Mohon tunggu...
Bambang Trim
Bambang Trim Mohon Tunggu... Pendiri Institut Penulis Indonesia

Tukang buku keliling ini telah lebih dari 25 tahun berada di jagat perbukuan sebagai penulis dan editor. Ia pernah memimpin beberapa penerbit nasional. Kini memimpin Penpro (Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia) dan LSP Penulis & Editor Profesional. Suatu saat ia ingin mendirikan perguruan tinggi penulisan-penerbitan.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Tentang Rekto-Verso pada Buku

18 September 2019   23:13 Diperbarui: 19 September 2019   10:45 0 6 0 Mohon Tunggu...
Tentang Rekto-Verso pada Buku
Foto: Banter Snap/Unsplash

Recto-verso, pernah mendengar kata ini? Mungkin saja Anda langsung mengaitkannya dengan sebuah judul novel karya Dewi Dee. Tentu tidak salah, tetapi recto-verso sebenarnya sangat terkait dengan halaman buku atau majalah.

Recto dan verso itu ibarat dua sejoli yang tak dapat dipisahkan. Di mana ada recto, pasti di situ ada verso, terutama di dalam sebuah buku. Sebuah buku selalu dimulai dengan halaman recto dan berakhir pada halaman verso.

Kata recto telah diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi 'rekto'. Demikian pula pasangannya verso diserap tetap menjadi 'verso'.

Bagi mereka yang akrab dengan desain buku atau majalah, rekto dan verso adalah istilah yang kerap digunakan. Jika sebuah buku/majalah dalam posisi terbuka, tampaklah dua bagian yang disebut rekto-verso.

Rekto untuk menyebut bagian sebelah kanan halaman buku/majalah atau bernomor ganjil. Adapun verso untuk menyebut bagian sebelah kiri halaman buku/majalah atau bernomor genap.

Dalam penataletakan halaman, rekto dan verso menentukan penempatan halaman tertentu sebagai konvensi, terutama pada buku. Namun, pada kenyataannya banyak yang melanggar ketentuan ini karena ketidaktahuan.

Artikel ini akan membawa Anda mengenali penempatan bagian-bagian buku berdasarkan posisi rekto dan verso.

Halaman Bagian Awal Buku

Halaman bagian awal buku, seperti halaman judul, persembahan, kata pengantar, daftar isi, dan prakata selalu dimulai pada bagian rekto (nomor ganjil). Nomor halaman bagian awal buku lazim menggunakan angka Romawi kecil. Di halaman bagian awal buku tidak boleh tercantum judul pelari/lelar (running title), baik di rekto maupun verso.

Halaman Keterangan Penerbitan

Halaman keterangan penerbitan (pada bagian awal buku) yang juga biasa disebut halaman hak cipta ditempatkan pada bagian verso (nomor genap) setelah halaman judul penuh (full title). Beberapa buku ada yang "menyalahi kodratnya" dengan menempatkan halaman keterangan penerbitan di rekto (nomor ganjil).

Judul Pelari

Running title atau judul pelari/lelar adalah judul yang selalu muncul pada tiap halaman isi buku. Judul yang muncul itu adalah judul buku dan judul bab. Judul buku secara aturan yang benar ditempatkan di verso, sedangkan judul bab ditempatkan di rekto. Posisinya tidak boleh ditukar karena mereka bukan putri yang harus tertukar.

Halaman Awal Bab

Halaman awal bab pada sebuah buku selalu dimulai pada posisi rekto (nomor ganjil). Jika halaman versonya kosong, awal bab baru tetap dimulai dari rekto. Pada kenyataannya dengan alasan untuk menghemat halaman agar tidak ada halaman kosong, ada saja buku yang awal babnya dimulai pada posisi verso. Satu hal yang harus diingat juga bahwa selain harus dimulai pada posisi rekto, halaman awal bab juga tidak boleh dibubuhi judul pelari.

Halaman Bagian Akhir Buku

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2