Mohon tunggu...
Bima FebriansyahDwi
Bima FebriansyahDwi Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Mahasiswa Universitas Negri Yogyakarta

haii gw Bima, mahasiswa UNY semester awal yang mencoba berbagi tulisan kepada kalian semua :3

Selanjutnya

Tutup

Book

Resensi Novel "Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan"

27 Desember 2022   02:36 Diperbarui: 27 Desember 2022   02:43 770
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Book. Sumber ilustrasi: Freepik

RESENSI NOVEL ORANG-ORANG DI PERSIMPANGAN KIRI JALAN

Oleh : Bima Febriansyah Dwi Nugroho

Judul                           : Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan

Penulis                       : Soe Hok Gie

Penerbit                     : Bentang Pustaka

Tahun Terbit            : 1997

Tebal Novel               : xii+358 halaman

Hasil Ulasan              :

Novel Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan ini sejatinya  diangkat dari skripsi karya Soe Hok Gie dengan judul "Simpang Kiri dari Sebuah Jalan : Kisah Pemberontakan PKI Madiun September 1948". Novel ini menjelaskan bagaimana sepak terjang dari Komunisme di Indonesia. Novel ini hanya membahas mengenai pemberontakan PKI di Madiun pada 1948 dan konflik internal yang terjadi pada organisasi PKI.

Novel ini terdiri dari enam bab. Gie membuka novel ini dengan mendeskripsikan latar belakang dari para tokoh komunis pada masa itu, baik mahasiswa yang ada di dalam maupun luar negeri. Pada bab ini pula ia menjabarkan mengenai grup yang ada pada internal PKI. Menurut Gie sendiri pada awal abad 20 terjadi krisis pemikiran yang terjadi pada banyak pemuda di Indonesia yang menjadikan mereka menjadi revolusioner dan radikal.

Konflik internal yang terjadi pada organisasi PKI mengenai perbedaan pendapat antar tokoh ditubuh PKI. Novel ini menjelaskan sebab meletusnya pemberontakan Madiun 1948. Perbedaan pendapat terjadi antara Tan Malaka dan Musso. Musso merasa bahwa perencanaan sudah sangat siap untuk melakukan upaya pemberontakan, akan tetapi Tan Malaka merasa bahwa upaya pemberontakan ini masih belum sangat matang.

Dari novel ini, individu yang ingin belajar tentang sejarah akan mudah untuk memahaminya. Hal ini karena Gie tidak terlalu kaku dalam menceritakan kronologis mengenai pemberontakan, akan tetapi ia juga tidak meninggalkan sisi objektif dari kisah sejarah itu sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Book Selengkapnya
Lihat Book Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun