Bass Elang
Bass Elang Seniman

Dan pada akhirnya senja berubah menjadi malam yang gelap. Tak ada yang berkesan kecuali wajah manismu yang melintas.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Aku, Bahagia Denganmu

14 Maret 2018   04:54 Diperbarui: 14 Maret 2018   05:56 137 0 0

Setiap detik aku memikirnya dari mulai aktivitasnya 

aku memikirkan apa yang tengah ia lakukan

Ketika jam mulai berubah 

aku memikirkan perilakunya.


Seperti ia memegang tanganku

memberikan minum untukku. Dari posisi yang tinggi

Ia berhati-hati menaruhnya 

hingga ke bawah

dan menawarkanku.


Aku pun di buatnya terlena

Pada rauta wajahnya yang mempesona

Seperti saat ia tersenyum

wajahnya begitu anggun Mesemnya, memengaruhi raut wajahya menjadi lucu. 


Dikala tawanya 

aku pun memperhatikannya

Begitu nampak keselarasan mukanya  

mewujudkan kecantikan wajahnya


Disaat aku mengajaknya bercanda 

Ia meladeninya

sampai-sampai ia mencubit tanganku

mencubit bahu dan jari jariku

Pun mencubit pinggangku.


Pernah suatu ketika

Ia pernah mencubit telingaku Dengan pernyataannya yang menggemaskan

Dia bilang "Kau Sangat Menyebalkan Yang! " serunya untukku


Intonasi suaranya yang lembut dan berdinamika 

terekam pada telingaku 

hingga pada suatu ketika 

aku masih mendengar suaranya itu 


 Pada keadaan tertentu

pikiranku mengiblat ke dia

Oh sang primadona yang anggun

Angkatlah paku yang telah kau tancap pada diriku ini

Sungguh aku tak berdaya 

saat kita bertengkar dan membisu.


Jikalah aku memilih 

Aku akan memilih bersamamu Karena aku merasa bahagia denganmu.

29/06/16