layak untuk dibahas lebih jauh, yaitu DJ Lexx Putri (diperanlan oleh Savira Widyani), mahasiwi berasal dari Jakarta.  Bahkan ada satu potong dialog menggunakan bahasa Indonesia yang terdengar sebagai 'voice over'.

Savira Windyani memang seorang dara kelahiran tahun 1997 dari salah satu kota di Sumatra, namun besar di Malaysia.  Kemudian di tahun 2014 dia melanjutkan pendidikan actingnya di America Academy of Dramatic Arts, Los Angelas.  Untuk mendukung seni actingnya, dia juga melengkapi skill dengan kemampuan bela diri menggunakan pedang.

Film Unfriended 2 merupakan film debutnya.  Setelah itu Dia membintangi beberapa film, seperti : What Didn't Kill Me (Ia juga menjadi producer dan penulis naskah), Entitled, Komando 344, Ink & Rain, Girl on Girl, Origins, serta Quentin Tarantino's Suicide Squad.

Kita sudah sepatutnya turut bangga, makin banyak putra putri Indonesia yang mengharumkan nama bangsa di kancah perfilman Holywood.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x