Baskoro Endrawan
Baskoro Endrawan karyawan swasta

Like to push the door even when it clearly says to "pull" You could call it an ignorance, a foolish act or curiosity to see on different angle :)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama featured

Legalisasi Ganja, Bias antara Legalisasi Rekreasi atau Manfaat Asli?

7 Desember 2011   14:28 Diperbarui: 4 April 2017   22:01 1908 2 15
Legalisasi Ganja, Bias antara Legalisasi Rekreasi atau Manfaat Asli?
Ilustrasi: Shutterstock

Buku "Hikayat Pohon Ganja" hasil kerja dari Tim Lingkar Ganja Nusantara (LGN) resmi diluncurkan hari ini di Toko Buku Gramedia, Jalan Matraman Raya, Jakarta. Acara yang dipandu oleh presenter Pandji Pragiwaksono siang tadi, sempat dihebohkan dengan statement Pandji sendiri yang meyakini bahwa "SBY pun pasti pernah nyimeng". "Jangankan saya, Obama saja mengaku pernah nyimeng. Bahkan saya yakin, SBY itu pasti juga pernah nyimeng,"  demikian ucapan Pandji ( entah bercanda atau serius) pada saat diwawancarai oleh beberapa wartawan dari beberapa media cetak dan elektronik.

Ganja hendaknya dilegalan, begitu kira kira pesan yang ingin diusung oleh LGN disini. Jangan masukkan dia ke ranah narkotika, tapi lihatlah dari manfaat yang dapat diambil dari tanaman tersebut.  Buku "Hikayat Pohon Ganja" sendiri sebenarnya bukanlah membahas seputaran anekdot para pemimpin negara atau tokoh-tokoh yang sedang nyimeng, ngegele, ngedhadhut, yagim atau rakab.  Buku ini sendiri lebih membahas pada manfaat tanaman ganja pada segi industri dan medis, dan juga hal lain seputaran pergerakan LGN sendiri. 

Manfaat? Memang, tanaman ganja sendiri, sebenarnya banyak mengandung manfaat.  Serat tanaman tersebut, sudah jamak digunakan diberbagai negara sebagai bahan dasar pembuat kertas dan bahan konveksi. Alih-alih sebagai ganti banyaknya hutan yang ditebangi, hanya untuk industri tersebut.  Jadi, tanaman ganja juga sebenarnya banyak mendukung program penghijauan? Bisa jadi. Sisi Medis? Dari mulai pengobatan untuk penderita tumor, kanker , gangguan paru paru seperti TBC, parkinson, autisme dan masih banyak lagi dikabarkan banyak menggunakan campuran dari zat aktif ganja sebagai bahan utama obat obatan untuk gejala penyakit diatas. Bermanfaat juga ya? Demikian pendapat para ahli. Bahkan, ada beberapa daerah di Indonesia, yang seringkali menggunakan biji ganja dan daun-nya untuk tambahan bumbu penyedap di masakannya.  "Lebih nikmat dan dapat mengempukkan daging" - itu rata rata ucapan mereka apabila ditanya kenapa menggunakan biji ganja dan daunnya untuk memasak. Lalu, kenapa mesti dilarang? 

Ganja, di hukum Indonesia sendiri masuk dalam jenis narkotika golongan A.  Tak ada ampun bagi pengguna (penghisap ganja), pengedar dan tentunya para pemilik ladang tanaman ganja.  Jangan harap dapat berdalih pada aparat hukum bahwa anda sedang menghisap ganja karena alasan medis. Atau, anda menanam ganja karena alasan "penghijauan dan cinta bumi". Tak kena bila dipandang dari sisi hukum di Indonesia. Hukuman rata rata bagi para para pelaku seputaran nikmat 'daun surga' ini amat berat, apabila anda bandingkan dengan golongan narkotika yang lainnya.  

Banyaknya kasus yang terjadi di Indonesia ini memang seputaran 'penyalah gunaan ganja', sebagai suatu alat rekreasi, bukan manfaat aslinya. Kenapa tanda petik? Ya karena menurut hukum, ganja tersebut disalah gunakan.Nah yang 'benar gunakan' nya yang bagaimana?Itu yang jadi pertanyaan. Perlukah ganja di legalisasi, karena manfaat asli tanaman tersebut seputaran kegunaannya di industri dan medis, atau Indonesia rindu akan sebentuk legalisasi ganja sebagai rekreasi? 

Nah, biasanya, apabila masuk keranah rekreasi, ganja seringkali dibandingkan secara langsung dengan (minuman) alkohol. Toh alkoholpun yang sudah jelas jelas efek negatifnya dibiarkan dijual bebas, bahkan dikenakan cukai untuknya. Kenapa ganja tidak bisa?  Riset secara medis banyak menjelaskan secara gamblang bahwa dampak minuman beralkohol, baik di penggunaan secara rekreasi maupun jangka panjang jauh lebih negatif terhadap tubuh manusia daripada kebiasaan menghisap ganja. Terlepas dari berbagai kontroversi seputaran tanaman 'surga' ini, sudah siapkah Indonesia apabila nantinya ganja benar benar dilegalkan ? Tentunya, diperlukan kajian lebih mendalam dari sisi hukum, agama, sosial budaya dan ekonomi, untuk menuju atau tidak menuju ke arah kesana. 

**

Tulisan saya ini bukanlah suatu bentuk dukungan untuk para pendukung legalisasi ganja baik untuk industri, medis dan yang lainnya atau menentangnya  , bukan sebuah bentuk apresiasi terhadap buku Hikayat Pohon Ganja atau sebaliknya  dan bukan juga ajakan kepada para pembaca untuk lebih mengenali tanaman ganja atau tidak mengenali tanaman ganja  !  :)