Mohon tunggu...
B Budi Windarto
B Budi Windarto Mohon Tunggu... Guru - Pensiunan

Lahir di Klaten 24 Agustus 1955,.Tamat SD 1967.Tamat SMP1970.Tamat SPG 1973.Tamat Akademi 1977

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Datangi Sang Oksigen Sejati!

1 Agustus 2021   13:41 Diperbarui: 1 Agustus 2021   13:47 59 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Datangi Sang Oksigen Sejati!
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Bacaan Minggu 1 Agustus 2021

Yoh 6:24 Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. 25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" 26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. 27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." 28 Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" 29 Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah." 30 Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? 31 Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga." 32 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. 33 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." 34 Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." 35 Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Renungan

            Seorang bapak ketika sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 pulang  dari rumah sakit. Bapak ini menangis. Petugas administrasi rumah sakit menasihati untuk tidak memikirkan biaya perawatan.  Bapak ini semakin menangis sejadi-jadinya. Petugas menjelaskan kepadanya bahwa biaya perawatan sudah dilunasi. Bapak ini menjelaskan bahwa ia menangis bukan karena masalah biaya. Ia menangis karena baru tersadar  sudah hampir 60 tahun menghirup oksigen tidak pernah mensyukurinya. Selama ini oksigen yang dihirupnya didapat secara gratis, cuma-cuma tanpa bayar sesenpun. Pada hal oksigen buatan manusia, saat pandemi Covid-19 terjadi kelangkaan,  justru dijual dengan harga gila-gilaan. Lewat pengalaman terpapar  Covid-19, bapak ini ketemu Sang Oksigen semua yang hidup.

Bacaan Injil hari ini mewartakan siapakah sejatinya Sang Oksigen kehidupan itu? Dengan membaca cermat tokoh pelaku yang terdapat dalam perikope, membiarkan teks berbicara, akan menemukan siapa Oksigen Sejati kehidupan dan hal-hal yang di luar dugaan.

Siapa saja tokoh-tokoh yang terdapat dalam perikope? Ada tiga tokoh pelaku dalam narasi yaitu orang banyak, Yesus dan murid-murid-Nya. Siapakah orang banyak itu berdasar teks?  Orang banyak adalah mereka yang   melihat Yesus dan murid-murid-Nya tidak ada;  yang naik ke perahu-perahu  berangkat ke Kapernaum; yang  mencari Yesus; yang  menemukan Yesus di seberang laut; yang menyebut-Nya dengan sapaan  Rabi dan mempertanyakan keberadaan-Nya; yang datang mencari Yesus bukan karena telah melihat tanda-tanda, melainkan karena telah makan roti dan kenyang;  yang  diajak Yesus bekerja untuk makanan yang bertahan sampai hidup kekal yang diberikan Anak Manusia; yang menanyakan apa yang harus diperbuat untuk mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah; yang menanyakan tanda yang Yesus perbuat,  agar mereka lihat dan percaya kepada-Nya;  yang menanyakan pekerjaan yang Yesus lakukan;  yang mengisahkan nenek moyangnya telah diberi makan manna, roti dari sorga; yang sesudah dikritisi Yesus  menyebut Yesus dengan  sapaan Tuhan  dan minta roti yang dari Allah, roti yang turun dari sorga yang memberi hidup kepada dunia.

Berdasarkan info yang tersurat, dapatlah dikatakan begitu intensnya dialog orang banyak dengan Yesus. Terdapat perubahan sapaan kepada Yesus. Dari sapaan "Rabi" pada bagian awal narasi, berubah menjadi "Tuhan" pada bagian akhir.  Terdapat perubahan motivasi pencarian akan Yesus. Dari motivasi  "telah makan roti itu dan kenyang" , berubah untuk mendapatkan "roti yang dari Allah, roti yang turun dari sorga yang memberi hidup kepada dunia".  Mereka mendapat pewartaan Yesuslah roti hidup siapa datang kepada-Nya tidak akan lapar dan siapa percaya kepada-Nya tidak akan haus lagi. Orang banyak bagaikan bapak  yang terpapar Covid-19 di awal renungan. Mereka tersadar bahwa mereka mesti mencari bukan roti yang dapat binasa, melainkan roti yang dari Allah, roti yang turun dari sorga, roti hidup, "oksigen"-Nya.

Pelaku kedua adalah Yesus. Siapa Yesus berdasarkan teks? Yesus adalah Dia yang mengkritisi motivasi kedatangan dan pencarian orang banyak; yang meminta orang banyak bekerja untuk makanan yang bertahan sampai hidup kekal; yang menyatakan Anak Manusia  akan memberikan makanan yang bertahan sampai hidup kekal; yang menyatakan Anak Manusia yang disahkan Bapa, Allah dengan meterai-Nya; yang menyatakan pekerjaan yang dikehendaki Allah yaitu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah; yang mengkoreksi pandangan orang banyak; yang menyatakan bahwa yang memberi manna kepada nenek moyang mereka bukan Musa melainkan Bapa-Nya; yang menyatakan Bapa-Nya memberi roti yang benar dari sorga; yang  menegaskan roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga yang memberi hidup kepada dunia; yang memproklamasikan diri sebagai roti hidup; yang menyatakan siapa datang kepada-Nya tidak akan lapar dan siapa percaya kepada-Nya tidak akan haus lagi.

Berdasar yang tersurat itu, Yesus diwartakan sebagai Anak Manusia, yang disahkan Bapa, Allah, dengan meterai-Nya. Yesus adalah Utusan Allah dan Roti hidup, yang menjamin siapa datang kepada-Nya tidak akan lapar dan siapa percaya kepada-Nya tidak akan haus lagi.

Dan pelaku ketiga adalah murid-murid-Nya. Siapakah mereka berdasarkan teks? Begitu minim memang data yang dituliskan. Hanya pada awal perikope  keberadaan murid-murid-Nya disinggung. Yaitu bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak. Sekalipun sedikit terlukis kisahnya, diandaikan murid-murid-Nya itu  ikut menyipak dan mendengarkan dengan penuh perhatian dialog orang banyak dengan-Nya.

Sekalipun sangat sedikit info tertulis terkait murid-murid-Nya, namun tersirat kebenaran  esensial. Ketika Yesus tidak ada, murid-murid-Nya juga tidak ada. Ini berarti di mana Yesus ada, di situ murid-murid-Nya juga ada.  Di mana ada Yesus, di situ murid-murid-Nya mesti berada. Yesus bersama murid-murid-Nya, murid-murid-Nya mesti juga bersama-Nya. Murid-murid Yesus yang tidak bersama-Nya, yang lepas dari-Nya, meninggalkan dan menanggalkan-Nya, bukan lagi murid-Nya. Mereka tidak dapat menyebut lagi murid-murid-Nya. Mereka kehilangan kemuridan-Nya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN