Mohon tunggu...
Robertus Marianus Narung
Robertus Marianus Narung Mohon Tunggu... Kabar Seputar Pendidikan

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 3 Ndoso, Desa Momol, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, NTT

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pendidikan Karakter Penting untuk Generasi Milenial

3 Maret 2021   18:21 Diperbarui: 3 Maret 2021   18:38 94 0 0 Mohon Tunggu...

Perkembangan dunia yang semakin hari semakin maju membuat tuntutan terhadap pendidikan semakin tinggi. Dunia pendidikan wajib mengikuti segala perkembangan yang ada agar mampu menyiapkan generasi masa depan yang mumpuni. 

Dalam perkembangan dunia pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini, terjadi beberapa kali perubahan kurikulum untuk menjawab tantangan zaman. Perubahan kurikulum itu tidak serta merta dibuat tetapi berdasarkan hasil survey ataupun penelitian dari tahun ke tahun. 

Akhir-akhir ini kita mendengar sebuah perubahan baru dalam dunia pendidikan adalah lahirnya kurikulum 2013. Kurikulum ini menggantikan dua kurikulum sebelumnya yakni Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Perubahan dan perkembangan dunia saat ini menuntut generasi milenial untuk menjemput perkembangan itu dengan sikap yang kreatif, inovatif, dan berkarakter. Generasi yang kreatif harus memiliki karakter yang baik agar dapat digunakan dalam kehidupan bermasyarakat. Orang yang punya kreatif tetapi tidak berkarakter dapat menggunakan kreativitasnya untuk hal-hal yang buruk dan merugikan orang lain. Oleh karena itu, pembelajaran yang dilakukan harus dapat melahirkan generasi produktif, kreatif, inovatif, dan berkarakter melalui penguatan afektif, psikomotorik, dan kognitif yang terintegrasi. 

Pendidikan Indonesia di masa lalu jika kita berkaca pada masa yang telah dilewati lebih mengutamakan perkembangan pengetahuan siswa. Sebagai akibat dari hal itu adalah kurikulum cenderung berbasis pada materi ajar dan penilaian dalam bentuk tes. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) masih berbasis pada materi. Hal ini terlihat jelas dari deskripsi kompetensi dan penilaian sekolah untuk menentukan kompetensi siswa. 

Upaya memperbaiki hasil belajar melalui Kurikulum 2013 merupakan angin segar bagi perkembangan pendidikan nasional. Kurikulum 2013 melalui tiga pilar utamanya yakni komptensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan diharapkan dapat dipakai secara tepat untuk menghasilkan generasi cerdas yang beriman sesuai tujuan pendidikan nasional. 

Tujuan pendidikan nasional dimuat dalam Pasal 3 UU No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mendeskripsikan tentang pengembangan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Tujuan tersebut seharusnya dicapai dengan upaya yang terencana dan sistematis melalui pendidikan di sekolah. Kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan oleh sekolah di ruang kelas dan di luar ruang kelas seharusnya membentuk siswa untuk memiliki karakter. Karakter yang dimaksud adalah beriman kepada Tuhan, berakhlak mulia, dan menjadi warga Negara yang bertanggung jawab serta cinta tanah air (Sani, 2017: 27). 

Kurikulum 2013 menekankan pada pentingnya pembentukan karakter siswa. Standar kompetensi lulusan yang dipakai dalam kurikulum 2013 diharapkan mampu membentuk karakter siswa, baik pendidikan dasar maupun pendidikan menengah. 

Rumusan kompetensi dalam kurikulum 2013 secara umum terkait dengan afektif siswa seperti pribadi yang beriman, memiliki rasa percaya diri yang baik, berakhlak mulia, mampu bertanggung jawab dalam berinteraksi dalam kelompok kecil ataupun masyarakat, mampu berinteraksi secara efektif dengan alam sekitar, dan dunia. 

Pembentukan karakter tersebut harus dilakukan dalam proses pembelajaran di sekolah. Sekolah bukan hanya sebagai tempat menimba pengetahuan tetapi juga sebagai tempat untuk membentuk generasi yang berkarakter. Kompetensi sikap dalam kurikulum 2013 merupakan suatu keharusan. Peserta didik dinyatakan lulus tidak hanya dinilai dari segi kemampuan kognitif dan psikomotoriknya tetapi juga afektif. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x