Mohon tunggu...
B Budi Windarto
B Budi Windarto Mohon Tunggu... Pensiunan

Lahir di Klaten 24 Agustus 1955,.Tamat SD 1967.Tamat SMP1970.Tamat SPG 1973.Tamat Akademi 1977

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Dunia Membenci, Menganiaya Aku dan Kamu!

8 Mei 2021   09:19 Diperbarui: 8 Mei 2021   09:24 42 1 0 Mohon Tunggu...

Bacaan Sabtu, 8 Mei 2021

Yoh 15:18 "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. 19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. 20 Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. 21 Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.

 

Renungan

            Pada zamannya Saulus adalah pentholan Front Pembela Yahudi (FPY). Murid-murid Yesus pada awalnya dikenal sebagai pengikut Jalan Tuhan. Mereka ini dipandang sebagai pengikut ajaran sesat, bidaah Yahudi yang harus dibasmi dan dihabisi. Dengan semangat jihat membela keyahudian beraksilah dia. "Aku  seorang yang giat bekerja bagi Allah  Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-Tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum" (bdk.Kis 22) Kekristenan amat akrab dengan tindak kebencian penganiyaaan, pengucilan dan pembunuhan. Setiap zaman lahirkan para martir, orang yang mau memilih  menderita atau mati  sebagai resiko  iman kepercayaan akan Kristus, Sang Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Sepanjang zaman dan tempat semangat dajal, anti Kristus tetap akan ada.

Suasana batin itulah yang dinarasikan bacaan Injil hari ini. Narasi yang amat bertolak belakang dengan narasi kasih. Relasi Yesus dengan murid-muridNya adalah relasi kasih. Tinggalah di dalam kasih, kasihilah seperti Aku mengasihi, kasihilah sesamamu termasuk musuh-musuhmu, dunia akan tahu bahwa kamu adalah murid-Ku jikalau kamu saling mengasihi...Sementara relasi dunia dengan Yesus dan para murid-Nya berwajah kebencian, kemarahan, dendam kesumat, persaingan, ancaman, hambatan, permusuhan, perlawanan, kekerasan, peperangan dan kematian.

Yesus menghendaki murid-muridNya tidak usah heran jika dunia membenci mereka. "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu"  Dunia telah lebih dulu membenci-Nya dari pada murid-Nya. Sepanjang hidup-Nya, sejak orok sampai teronggok di kayu salib, dicaci maki, dihujat sebagai penyesat, dijerat sebagai penjahat, dizalimi, diawasi, dipermalukan, ditelanjangi, diludahi, disiksa, digebuki, diperolok-olok dan ditonjok, sampai raganya bobrok, tidak elok. Hal-hal ini akan diperbuat juga terhadap  para pengikut-Nya.

Mengapa dunia membenci Yesus dan para murid-Nya? Karena pola pikir, sudut pandang, cita-cita, ukuran, nilai-nilai yang Yesus dan para muird hidupi bertolak belakang dengan pola pikir, sudut pandang, cita-cita, ukuran, nilai-nilai yang dunia punya. Yesus wartakan semangat hidup  anak-anak Bapa, yang berkiblat pada kebaikan, kebenaran, keindahan, belaskasih, kepentingan liyan, persaudaraan universal dan kehidupan. Sementara dunia berkiblat pada kejahatan, kepalsuan, kekacauan, kebencian, kepntingan sendiri, persaudaraan sempit berdasar suku, agama, ras, aliran golongan, dan kematian. "Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu" Yesus dan para murid wartakan wajah Allah yang benar, dunia tawarkan wajah setan. Jelas tidak pernah ada titik temu.

Sebagaimana kejahatan akan terkuak, demikian pula kebaikan akan selalu terlihat pada saatnya. Justru perlawanan sengit dunia akan menunjukkan kebenaran bahwa Yesus dan pengikut-Nya satu adanya. Bahwa para murid-Nya mengakui Yesus sebagai Tuhan Penyelamat, dan Bapa sebagai satu-satunya Allah yang benar. "Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu" Saulus si pengaiaya pengikut Jalan Tuhan itu, akhirnya ditangkap-Nya saat menjalankan misi jihatnya.  "Aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu". Saulus dari Tarsus, pentholan kelompok radikal militan garis keras FPY, ditangkap Allah, diubah-Nya menjadi pewarta luar biasa.Ia menyandang nama baru Paulus, orang kudus yang diyakini Gereja sudah mulia bersama Yesus yang "tempo doeloe" pernah ditolaknya. Becik ketitik ala ketara! Kebenaran tetap keluar sebagai pemenang.

Apa yang dapat dipetik dari permenungan ini? Bagaimana kini posisi diri? Seperti Sauluskah? Jasmerah, jangan melupakan sejarah.  Salah satu atau salah seribu satu dari Saulus masa kini dan di sini, akan ditangkap juga oleh Allah pada saat-Nya?  Maukah tetap bertahan pada kiblat kebaikan, kebenaran, keindahan, belaskasih, kepentingan liyan, persaudaraan universal dan kehidupan,  meskipun mendapat aneka ancaman, penganiyaan dan kesulitan? "Semuanya itu mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku". Yang bertahan dalam penganiyaan iman akan Kristus, hidup penuh syukur  sukacita  semangat, jadi berkat, pada saat untung dan malang, suka dan duka, sehat maupun sakit Ini  misteri. Dibenci karena kristiani!

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x