Mohon tunggu...
Benny Benke
Benny Benke Mohon Tunggu...

the walkers. touch me at benkebenke@gmail.com,

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Membaca Maestro Seni Rupa Indonesia: Srihadi Soedarsono

17 Oktober 2016   15:53 Diperbarui: 17 Oktober 2016   16:38 0 0 0 Mohon Tunggu...
Membaca Maestro Seni Rupa Indonesia: Srihadi Soedarsono
Foto: Srihadi dan Istri. (benny benke)

Lembaga Penelitian Seni Rupa ITB yang menaja kegiatan, "Diharapkan makin memperdalam cita rasa apresiasi publik kepada karya seni," katanya.

Srihadi Soedarsono Sampai Nanti, Sampai Mati

16 Januari 2016

Srihadi S dan Istri. (foto: benny benke)
Srihadi S dan Istri. (foto: benny benke)
JAKARTA-- Salah satu maestro lukis Indonesia, Srihadi Soedarsono bersiap menggelar pameran bertajuk 70 Tahun Rentang Kembara Roso, pada 11-21 Februari mendatang di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Dalam pameran yang menurut rencana akan dibuka Mendikbud Anies Baswedan itu, juga sekaligus akan dirilis buku berjudul Srihadi Soedarsono: 70 Years Journey of Roso.

Apa yang istimewa dari pameran dari pelukis yang pernah terlibat dalam perang revolusi Kemerdekaan pada kurun 1946-1949 itu? Apakah semata elan vitalnya yang tetap terjaga di usianya yang telah memasuki angka 84 tahun? Atau ada sesuatu yang luar biasa dari dirinya?

Kepada sejumlah pewarta Srihadi Soedarsono mengaku, 70 tahun karir kepelukisannya yang dimulai sejak dia berusia 14 tahun itu, didasari dan didorong roso dari kalbu. “Ini filosofi saya,” katanya di Jakarta, Rabu (13/1). Dia mengaku, sejatinya, telah mengawali melukis sejak kanakkanak, meski publik mengetahuinya sejak umur 14 tahun. 

“Pada zaman saya, atau tepatnya tahun 31 saya lahir, mempunyai zamannya sendiri, sehingga alat-alat lukisnya juga sangat sederhana dan apa adanya,” katanya didampingi istrinya Farida Srihadi Soedarsono. Dari lukisannya yang sangat sederhana, hingga akhirnya dinilai sangat matang dan mengantarkannya ke pintu ketenaran itulah, filosofi roso kalbu itulah, senantiasa diapegang teguh.

Sepenceritaan Farida Srihadi, sebagai istri, dia harus menempatkan dirinya secara ideal mendorong kemampuan suami, “Apalagi saya sebagai seorang Master Filsafat, saya harus mendorong kemampuan suami saya. Dan saya tahu betul intelektualitas manusia harus terus berkembang, dan tidak boleh capek,” katanya memberikan rumusan dukungan kepada suaminya agar terus berkarya.

Farida menambahkan, sejak zaman renaisance, pelukis besar seperti Picasso mempunyai integritas luar biasa dalam hidupnya. Sebagaimana banyak empu di Jawa yang juga sangat luar biasa intergritasnya. “Makanya istri harus cerdas, agar bakat alam suami mendapatkan nutrisi yang sehat dan menjadi maksimal. Kami adalah partner yang luar biasa. Kami terus berdialog terus, karena menurut saya, kesetiaan istri tidak harus hadir dalam formalitas biasa,” ujar Farida.

Rikrik, melihat karya Srihadi S hanya bisa diwakilkan tiga kata, sangat dahsyat, menggetarkan hati, sakti sekali. Karena ada sisi lain dari pak Sri, yang cenderung hanya diketahui publik hanya melukis di atas kanvas. Padahal masih banyak materi lain yang belum diketahui publik.

Kegurubesaran pak Sri semakin besar karena dia menunjukkan intelektualitasnya, karena mengarsipkan semua perjalanan karirnya. Yang sebagian besar karyanya berbasis. Di atas kertas, yang terkumpul lebih dari 400 karya di atas kertas. Perjalanan berbasis kertas menjadi unik,karena terarsipkan sejak tahun 46, dengan kulitas yg sakti dan dahsyat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
KONTEN MENARIK LAINNYA
x