FAQ KOMPASIANA

Kompasiana adalah sebuah platform blog dan publikasi online yang dikembangkan oleh Kompas Cyber Media sejak 22 Oktober 2008. Baca lebih lengkap di sini

Siapa saja, baik perseorangan maupun institusi bisa mendaftar dan mendapatkan akun serta menulis di Kompasiana.

Silakan lakukan registrasi KompasID. Klik fitur "Masuk" dan ikuti tiap langkah selanjutnya. Jika Anda mengalami kesulitan kirim <i>email</i> ke kompasiana@kompasiana.com

Anda bisa langsung membuat dan menayangkan konten di Kompasiana setelah memiliki akun. Klik tombol "Mulai Nulis" atau masuk ke halaman profil Anda.

Konten yang Anda buat akan langsung tayang, namun, beberapa saat kemudian pengelola akan melakukan moderasi untuk memastikan konten yang ditayangkan tidak melanggar syarat dan ketentuan Kompasiana.

Kompasiana telah menyediakan fitur dalam membuat konten di laman "Tulis" masing-masing pengguna. Pilih ikon media atau youtube untuk menempelkan foto dan video dari Youtube atau taruh kursor di mana saja Anda ingin menempelkan foto/video. Akan keluar tanda +, klik tanda tersebut, lalu pilih tambahkan foto/video. Jangan lupa berikan caption berisi sumber gambar apabila gambar tersebut bukan hasil karya Anda. Untuk lebih jelas, silakan kunjungi tutorial berikut ini.

Silakan lengkapi halaman profil Anda, termasuk unggah scan identitas; KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku. Proses verifikasi umumnya memakan waktu 7 hari kerja. Jika melebihi waktu tersebut, silakan pengajuan verifikasi berkas melalui kompasiana@kompasiana.com

Centang Hijau adalah tanda verifikasi administratif data diri pengguna.

Centang Biru secara khusus diberikan kepada Kompasianer yang telah memenuhi standar kualitas tertentu, di antaranya adalah: (a) Pakar, (b) Figur Publik, (c) Institusi Tepercaya, (d) Kompasianer yang secara konsisten menayangkan konten berkualitas. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan baca artikel ini.

Setiap konten yang tayang di Kompasiana akan melewati proses moderasi untuk menilai kelayakan tayang artikel. Bila artikel tersebut melanggar syarat dan ketentuan Kompasiana, pengelola akan menghapus dan mengirimkan pesan berisi peringatan pelanggaran yang dilakukan.

Kompasiana berhak memblokir akun yang melakukan pelanggaran Kompasiana berulang kali dan menciptakan suasana yang tidak kondusif bagi iklim interaksi di Kompasiana. Selain itu, Anda juga tidak diizinkan untuk menggunakan nama-nama akun yang melanggar ketentuan Kompasiana. Pelanggaran terhadap ketentuan ini juga dapat mengakibatkan dibekukannya akun Anda.

Silakan cek kembali URL artikel yang Anda tuju. Jika sudah benar tetapi tidak bisa terbuka, kemungkinan besar artikel tersebut telah dihapus oleh penulisnya sendiri atau pengelola karena melanggar ketentuan Kompasiana.

Tentu. Anda dapat menggunakan fitur pesan setelah melakukan registrasi. Bila ada pesan baru dari Kompasianer lain, Anda akan mendapatkan notifikasi

Ya, Anda bisa menghapus tulisan sendiri dengan menekan tombol “delete” yang terletak pada bagian bawah tulisan Anda.

Pemilik konten dapat mengelola komentar seperti membalas, menghapus, dan melaporkan komentar kepada pengelola.

Silakan laporkan konten yang melanggar dengan fitur tombol “Laporkan” di bagian bawah artikel tersebut. Jangan lupa sebutkan alasannya. Selanjutnya, kami akan mempelajari dan menindaklanjuti tiap laporan yang masuk.

Headline atau Artikel Utama adalah sejumlah artikel terbaik yang dipilih oleh Moderator Tim Konten Kompasiana dan ditayangkan secara khusus pada bagian atas situs Kompasiana. Ketahui kriteria penentuan artikel Headline di sini.

Tulisan Terbaru adalah artikel yang baru tayang di Kompasiana. Tulisan ini mengalir berdasarkan waktu penayangan artikel oleh Kompasianer.

Artikel Pilihan adalah tulisan Terbaru yang dianggap layak untuk direkomendasikan di halaman depan Kompasiana.

Sebuah fitur yang ditujukan kepada Kompasianer untuk membuat konten seputar topik yang diangkat.

Featured Article adalah artikel lawas yang diangkat kembali pada kolom khusus karena dianggap memuat konten yang aktual dan relevan dengan isu tertentu yang tengah terjadi pada masa sekarang.

Lima artikel yang meraih vote tertinggi selama 12 jam masa tayang.

Lima artikel yang meraih vote dan jumlah pembaca tertinggi selama 12 jam.

Artikel Kompasiana yang meraih pencarian paling banyak di Google.

Kolom yang menampung Artikel Pilihan dari para Kompasianer newbie yang memiliki usia akun kurang dari 1 bulan.

Lima artikel Kompasiana terpopuler yang tayang di KOMPAS.com

Ya, Kompasiana tidak sekadar platform blog, tetapi juga sebagai medium yang mempertemukan seluruh penggunanya secara offline dengan berbagai program. Anda bisa melihat dan mengikutinya melalui halaman event.kompasiana.com

Di tiap bulannya, Kompasiana menyelenggarakan banyak kompetisi blog yang dapat diikuti oleh seluruh Kompasianer. Anda bisa melihat dan mengikutinya melalui halamanevent.kompasiana.com

Buka halaman event.kompasiana.com atau kunjungi offcial account Kompasiana https://kompasiana.com/kompasiana Buka pengumuman kegiatan yang Anda inginkan. Klik daftar atau mengikuti. Untuk pendaftaran kegiatan oflline, pengelola akan menghimpun dan memilah peserta yang layak ikut.

Faktor yang menyebabkan Anda tidak terpilih sebagai peserta kegiatan <i>offline</i> di Kompasiana bisa terjadi karena Anda terlambat mendaftar, kuota sudah penuh atau Anda tidak masuk kategori peserta yang dapat mengikuti kegiatan.

Kompasiana akan meminta Anda untuk mengirimkan data diri melalui <i>email</i> untuk kemudian memproses pencairan hadiah. Ikuti petunjuk selanjutnya setelah mengirimkan data diri.

Secara administratif, Kompasiana memerlukan waktu 45 hari kerja untuk mencairkan dana dan mengirimkannya ke rekening Anda. Atau barang yang dijadikan hadiah mengalami kendala dalam proses pengiriman dan/atau stok barang hadiah habis. Silakan layangkan email ke kompasiana@kompasiana.com jika sampai hari yang ditentukan Anda belum menerimanya. Pengiriman hadiah berupa barang akan dikoordinasikan secara langsung setelah Anda mengirimkan alamat pengiriman.

Silakan gunakan fitur "laporkan" yang terdapat di bagian bawah artikel dan sertakan alasan Anda melaporkan untuk kemudian kami pelajari. Keputusan/ekseskusi merupakan wewenang Kompasiana. Untuk kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, silakan kirimkan surat resmi ke kompasiana@kompasiana.com

Klik button gambar (insert image) di Toolbar Dashboard tulis, Lalu pilih button Folder (Browse). Setelah itu, akan muncul gallery gambar yang sudah terunggah.

Kompasiana tidak menyediakan fitur ganti email. Untuk mengganti password dan username, gunakan fitur “Pengaturan” di akun Kompasiana Anda (pilihan terdapat pada ikon "Profil" di pojok kanan). Pilih "Edit” untuk mengganti password dan username. Perhatian: perubahan username akan menyebabkan hilangnya arsip artikel Anda.

Klik tombol “Lupa Password” pada laman login. Masukkan email Anda untuk selanjutnya menerima password pengganti melalui email. Setelah sukses masuk ke halaman Anda, silakan ubah password sesuai keinginan.

Pastikan jaringan internet Anda lancar. Jika Kompasiana sedang dalam optimasi sistem, silakan tunggu hingga proses optimasi selesai.

Silakan hapus data penjelajahan Anda (clear history/clear cache) pada peramban (browser) yang digunakan. Ulangi kembali proses log in. Petunjuk : https://www.kompasiana.com/kompasiana/kompasiana-akan-melakukan-optimasi-sistem_58107dbbb27a611d138b456b , dan http://www.wikihow.com/Clear-Your-Browser's-Cache

Kami mengimbau Anda untuk menulis dan menyimpan artikel pada dokumen lain sebelum mengunggahnya ke Kompasiana. Jika gangguan pada saat menayangkan artikel terjadi, silakan refresh atau log out dari akun, lalu ulangi lagi proses menulis. Silakan hapus data penjelajahan apabila gangguan masih berlanjut.

Silakan refresh halaman Anda. Jika belum kembali ke akun milik Anda, silakan log out, lalu ulangi log in

Syarat mengunggah gambar, ukuran tidak boleh lebih dari 2 MB. Tipe file yang disarankan adalah jpg atau jpeg. Tidak disarankan meng-copy paste gambar dari note, Word, dan URL link. Tidak disarankan mengunggah lebih dari 10 gambar. Jika masih gagal ketika sudah memenuhi syarat tersebut, cobalah mengunggah gambar satu per satu lalu simpan dan seterusnya. Unggah-simpan, unggah-simpan lalu tayang.

Sistem Kompasiana memberlakukan automatically logout setiap 5 jam.

Kalimat ini akan muncul apabila Anda memasukkan link URL artikel pada kolom 'Tanggapi Artikel' di halaman menulis. Untuk menghindari gangguan ini, silakan kosongkan kolom tersebut dan gunakan fitur "Tanggapi dengan Artikel" langsung pada halaman artikel yang ingin Anda tanggapi.

Jika Anda mengalami hal ini, kemungkinan besar aktivitas menulis di Kompasiana sedang tinggi. Harap simpan artikel Anda di tempat lain dan coba kembali tempelkan tulisan Anda beberapa saat kemudian.

Kompasianer hanya diperbolehkan menayangkan satu artikel setiap satu jam untuk menghindari spamming

Kami sarankan Anda memilih nama tanpa menggunakan spasi. Silakan gunakan huruf kecil dan tidak mengandung unsur "www" dan "http". Jika masih tidak bisa, kemungkinan besar username atau email tersebut sudah pernah digunakan/terdaftar. Contoh username yang diizinkan: inicontohku atau ini_contoh_ku

Jika Anda mengalami hal tersebut, berarti Kompasiana sedang mengalami gangguan atau sedang dalam tahap maintenance. Silakan coba kembali beberapa saat kemudian.

Besar kemungkinan, saat itu Kompasiana sedang mengalami gangguan atau sedang dalam tahap perawatan mesin. Silakan coba kembali beberapa saat kemudian.

Kami mendapatkan laporan yang cukup banyak terkait akun yang terblokir pada saat melakukan login Kompasiana melalui sso.kompas.com. Biasanya ditandai notifikasi dengan kalimat "Error! Akun Anda telah diblokir."Screenshot.

Kami mengumpulkan sejumlah keluhan, dan menganalisis setiap akun yang terblokir di sistem MyKompas. Pada umumnya hampir sebagian besar akun tersebut dianggap melanggar tata tertib yang berlaku saat melakukan komentar di portal www.kompas.com.

Akun Kompasiana terintegrasi dengan sistem MyKompas

Perlu diketahui oleh seluruh Kompasianer, seluruh akun Kompasiana telah terintegrasi dengan sistem MyKompas, Anda bisa mengaksesnya melalui my.kompas.com. Akun yang sudah terintegrasi ini bisa Anda gunakan di seluruh layanan digital Kompas Gramedia.

Namun, apabila Anda melanggar tata tertib yang diberlakukan di masing-masing platform dan akun Anda terblokir, maka Anda tidak dapat mengakses akun Anda kembali termasuk membuka akun Kompasiana Anda.

Kami menyarankan Anda untuk tetap membaca terlebih dahulu syarat dan ketentuan yang berlaku di masing-masing platform dan mematuhinya, agar akun Anda tidak dianggap melanggar tatib tersebut.

Setelah melakukan beberapa penyesuaian, akhirnya Kompasiana meluncur dengan tampilan baru yang lebih fresh. Selain meningkatkan performa web, tampilan baru ini juga diharapkan dapat mempermudah pengguna untuk beraktivitas dan berinteraksi di Kompasiana. 

Berdasarkan hasil survei, saat ini warganet lebih dominan menggunakan mobile untuk mengakses segala macam situs media sosial, tak terkecuali juga Kompasiana. Tren saat ini Kompasianer lebih sering mengakses lewat smartphone.

Maka dari itu, kali ini kami sajikan Tutorial Kompasiana Mobile sebagai panduan terbaik saat Anda mengakses Kompasiana melalui perangkat smartphone atau tablet. Berikut tutorialnya untuk Anda:

LOG IN

Di versi terbaru fitur Log in SSO sudah terintegrasi dengan Kompas.com, jika Anda memiliki akun Kompas.com Anda juga sudah bisa gunakan untuk Log In di Kompasiana. Cara Log In kompasiana mobile sama dengan cara Anda log in pada website Kompasiana, Anda cukup klik icon Log in di sudut kanan atas (bergambar tanah panah masuk pintu) dan Anda akan diarahkan ke halaman sso.kompas.com masukkan alamat email dan password Kompasiana di dua kolom yang tersedia. 

Anda juga dapat log in melalui media sosial Facebook dan Akun Google dengan mengklik salah satu media sosial yang diinginkan. Yang paling penting, agar tidak terjadi kendala saat beraktivitas, sebaiknya Anda centang tanda "tetap masuk" sebelum Anda login.

Halaman login

Jika Anda belum memiiliki akun, sila daftar melalui tombol daftar di bawah tombol login.

Ingat, satu akun yang terdaftar ini juga terintegrasi dengan akun Kompas.com, jika Anda melanggar syarat dan ketentuan ataupun melontarkan komentar buruk di Kompas.com, dan akun Anda diblokir oleh tim Kompas.com, secara otomatis Anda juga tidak akan mengakses akun Kompasiana Anda.

PROFIL SAYA

Lalu berlanjut, Anda bisa klik foto profil Anda di bagian kanan atas lalu klik "profil saya". Pada menu ini akan ditampilkan profil pemilik akun.

Halaman profil

Pengunjung dapat melihat statistik tulisan, mulai dari tulisan yang menjadi Pilihan, Akun Utama, Jumlah Komentar, dan yang lainnya. Kemudian seperti layaknya media sosial, ditampilkan pula tanda verifikasi, nama profesi, serta jumlah Followers dan Following pemilik akun. 

Ada pula icon media sosial pemilik akun seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Google+. Kemudian pada bagian akhir terdapat tulisan-tulisan pengguna yang dapat diurutkan berdasarkan kategori, seperti berdasarkan rubrik, tahun, dan bulan.

***

TIPS & TRIK TULIS ARTIKEL

Kini berlanjut, kita akan memaparkan sedikit tips dan trik untuk menulis lewat mobile di Kompasiana terbaru. Langkah ini adalah cara yang biasa kita gunakan saat menulis artikel melalui smartphone, tentunya Kompasianer memiliki cara-cara sendiri tergantung kenyamanan masing-masing. Namun, kami akan paparkan cara kami.

Gunakan Aplikasi Notes.

Sebelum Anda menuliskan artikel di Kompasiana, ada baiknya jika Anda menuliskan draft terlebih dahulu melalui aplikasi pengolah kata yang tersedia di Playstore atau Appstore, cara dengan kata kunci "Notes", Anda akan mendapatkan beberapa pilihan aplikasi serupa yang Anda bisa gunakan untuk menuliskan draft layaknya program Ms. Word.

Mengapa kami sarankan untuk menggunakan aplikasi ketiga? Karena aplikasi ini beroperasi secara offline, jadi draft Anda akan aman di dalam sebuah data walaupun Anda tidak tersambung dengan internet. Terlalu riskan menuliskan langsung di Kompasiana, karena Kompasiana beroperasi secara online, apabila sambungan bermasalah otomatis draft Anda jika belum disimpan tidak akan terarsip di sistem.

Setelah draft Anda selesai, baru Anda bisa copy draft Anda di halaman tulis Anda, dan bisa melakukan kustomisasi setelah dipindahkan ke halaman tulis Kompasiana. 

Anda bisa mengakses halaman tulis melalui menu akun profil Anda terletak di sudut kanan atas. Pada menu tersebut kemudian klik "Tulis Artikel".

Untuk membuat postingan melalui Kompasiana Mobile, ada tiga cara, Anda bisa memulainya dengan mengklik kotak hijau di halaman utama, meng-klik menu "Tulis Artikel" di deretan icon foto profil, dan Anda juga bisa mengakses dari tombol "Nulis" yang berada di sisi kanan. Setelah menu tersebut diklik akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

Halaman tulis

Gambar di atas dibagi menjadi tiga kolom dengan fungsi yang berbeda. Kolom pertama di bagian atas digunakan untuk menulis judul postingan. Kolom kedua di bagian tengah merupakan tempat Anda menulis konten atau postingan. Kemudian pada kolom terakhir adalah kolom tag atau label untuk tulisan.

Pada kolom posting tulisan terdapat berbagai fitur formatting yang dapat digunakan untuk membuat tulisan lebih rapi dan enak dibaca. Pada umumnya fitur tulis yang tersedia hampir sama seperti progam ketik lainnya, seperti bold, italic, underline, numbering, paragraf, dan yang lainnya.

Unggah Foto Berat? Pake Cara Ini

Kami mendapatkan laporan, tidak lagi sedikit. Mungkin sudah ratusan laporan yang masuk, karena mereka tidak dapat mengunggah hasil foto mereka di Kompasiana. Setelah kami telusuri, permasalahannya adalah ukuran foto yang terlalu besar, padahal Kompasiana membatasi foto yang diunggah maksimal hanya sebesar 2MB.

Biasanya karena tren kamera HP yang semakin baik, hasil fotonya pun juga memuat ukuran yang tidak kecil. Sila cek galeri foto yang Anda jepret dari kamera HP Anda, biasanya ukurannya sudah tidak lagi kecil. Maka dari itu, Kompasianer tidak akan bisa mengunggah foto karena ukuran yang dibatasi.

***

Trick!

Cara yang kami sarankan adalah kompres terlebih dahulu menggunakan aplikasi ketiga, sila cari di Playstore dan Appstore dengan kata kunci "Photo Editor" atau cara yang paling unik, kompres melalui Whatsapp, ini menurut kami paling praktis. Jika menggunakan aplikasi Anda cukup gunakan fitur "Compress/Reduction" atau apapun namanya, hingga foto berkurang ukurannya.

Cara yang kedua adalah melalui aplikasi Whatsapp, caranya cukup kirimkan foto Anda ke teman atau mau dikirim balik ke sendiri photo yang akan Anda gunakan. Karena secara otomatis Whatsapp mampu mengkompresi photo yang sudah Anda bagikan. Selanjutnya Anda bisa menggunakan photo terkompres yang sudah masuk ke galeri HP Anda.

***

Kemudian apabila Anda ingin memasukkan media gambar cukup klik icon insert picture seperti tampilan di bawah ini.

Unggah foto

Untuk memasukkan gambar, Anda bisa klik ikon pemandangan, lalu klik kotak bertuliskan Drop Image. Kemudian Anda akan diberi pilihan, apakah ingin memasukkan gambar langsung dari kamera atau melalui galeri. Klik foto atau gambar yang diingkan, kemudian gambar akan langsung terpasang di halaman tulis Anda. 

Satu hal yang perlu diingat, Kompasiana membatasi ukuran file foto atau gambar yang akan diunggah, yaitu sebesar 2MB. Bila file foto atau gambar Anda terlalu besar maka otomatis akan gagal diunggah.

Tahukah Anda? Jika Anda sudah pernah mengunggah foto sebelumnya, Anda bisa mengaksesnya kembali tanpa harus mengunggah ulang foto lagi.CaranyaAnda bisa menambahkan gambar dari stok gambar yang pernah Anda unggah sebelumnya di postingan Kompasiana. Caranya dengan mengklik icon Folder pada bagian atas kotak Drop Image, lalu pilih salah satu gambar yang diinginkan. Pada fitur ini hanya tersedia 10 foto atau gambar terbaru saja.

Jika tulisan Anda sudah siap untuk ditayangkan, maka Anda bisa langsung meng-klik tombol "Tayang". Namun, apabila posting yang Anda masukkan ingin disimpan di dalam folder draft, maka Anda bisa meng-klik tombol "Simpan". Tapi kami sarankan untuk selalu menekan tombol simpan setiap Anda beristirahat menulis untuk berjaga-jaga. Setelah itu tulisan Anda sudah tayang!

Demikian tips dan trik Posting di Kompasiana via Mobile, semoga dapat membantu Kompasianer untuk mengakses dan beraktivitas di Kompasiana.

Selamat Bereksplorasi, Kompasianer!

---

Lastboy Tahara x Kevinalegion
Content and Community Officer Kompasiana

Puisi memiliki bentuknya sendiri di dunia kesusteraan. Berbeda dengan cerpen ataupun prosa, yang menuntut kekuatan karakter, latar dan alur yang jelas. Jika diibaratkan dengan seorang yang berlari, maka puisi bisa berlari dengan satu kaki.

Namun, kadang yang menjadi perdebatan adalah: "apa beda puisi dengan berita?" Jawaban sederhana untuk itu tentu wujudnya. Berita tidak ditulis dengan larik; satuan baris.

Najwa Shihab pernah berkelakar saat menjadi moderator untuk Sapardi dan Joko Pinurbo di Asian Literally Festival, "Oh, itu sudah titik. Saya kira masih ada lanjutannya. Penyair memang begitu, ya, suka-suka sekali menaruh tanda titik,". Kelakar itu Najwa tunjukan pada Joko Pinurbo.

Dengan bentuk Kompasiana yang satu tahun belakangan ini sudah memiliki wajah baru dan mengalami beberapa perubahan pada dasbor, sedikit-kurangnya mengubah juga "pola" menulis. Perubahan itu jelas terlihat pada saat mengunggah gambar, dan yang paling kentara: membentuk larik-larik ketika menulis puisi.

Layaknya logika perubahan, semua mesti diterima dengan cara yang baik. Sebab perubahan akan berbanding lurus ke arah yang lebih baik. Dan, bila kembali pada membentuk larik --supaya jelas yang ditulis itu adalah puisi, bukan berita-- pada dasbor Kompasiana, berikut kami berikan sedikit tutorialnya berdasarkan "pola" menulis di Kompasiana:

1.Bila Langsung Menulis di Dasbor Kompasiana dengan PC Komputer

Saat Kompasianer menuliskan puisi, pada akhir larik, bisa tekan tombol Shift + Enter bersama. Itu berfungsi untuk merapatkan antar larik satu dengan larik selanjutnya. Seperti pada contoh ini:Sampai di ujung larik, tekan tombol Shift + Enter bersamaan

Setelah itu, Kompasianer bisa melanjutkan larik berikutnya dengan langkah yang sama hingga puisi selesai.

Bait puisi yang sudah jadi dengan jarak antar larik yang rapat

Perlu diingat juga, berikan jeda satu spasi diakhir larik --baik itu setelah tanda baca atau tidak-- guna memberi jarak ketika hasil puisi setelah ditayangkan; tidak saling merapat antar larik. Lihat contoh berikut:

Contoh bila pada akhir larik tidak diberikan jarak satu spasi

Pada kata "sederhana:" dan "dengan"; "diucapkan" dan "kayu" di bait puisi itu akan terlihat rapat. Padahal, yang sebenarnya adalah kedua kata itu sudah berbeda larik. Hasilnya akan berbeda jika memberika jarak satu spasi. Bila dilihat dari laman fiksiana.kompasiana.com atau jika puisi itu dibagikan di sosial media akan seperti ini:

Bila pada akhir larik sudah diberikan satu spasi.

2. Bila Langsung Menulis di Laman Dasbor Kompasiana dengan Mobile/smartphone

Untuk Kompasianer yang ingin menulis langsung di mobile/smartphone, Dasbor Kompasiana masih belum memungkinkan membentuk larik jadi merapat.

Namun, untuk mengakalinya, Kompasianer bisa menulis terlebih dulu di aplikasi "Notes" pada mobile/smartphone. Setelah selesai, baru disalin-tempel ke Dasbor Kompasiana.

Menggunakan

3. Bila Menulis dari Microsoft Word/Notepad

Ada beberapa kasus, salah satunya Kompasianer sudah membuat jarak spasi di Microsoft Word/Notepad dengan format line spacing 1.0 dan spacing after 0 pt, kemudian ketika disalin-tempel masih membentuk jarak satu spasi.

Format sudah diatur dengan line spacing 1.0 dan spacing after 0 pt

Ini berkenaan dengan Dasbor Kompasiana yang sedang dalam perkembangan. Bila terjadi kasus serupa, setelah puisi disalin-tempel ke Dasbor Kompasiana, cukup letakkan kursor pada awal larik, kemudian hapus (backspace). Setelah larik tersebut menjadi satu baris, baru tekan Shift + Enter secara bersamaan, seperti yang tadi dijelaskan pada poin pertama. Maka akan menghasilkan seperti ini: 

Bila sudah diatur kembali seperti pada poin pertama.

Biarpun menurut Sapardi bahwa, "puisi itu bunyi, puisi mesti dinyanyikan," sebelum itu semua, alangkah baiknya membentuk puisi supaya lebih terlihaat cantik agar orang lain pun mudah dan enak membacanya --dan, barangkali di kemudian hari dinyanyikan. Semoga langkah ini sedikit membantu Kompasianer dalam menulis puisi. Selamat merayakan puisi di Fiksiana! (HAY)

Catatan: 

*) Puisi yang digunakan untuk ilustrasi ini adalah puisi dari Sapardi Djoko Damono yang berjudul "Aku Ingin"
*) Alangkah lebih bagus dan baik bila puisi yang hendak ditayangkan menggunakan ilustrasi. [Tutorial Mengunggah Gambar bisa dilihat di sini.]

Bantuan yang Anda inginkan tidak ditemukan?

Silakan isi form di bawah ini untuk mengajukan pertanyaan, saran, atau kritik.


Perihal