Mohon tunggu...
Martha Weda
Martha Weda Mohon Tunggu... Menulis untuk mengurangi antrean ide dalam kepala

Email: berlianamartha@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Love Artikel Utama

Bertengkar Secukupnya, Berbahagia Sebanyak-banyaknya

10 Juni 2021   18:09 Diperbarui: 11 Juni 2021   02:42 845 50 12 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bertengkar Secukupnya, Berbahagia Sebanyak-banyaknya
Ilustrasi bertengkar (Ilustrasi marah (Sumber : Thinkstockphotos.com via Kompas.com)

Alih-alih mengedepankan musyawarah, ego yang dikedepankan.

Cara bertengkar seperti ini mungkin bisa terlihat mudah karena pertengkaran cepat selesai. Namun sebenarnya masalahnya belum selesai, karena tidak tercipta solusi dari kesepakatan bersama.

5. Keduanya panas hati
Pertengkaran akan sulit dikendalikan bila emosi turut mengambil bagian di dalamnya.

Saling berteriak, saling menuding, saling memaki, tidak akan menyelesaikan masalah. Syukur-syukur bila tidak main kekerasan.

Dikhawatirkan bila sudah tersulut emosi otak tidak bisa lagi berpikir rasional, setan turut bekerja, KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) pun terjadi.

Ada baiknya, ketika salah satu sedang emosi dan sangat marah, yang lain bersikap lebih tenang. Diam akan lebih baik pada situasi seperti ini. Setelah emosi mereda, mulailah mengajaknya kembali bicara baik-baik.

***

Pernikahan itu menyenangkan. Institusi terkecil yang Tuhan ciptakan ini dimaksudkan untuk membuat hidup manusia lebih indah dan lebih berbahagia dari sebelumnya. 

Berapa tahun paling lama usia pernikahan kita? Sepetinya tidak mungkin mencapai seratus tahun. Paling lama hanya hitungan puluhan tahun. Jadi sangat disayangkan bila kita habiskan usia pernikahan kita hanya untuk bertengkar.

Untuk itu, berusahalah menciptakan suasana damai di tengah keluarga dan hindari percekcokan. Tidak peduli siapa yang membawa damai terlebih dahulu, entah suami ataukah istri.

Bila pun harus bertengkar, bertengkarlah secukupnya, lalu berbahagialah sebanyak-banyaknya.

Salam.***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN