Mohon tunggu...
Bayu Fitri
Bayu Fitri Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Seorang pengamat hiruk pikuk media sosial dalam hal gaya hidup, finance, traveling, kuliner dan fashion. Tulisan saya bisa dibaca di blog https://bayufitri.com

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Net-Zero Emissions: Lakukan Langkah Kecil dari Rumah

20 Oktober 2021   16:32 Diperbarui: 20 Oktober 2021   16:34 140 10 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Pepohonan pada pedestriaan,  sumber : doc. pribadi

Dunia zaman now sedang tidak dalan keadaan baik - baik saja. Begitu sering pernyataan bernada prihatin saya dengar belakangan ini. Kondisi terkini adalah penyebaran virus Covid - 19 yang masih berusaha dikendalikan pengambil kebijakan dari pengelola negara. Ragam upaya dilakukan supaya kegiatan manusia tidak terkendala akibat paparan virus Covid-19.

Persoalan berikutnya mengenai keseimbangan alam seisinya. Manusia sebagai salah satu mahluk penghuni bumi mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk menjaga dan merawat bumi. Hal ini perlu dilakukan supaya bumi seisinya tetap lestari sehingga nyaman untuk ditinggali oleh generasi sekarang dan berikutnya.

Net-Zero Emissions

Pengertian secara umum mengenai Net-Zero Emission adalah nol bersih emisi atau tidak ada gas buang. Artinya ada usaha yang dilakukan manusia untuk dapat mengendalikan gas rumah kaca. Idealnya jumlah emisi CO2 yang dilepas harus sama dengan jumlah emisi CO2 yang diserap. Tujuannya supaya tidak ada emisi CO2 yang lepas sampai ke atmosfer karena kegiatan manusia.

Penghasil terbesar gas rumah kaca adalah kegiatan manusia. Seperti contoh pembakaran sampah kayu, sampah plastik, pengolahan minyak bumi yang berasal dari fosil, asap kendaraan bermotor serta penggunaan listrik yang berenergi batu bara.

Akibat dari Lepasnya Gas Rumah Kaca

Gas yang terbuang di udara dan berkelana sampai atmosfir pada satu saat akan menjadi selimut buat bumi. Inilah yang disebut gas rumah kaca. Akibatnya suhu bumi semakn panas atau terjadi pemanasan global. Beberapa tempat bahkan ada yang mengalami kemarau dan musim kering berkepanjangan. Bahkan sering terjadi anomali musim kemarau dan musim penghujan selama beberapa tahun terakhir. 

Dampak dari anomali musim, banyak hasil perkebunan dan hasil sawah gagal panen. Penyebabnya karena terendam air hujan terus menerus. Ada lagi gagal panen karena sulit mendapat sumber air untuk tanaman karena kemarau berkepanjangan. Situasi seperti ini berakibat pada terganggunya distribusi bahan mentah sumber pangan untuk masyarakat ke berbagai daerah.

Lakukan Langkah Kecil dari Rumah

Sebagai masyarakat kita bisa ikut berpartisipasi mengendalikan kegiatan supaya tidak menghasilkan gas rumah kaca. Caranya melakukan langkah kecil dimulai dari rumah. Berikut beberapa cara yang mudah untuk dilakukan;

1.Pilah dan tidak membakar sampah
Sampah dari rumah tangga menjadi penyumbang polusi terbesar yang berakibat terbentuknya gas rumah kaca. Hal ini dikarenakan proses pengelolaan sampah masih dengan cara ditumpuk begitu saja di tempat pembuangan sampah (TPA). Proses pembusukan sampah mengeluarkan gas metana yang menguap ke udara terbuka.

Tak jarang masih banyak sampah rumah tangga dibakar begitu saja. Cara seperti ini menimbulkan polusi dari asap pembakaran. Asap pembakaran sampah dalam jumlah tertentu dapat lepas ke atmosfer dan menimbulkan gas rumah kaca.

Saya pribadi mempunyai kebiasaan memilah sampah rumah tangga sebelum dibuang ke bak sampah.  Kemasan bungkus plastik, botol plastik, kertas bekas, dan limbah dapur saya pisahkan. Untuk sampah kemasan plastik, botol plastik dan kertas  saya serahkan ke bank sampah. Untuk limbah makanan saya buang ke bak sampah untuk diangkut petugas kebersihan.  Jika ada sampah dari tanaman atau guguran daun pepohonan di halaman rumah saya pendam dalam tanah supaya menjadi kompos.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Lingkungan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan