Mohon tunggu...
Bambang Herutomo
Bambang Herutomo Mohon Tunggu... Konsultan dan mahasiswa S2 Teologi STT Jaffray Jakarta

Konsultan Pertambangan Batubara dan Mahasiswa S2 Teologi STT Jaffray Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Tujuan dari Gereja

4 Februari 2019   13:29 Diperbarui: 4 Februari 2019   14:03 723 0 0 Mohon Tunggu...

Dua tujuan yang tidak dapat dikesampingkan dari gereja dapat dilukiskan seperti berikut: dikumpulkan, untuk melayani tubuh Kristus, dan tersebar, untuk melayani dunia. Penting sekali untuk membedakan kedua tujuan ini. Di satu sisi, gereja berkumpul sebagai satu tubuh orang-orang percaya untuk saling melayani; dan di sisi lain, gereja harus melayani orang tidak percaya di dunia dengan Injil. Kedua tujuan ini harus tetap dipisahkan : gereja melayani orang yang percaya dan orang tidak percaya.

KUMPUL: Melayani Tubuh Kristus

PENGAJARAN. Kata mengajar sinonim dengan kata doktrin. Pengajaran adalah faktor penting dalam pendidikan, dan hal itu merupakan bagian vital bagi gereja Perjanjian Baru (PB). Anggota-anggota gereja mula-mula dengan tekun  mempelajari pengajaran para rasul (Kisah Para Rasul 2:42). Mereka mengajarkan doktrin kebangkitan Kristus (Kisah Para Rasul 4:2); mereka mengajarkan secara terus-menerus selama mereka memiliki kesempatan (Kisah Para Rasul 5:21,25) sampai seluruh kota Yerusalem dipenuhi oleh pengajaran tentang Kristus dan penebusan-Nya ( Kisah Para Rasul 5:28) Inti dari pemberitaan mereka bahwa Yesus sesungguhnya adalah Mesias (Kisah Paar Rasul 5:42;17:3). Pengajaran kepada orang-orang yang baru percaya menghasilkan kedewasaan (Kisah Para Rasul 11:26;15:35). Tujuan dari pengajaran Paulus adalah untuk mendewasakan orang percaya dalam Kristus (Kolose 1:28); jadi, pengajaran merupakan praktik yang harus diteruskan pada generasi berikutnya (2 Timotius 2:2). Kegagalan untuk melakukan hal itu atau kegagalan untuk merespons pengajaran itu akan menghasilkan bayi-bayi rohani (Ibrani 5:12). Suatu studi konkordansi yang sederhana menyatakan pentingnya suatu pengajaran sebagaimana yang ditekankan oleh Perjanjian Baru (PB).

PERSEKUTUAN. Sebagai tambahan dari pengajaran, gereja Perjanjian Baru (PB) memiliki karunia-karunia rohani lain untuk melayani tubuh Kristus. Relasi di antara tubuh Kristus ini terlihat dari istilah "satu sama lain" (bandingkan Roma 12:5, 10,16; 13:8;14:13, 19;15:5,7,14). Hal ini juga menekankan pentingnya persekutuan dalam pertemuan gereja. Gereja yang berkumpul itu memiliki persekutuan dalam perderitaan (Kisah Para Rasul 4:23; 5:41), persekutuan dalam kesatuan (Kisah Para Rasul 2:46;4:31; Filipi 2:1-4), persekutuan dalam pelayanan (Kisah Para Rasul 4:31), persekutuan dalam doa (Kisah Para Rasul 2:14,42;4:31;12:5,12;13:3;16:25), persekutuan dalam perjanjian Tuhan (Kisah Para Rasul 2:14), demikian pula persekutuan dalam perjamuan kasih (Kisah Para Rasul 2:46). Menariknya, persekutuan ini diadakan setiap hari (Kisah Para Rasul 2:46). Persekutuan ini menuntut dukungan terhadap para janda, yatim piatu, dan orang-orang miskin di tengah keluarga itu ( 1 Timotius 5:8; Yakobus 1:27).

IBADAH. Ibadah merupakan bagian intergral dari perkumpulan gereja. Banyak hal telah disebutkan sebagai refleksi dari ibadah (contohnya Perjamuan Tuhan). Dari awal, doa adalah aspek penting dalam ibadah pada wakti gereja  berkumpul. Pada waktu saudara seiman dalam kebutuhan, gereja berdoa (Kisah Para Rasul 12:5,12). Pembacaan Kitab Suci juga merupakan bagian sentral dalam pertemuan gereja (Kisah Para Rasul 4:24-26; 1 Timotius 4:13; 2 Timotius 3:15-17). Tidak diragukan lagi bahwa hal itu mengikuti pola ibadah di sinagoge, dimana pembacaan dan eksposisi Kitab Suci ditekankan. Menyanyi merupakan bagian vital gereja mula-mula, yaitu sebagai ekspresi yang sejati dari ibadah (Kisah Para Rasul 16:25;1 Korintis 14:26; Efesus 5:19; Kolose 3:16).

DISEBARKAN: Melayani Dunia.

Gereja Perjanjian Baru (PB) tidak berusaha untuk menjalankan penginjilan di dalam  ruangan yang tertutup tetapi keluar ke dunia. Dasar dari perintah untuk mengabarkan Injil di dunia adalah Matius 28:18-20. Pekerjaan gereja di tengah dunia adalah untuk menjadikan murid (orang yang belajar), membaptis mereka, dan membawa mereka ke dalam persekutuan orang percaya. 

Pelayanan penginjilan tidak hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu, melainkan oleh semua orang percaya (Kisah Para Rasul 8:4). Berita sentral yang diberitakan oleh gereja mula-mula adalah Kristus (Kisah Para Rasul 8:5,12,35; 9:20; 11:20); selanjutnya, mereka membawa berita mereka melewati batasan Yahudi, melewati batasan-batasan kultural yang kaku (Kisah Para Rasul 10:34-43;11:20;14:1). Hasilnya, banyak orang menjadi percaya (Kisah Para Rasul 2:41;4:4;5:14;6:1;8:12;10:48;11:24; 13:48; 14:1,21).

Pertanyaan tentang natur dari Injil telah lama diperdebatkan. Namun demikian, Perjanjian Baru (PB) sedikit sekali berbicara tentang tanggung jawab sosial di dunia. Galatia 6:10, menekankan tentang menolong saudara seiman; orang percaya juga harus "berlaku baik pada semua orang." Dalam mempelajari berita Paulus di Kisah Para Rasul, penekanannya adalah pada percaya pada Yesus sebagai Kristus (Kisah Para Rasul 16:31). Jadi, Paulus melukiskan esensi Injil  di 1 Korintus 15:1-4, sebagai percaya pada kematian dan kebangkitan Kristus.

DAFTAR PUSTAKA:

PAUL ENNS, THE MOODY HANDBOOK OF THEOLOGY.....Doktrin Gereja...Literatur SAAT 2016.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x