Mohon tunggu...
Berty Sinaulan
Berty Sinaulan Mohon Tunggu... Penulis, Pewarta, Pelatih Pembina Pramuka, Arkeolog

Pewarta, Pelatih Pembina Pramuka, Arkeolog, Penulis, Peneliti Sejarah Kepanduan, Kolektor Prangko dan Benda Memorabilia Kepanduan, Cosplayer, Penggemar Star Trek (Trekkie/Trekker), Penggemar Petualangan Tintin (Tintiner), Penggemar Superman, Penggemar The Beatles

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mendesain Logo Tidak Mudah

14 September 2016   16:00 Diperbarui: 14 September 2016   16:02 543 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mendesain Logo Tidak Mudah
Logo Jambore Kepanduan ke-5 ASEAN (5th ASEAN Scout Jamboree) yang diadakan pada 2016 ini. (Foto: Koleksi Panitia ASEAN Jamboree)

Persekutuan Pengakap Malaysia (PPM), organisasi nasional kepanduan/kepramukaan di Malaysia, akan menjadi tuan rumah Jambore Kepanduan ke-5 ASEAN (5th ASEAN Scout Jamboree). Digelar di Bumi Perkemahan Tengku Muhammad Ismail, Telaga Batin, Kuala Terengganu, perkemahan itu diadakan dari 15 sampai 20 September 2016.

Sebagaimana organisasi-organisasi nasional kepanduan di negara-negara ASEAN, Gerakan Pramuka juga mengirim kontingen para perkemahan itu. Pesertanya berasal dari beberapa daerah di Indonesia. Mereka telah berangkat dan tiba di bumi perkemahan itu, mempersiapkan diri untuk mengikuti upacara pembukaan esok hari.

Ini adalah jambore atau perkemahan besar kelima kalinya bagi para Pramuka di negara-negara Asia Tenggara. Jambore ASEAN pertama diadakan di Filipina pada 1993. Setelah itu, terhenti cukup lama. Barulah atas gagasan Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, diadakan Jambore ASEAN ke-2 di Bumi Perkemahan Pramuka Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, pada 2008.

Selanjutnya, Jambore ASEAN ke-3 diadakan di Singapura pada 2010, dan Jambore ASEAN ke-4 digelar di Thailand pada 2013. Kini, Malaysia yang menjadi tuan rumah acara tersebut. Pihak PPM sebagai penyelenggara tentu sudah mempersiapkan segala sesuatunya, agar acara itu berlangsung lancar. Termasuk mendesain logo perkemahan tersebut, yang sudah disebarluaskan sejak beberapa waktu lalu.

Desain logonya sendiri cukup menarik, seolah menggambarkan bunga dengan kelopaknya yang sedang merekah. Kelopak-kelopak bunga itu dibuat dan ditata dari bendera negara-negara di wilayah Asia Tenggara. Hanya, seperti dikatakan seorang teman, bila dilihat dari depan, tampak bendera Indonesia terlihat seperti Putih-Merah dan bukannya Merah-Putih.

Mendesain logo memang tidak mudah, apalagi melibatkan simbol-simbol suatu negara. Kurang cermat dalam mendesain akan membuat logo yang seharusnya tegak terlihat miring, dan sebagainya. Tulisan ini tidak untuk mencerca upaya pembuatan desain logo jambore itu. Apalagi penulis yakin bahwa tidak ada unsur kesengajaan sama sekali dari sang pembuat desain, bahkan mungkin saja yang melihat logo itu seharusnya melihat dari sisi sebelah kanan sehingga bendera Indonesia tetap terlihat Merah-Putih.

Tulisan ini hanya untuk menunjukkan bahwa membuat atau mendesain logo tidaklah semudah yang dibayangkan. Ada hal-hal penting yang harus diamati dan pengerjaannya pun harus teliti. Apalagi kalau menggunakan banyak warna. Belum lagi bentuk desain keseluruhan yang harus menarik dan enak dipandang mata.

Contoh logo Jambore Kepanduan ke-5 ASEAN dapat menjadi bahan pelajaran, terutama untuk mereka yang ingin mengembangkan keterampilan di bidang desain grafis, khususnya desain logo. Semoga semakin banyak desainer grafis yang mampu menghasilkan desain-desain logo menarik dan tepat penggambarannya.

Catatan: Tulisan ini sama sekali tidak bertujuan untuk memprovokasi “kegaduhan”, apalagi meminta desain logo tersebut ditarik, tetapi sebagai bahan pelajaran bagi yang menggemari desain grafis, khususnya mendesain logo-logo, di mana saya senang mengoleksinya juga.

VIDEO PILIHAN