Mohon tunggu...
Barokah Meilany Putri
Barokah Meilany Putri Mohon Tunggu... Jurnalis - Saya adalah Mahasiswa Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi di Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah.

Saya suka menulis, dan saya ingin membagikan tulisan saya melalui media yang tersedia.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Kecemasan dalam Beretorika, Apakah Bisa Menghadapinya?

2 April 2024   19:28 Diperbarui: 2 April 2024   19:30 155
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Seorang Mahasiswa merasa cemas terhadap suasana yang dihadapinya. (dok. Pribadi) 

Efektivitas dalam berbicara bergantung pada beberapa faktor, faktor yang mempengaruhi efektivitas berbicara adalah faktor bertukar sebuah gagasan, dan kecemasan dalam berbicara (komunikasi).

Kecemasan adalah sesuatu yang menimpa hampir setiap orang pada waktu tertentu dalam kehidupannya, kecemasan ini juga termasuk salah satu reaksi normal terhadap suatu kondisi yang bisa dialami oleh siapapun.

Penyebab kecemasan dalam beretorika adalah Tidak tahu apa yang harus dilakukan, mereka yang mengalaminya tidak tahu cara memulai sebuah pembicaraan (komunikasi), dan mereka sangat takut terhadap respon pendengar.

Mereka yang memiliki kecemasan juga tahu akan dinilai, berhadapan dengan penilaian memang mebuat orang nerveous, dan juga penilaian seorang akan membuat dirinya terus berfikir atau biasa yang disebut overthinking.

Ada juga yang disebut Berhadapan dengan situasi yang asing dan tidak siap, misalnya disaat seseorang secara tiba-tiba ditunjuk untuk berbicara didepan khalayak yang tidak dikenal atau tiba-tiba ditunjuk untuk maju kedepan, mereka yang tidak terbiasa dengan situasi itu akan merasakan demam panggung atau pannic attack.


berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi kecemasan, yaitu;

  1. Faktor fisik, terdiri latihan fisik latihan itu yang dapat meningkatkan kondisi mental seseorang dan mencegah timbulnya kecemasan atau serangan panik .
  2. Trauma atau konflik, Dengan kata lain, munculnya gejala kecemasan sangat bergantung pada keadaan individu, dalam artian pengalaman emosional dan konflik mental yang terjadi dalam diri individu mendorong munculnya gejala kecemasan.
  3. Lingkungan awal yang buruk merupakan faktor utama yang mempengaruhi kecemasan seseorang. Jika faktor ini tidak baik maka akan mempengaruhi kepribadian Anda dan menimbulkan gejala kecemasan.

Untuk mengatasi kecemasan dalam bereorika pasti ada upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi kecemasan berbicara (retorika) yaitu, pada saat didepan umum bersikap tenang atau rileks sebelum berbicara di depan umum, Mempersiapkan materi yang ingin disampaikan, Berlatih berbicara, Berbicara dengan gaya sendiri, dan Selalu berpikir positif.

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri atau menghindardari kecemasan ketika berbicara di depan umum, yaitu Bangkitkan kemauan yang keras. Kemauan ini bisa dikatakan sebagai fondasi utama untuk membangun kepribadian yang kuat termasuk kepercayaan diri.

Hal ini sesuai dengan yang mahasiswa lakukan dalam meningkatkan kepercayaan diri mereka dengan sering berlatih berbicara di depan umum, selalu mengexplore hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan dirinya, memiliki kemauan agar bisa mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

Jadi apakah kita bisa menghadapinya? tentu saja bisa, kita semua mempunya tekad yang kuat untuk bisa bersosialisasi, berkomunikasi, serta mencari relasi. untuk hal ini mengatasi kecemasan dalam berkomunikasi bisa kita atasi dengan upaya-upaya diatas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun