Mohon tunggu...
Agustinus Purwanto (Mas Pung)
Agustinus Purwanto (Mas Pung) Mohon Tunggu... Penyuluh Agama Katolik, Pengajar K3S KAJ, Kepala Sekolah

pemberi rekoleksi, retret, katekis, email: bimabela@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Efektifkah Edukasi Online Membentuk Karakter Bangsa?

8 Januari 2016   11:48 Diperbarui: 8 Januari 2016   12:06 262 6 4 Mohon Tunggu...

Oleh Agustinus Masae Purwanto

[caption caption="Kursus Gratis Online"][/caption]

Pengantar

Membaca topik “Peranan edukasi online dalam pembentukan karakter bangsa” pikiran saya langsung meng-“iya” kan. Lalu pertanyaan berikut muncul: Seberapa efektif peranan itu diwujudkan? mengingat keberadaan internet bagai kotak Pandora yang tidak hanya berisi berkah tetapi juga kutuk. Muatan positif dan negatif yang dibawa internet selalu menjadi pro dan kontra justru dalam ranah pendidikan. Untuk meneropong efektifitas edukasi online dalam pembentukan karakter bangsa, saya akan mengulas hal- hal berikut ini:

  • Apa yang dimaksud edukasi online?
  • Konteks edukasi online di era digital
  • Karakter bangsa
  • Tujuh Manfaat Edukasi Online Dalam Pembentukan Karakter Bangsa
  • Tiga Kelemahan Edukasi Online

 

1. Pengertian Edukasi Online

Menurut KBBI, “edukasi” berarti pendidikan. Pendidikan adalah aktivitas social yang memungkinkan manusia tetap ada dan berkembang (Thedore Brameld). Ciri dari pendidikan yaitu adanya perubahan dari tidak tahu menjadi tahu; dari tahu sedikit menjadi tahu banyak; dari tidak bisa menjadi bisa; atau dari bisa menjadi mahir. Sedangkan istilah “online” menunjuk pada “keadaan konektivitas”, yaitu suatu keadaan dimana komputer dapat saling bertukar informasi karena sudah terhubung (Wikipedia). Dengan demikian edukasi online dapat diartikan sebagai aktivitas social yang mengupayakan manusia berkembang baik pengetahuan maupun ketrampilannya dengan menggunakan internet (konektivitas) sebagai sarana dan media utama.

Muatan edukasi online adalah sembarang pengajaran dan pembelajaran yang tujuannya melatih siswa/mahasiswa/masyarakat (users) lebih mandiri dan bertanggung jawab. Persebaran muatan untuk ranah kognitif, afektif dan skills/ketrampilan (psikomotor) dalam edukasi online tidak distandarisasi oleh institusi, melainkan tergantung pada sumber pengajarnya (uploader). Dengan demikian, edukasi online lebih luas cakupannya dibandingkan pendidikan formal sekolah.

 

2. Konteks Edukasi Online Di Era Digital

Konteks ini sangat penting karena akan menentukan efektifitas edukasi online dalam pembentukan karakter. Kita tahu edukasi online marak pada era digital, yaitu era di mana manusia hidup dan menghayati hidup dalam konteks budaya digital. Kehadiran teknologi digital telah mengubah karakteristik budaya, perilaku dan cara seseorang bekomunikasi. Berdasarkan pada kemampuan melek digital, ada 3 macam generasi. Generasi X kelahirannya sebelum tahun 80-an; kemudian disusul generasi Y yang kelahiran 1981-1995 dan kemudian generasi Z yang kelahirannya setelah tahun 1995. Generasi Y dan Z sangat familiar dengan era digital. Sedangkan generasi X tentu berbeda dalam mereaksi teknologi digital dibanding dua generasi berikutnya. Dua generasi terakhir ini terutama generasi Z merupakan generasi yang sebagian besar hidupnya mengandalkan teknologi komunikasi. Dalam semua aktivitasnya, mulai dari bangun tidur sampai mengerjakan tugas sekolah dan kuliah, berinteraksi dan berkomunikasi, mereka tidak lepas dari teknologi digital.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN