Bingar Bimantara
Bingar Bimantara

Seorang anak petani yang sekarang berjuang menjadi sarjana. Sering patah hati namun tak pernah putus harapan. Berusaha menyibukkan diri agar tidak luntang-lantung di kos.

Selanjutnya

Tutup

Humor

Rangsangan Dildo "Nurhadi-Aldo"

8 Januari 2019   08:36 Diperbarui: 9 Januari 2019   12:31 404 2 0

Simak program-program maha asiknya "Perekonomian Juara"  atau Peju. Serta  menanggapi persoalan  semrawutnya masalah pendidikan maka diluncurkan "Kurikulum Pendidikan Tingkat Lanjut" atau Kulumpentil. Ada juga soal Subsidi "Tagihan Warnet Bagi Umum" diringkas menjadi Prostatbau.

Sedangkan untuk menekan prevalensi kasus kekerasan seksual yang marak terjadi. Pasangan calon Nurhadi - Aldo akan meluncurkan Kotak "Materialisasi Pengatur Bantuan Ilusi" di titik - titik strategis disingkat Masturbasi.

Nyeleneh (aneh) ungkapan saya ketika mendengar kata Dildo. Bagi-bagi suka nonton drama Jepang atau bokep bila dildo sejenis alat bantu seks yang sering digunakan untuk adegan akrobatik di adegan bokep tersebut. Astaghfirullah penulis tidak sering liat kok.

Sontak negeri netizen ini heboh tersentak kaget. Pasangan fenomenal Nurhadi-Aldo atau Dildo familiar dan digandrungi para netizen. Saking kaget dan tersentak Anak Gunung Krakatau sampai kaget atas kemunculannya hehehe.

Tak menebar sensasi dan kontroversi. Tindakan mereka tanpa basa-basi. Celotehan ngawur namun berisi. Bicara apa adanya tetangga apa yang terjadi tanpa pasang janji-janji. Coblos Nurhadi-Aldo (Dildo). Capres-cawapres fiktif yang maha asik dengan segala firman-nya.

Siapa sih mereka ini?

Nurhadi berprofesi sebagai tukang pijat di Golantepus, Mejobo, Kabupaten Kudus. Kata-kata quote-nya yang cerdas meskipun berbau mesum bikin orang ketawa sampai nangis, heran, biasa-biasa saja, atau bahkan mungkin ada yang pengen lempar sendal ke mukanya yang ngeselin.

Postingan yang beredar di akun resmi Facebook nya dipenuhi quote nyleneh lain yang sangat susah dicerna logika, termasuk berbagai foto dirinya yang sangat absurd. "Pelitikus Petutak Petutuk koyo Gawuk " motto politiknya katanya

Aldo Suparman atau Aldo sebagai Calon Wakil Presiden Republik Indonesia. Aldo Suparman dikenal karena selalu memberikan nasihat di berbagai postingan shitposting anak muda dengan tulisan alaynya yang khas. Mempunyai anak bernama Aldi dan cucu bernama Farhan.

Suasana politik kini lebih receh dari kehadiran mereka. Guyonan mereka renyah tapi syarat makna. Jauh dari kesan sara dan kekerasan. Tidak ada cibiran dan jatuh menjatuhkan. Analisianya tak kalah dengan tokoh intelektual. Menghadirkan kegelian dan angin sejuk  ditengah gonjang-ganjingnya suhu politik.

"Sayangnya bukanya membangun, memperluas, atau memperpanjang jalan umum. Pemerintah justru membuat jalan tol, padahal jalan tol bukan lah fasilitas umum, jalan tol adalah fasilitas yg dimiliki individu/kelompok "privat property" dan hanya yg mampumembayar yg boleh lewat," kutipan dari akun Facebook resmi dari Dildo.

Kritisinya gurih dengan bahasa yang merakyat. Sebab bagi dildo tak perlu untuk menanggapi suatu hal dengan keseriusan. Semuanya dibuat dengan sungguh maha asik. Solusi yang dihadirkan mengundang gelak tawa. Koalisi poros ketiga ini sukses membuat Projo dan Probo kalang kabut hehehe.

#McQueenYaQueen #NurhadiAldo2019. Merupakan hastag yang mereka tenteng di postingan yang  mereka  unggah. Sadar  nggak kalau hastag tersebut mudah dibaca dengan pelafalan "Makin yakin" hehehe. Baru sadar ya? Dengan menyakinkan  keduanya mengaku diusung kekuatan poros tengah yakni Partai Untuk Kebutuhan Iman singkatnya PUKI.

Lebih baik terlihat bodoh tapi jenius dari pada terlihat berotak namun ternyata kopong. Tak perlu capai gelar sarjana, master, atau bahkan profesor untuk menjadi pengamat yang jenius. Dildo dengan bahasa yang asik membuat kampanye di Pilpres tahun ini jauh lebih receh.

"Diatas isu-isu sosial seperti agraria, HAM, dan lingkungan yg lebih layak diperdebatkan daripada politik entertainment" kutipan dari akun Facebook resmi dari Dildo

Meskipun kadang quote yang keluar berbau-bau mesum. Namun kadang juga menyentak dan melihat realitas yang ada. Tak dipungkiri Pak Joko dan Pak Bowo masih berkutat pada isu-isu kontroversi, belum lagi politisi agama, serta propaganda dimana-mana. 

Namun masalah HAM dan dampak lingkungan  seperti isu-isu yang tak menarik untuk di diperdebatkan dan tidak pernah disentuh. Satunya pamer apa yang sudah diperbuat. Satunya eh nyindir buat kompor dimana-mana. Kampanye yang dilakukan jauh dari mencerdaskan rakyat, justru menimbulkan keresahan dan kegelisahan semata.

Terakhir bagaimana cemerlangnya gagasan Dildo untuk mengangkat para petani menjadi Pegawai  Negeri Sipil (PNS). Alasannya negara kita adalah negara agraris. Bagaimana pula menginginkan menjadi negara yang swasembada pangan apabila negara acuh dalam mensejahterakan petani?

"Nurhadi Aldo terlahir dari didikan keluaga petani oleh karena itu mereka sangat menghargai jasa para petani seperti mereka menghargai jasa para guru. Bila guru dan pendidikan adalah pondasi sebuah bangsa maka petani dan hasil pertanian adalah atap bagi sebuah bangsa." kutipan dari akun Facebook resmi dari Dildo

Mesum, sedikit jorok, imajinatif dan pikiran liar itulah kesimpulan untuk Dildo. Namun Nurhadi -Aldo telah memberikan penyejuk sekaligus edukasi bagi bangsa ini ditengah huru-hara panas politik. Kecerdasannya dapat membuat politik  menjadi sedikit lebih gurih dan sedikit mesum hehehe.