Mohon tunggu...
Billy Steven Kaitjily
Billy Steven Kaitjily Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis dan Narablog

Senang traveling dan senang menulis topik seputar Sustainable Development Goals (SDGs).

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

Gen Z Manfaatkan LinkedIn untuk Mencari Jodoh, Sebuah Langkah Maju?

4 Mei 2024   13:55 Diperbarui: 4 Mei 2024   13:56 432
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gen Z memanfaatkan Linkedin untuk mencari jodoh. (Sumber gambar: www.parapuan.co)

Di era teknolagi digital seperti sekarang ini, segala sesuatu yang dikerjakan manusia bisa lebih mudah. Sekarang kita bisa melamar pekerjaan secara online melalui platform pencarian pekerjaan seperti JobStreet dan Glints. Bahkan, kita juga bisa mencari pasangan hidup atau jodoh lewat aplikasi online, loh.

Beberapa aplikasi online yang didesain khusus untuk pencarian jodoh seperti Tinder, Bumble, Hinge OkCupid, Badoo, Happn, Coffee Meets Bagel, dan Hily. Bahkan, LinkedIn sebagai platform profesional untuk berburu karir kini menyaksikan tren yang baru.

Ketika pertama kali bergabung di platform jaringan terbesar di dunia ini, saya terkejut luar biasa melihat orang-orang mengunggah konten-konten yang menunjukkan keahlian mereka. Konten-konten yang diupload di LinkedIn memang didesain dengan tujuan untuk mengembangkan karir atau bisnis.

Di LinkedIn, kalian enggak bakalan menemukan akun palsu atau akun yang terkesan main-main. Ini karena pengguna di LinkedIn merupakan orang-orang memiliki reputasi profesional yang ingin mereka jaga, sehingga kecil kemungkinan membuat akun palsu.

Generasi Z (Gen Z) yang mendominasi platform ini, nampaknya menemukan celah. Mereka tidak hanya melihat LinkedIn sebagai peluang mengembangkan karir atau bisnis, tetapi juga peluang untuk menemukan jodoh.


Seorang Konsultan Karier bernama Thomas Timotius Tart melalui laman LinkedInnya mengatakan bahwa Gen Z mempunyai alasan tersendiri untuk menjadikan LinkedIn sebagai arena mencari jodoh. Berikut ini 4 alasan mengapa Gen Z memanfaatkan LinkedIn sebagai arena untuk mencari jodoh, di samping arena untuk mengejar karir.

1. Profil yang Terperinci

Dibandingkan dengan platform pencarian jodoh lainnya, LinkedIn menerapkan proses verifikasi indentitas yang sangat ketat. Informasi profil yang ketat seperti pendidikan, pengalaman kerja, dan prestasi, terlihat dengan jelas. Tentu, hal ini memberikan kesan lebih dewasa dan serius. Profil yang terperinci membuat Gen Z lebih percaya untuk membangun hubungan asmara dengan seseorang yang diinginkan.

2. Kesamaan Minat dan Profesi

Berada di antara para profesional muda yang berorientasi pada karir dapat membuka peluang bagi Gen Z untuk menemukan pasangan yang satu server, yakni yang memiliki kesamaan dalam hal minat dan profesi. Fitur pesan yang tersedia di LinkedIn memungkinkan Gen Z untuk bertukar pesan dengan seseorang yang diinginkan.

3. Komitmen yang Serius

Sebagai platform profesional di dunia, LinkedIn menampilkan profil penggunanya yang terpercaya. Melalui LinkedIn, Gen Z dapat menilai siapa orang-orang yang memiliki tanggung jawab dan komitmen yang serius. Hal ini bisa dilihat dari tampilan profil maupun kegiatan sehari-hari yang penggunanya upload di Linkedin.

4. Membuka Jalan Kesuksesan

LinkedIn bukan melulu soal mencari jodoh, lebih daripada itu, LinkedIn memungkin Gen Z untuk terhubung dengan banyak orang sesuai dengan minat dan profesi yang sama. Hal ini tentu membuka jalan untuk meraih kesuksesan dengan pasangan di masa depan. Semakin banyak koneksi dibangun di LinkedIn, maka semakin besar pula potensi Gen Z memperoleh kesuksesan di masa depan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun