Mohon tunggu...
Prof. Dr. Apollo (Daito)
Prof. Dr. Apollo (Daito) Mohon Tunggu... Wadian

Guru Besar Tetap Pascasarjana Universitas Mercu Buana; Guru Besar Tidak Tetap FEB Universitas Trisakti; Guru Besar Tidak Tetap Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie; Guru Besar Tidak Tetap Program Doktoral Ilmu Ekonomi Universitas Pancasila; Waktu Lahir Pernah Meninggal Dunia Selama 6 Jam, kemudian Hidup Kembali saat akan dimakamkan, Sejak lahir diberikan bakat metafisik dan indera keenam atau [Indigo]

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Episteme Persepsi

21 Agustus 2018   01:41 Diperbarui: 21 Agustus 2018   02:52 0 1 1 Mohon Tunggu...
Episteme Persepsi
dalil-persepsi-prof-apollo-2012-5b7b1bf56ddcae4b5a66e4a8.png

Ada tiga  pertanyaan episteme pemikiran Kant: (a)  What can I know;  atau apa yang dapat saya ketahui, (b)  What should I do: atau apa yang dapat saya kerjakan, (3)  What may I hope: atau apa yang saya harapkan. Maka untuk memahami episteme persepsi, umumnya memakai lima alat persepsi untuk mengetahui objek: (mata), (telinga), (hidung), (lidah), (kulit).

Saya  sudah melakukan penelitian pada tahun 2012/2013, untuk menguji dan memvalidasi skeptisisme auditor, dalam bidang ilmu auditing. Pada bagian kajian pustaka maka dibahas road map pemikiran persepsi disajikan dalam bentuk ringkasan pemikiran untuk menciptakan novelty (STOA) dalam bentuk dalil baru.

Beberapa istilah yang dipakai dapat dijabarkan pada gambar di bagian tulisan ini, dengan beberapa istiah penting sebagai berikut:

Pertama (1) pemikiran paling awal yang dapat menjelaskan persepsi adalah Protagoras  (490-420 SM) menyatakan "Manusia Ukuran Segala Sesuatu".  Manusia yang dimaksudkan adalah Individu yang melakukan aktivitas pemahaman melalui persepsi.

Ke (2) pemikiran Aristotle (384-322 SM), menjelaskan cara memahami (melakukan persepsi)  dengan membuat  1 substansi dengan 9 kategori.

Ke (3) pemikiran David Hume (1711-1776): menjelaskan  persepsi adalah kesan-kesan (impressions),  dan Ide-ide (ideas).  Yang kita ketahui hanyalah persepsi, bukanlah objek. Substansi hanyalah kumpulan persepsi belaka. Substansi adalah fiksi, dan khayalan manusia. Manusia tidak mungkin paham bagimana kaitan antara persepsi dan obyek-obyek diluar diri kita. Pemikiran Hume dikenal dengan nama "A Bundle of Perception".

Ke (4) pemikiran George Berkeley (1685-1753),  Esse est Percipi;  "Ada" ditangkap oleh persepsi. Pengetahuan melalui pengalaman ada pada subjek, dan juga dipahami dengan objek. Dunia adalah idea-idea kita, sebagai bentuk kesan atau persepsi diri sendiri, atau persepsi yang diamati oleh subyek.

Ke (5) pemikiran John Locke (1632-1704)  menjelaskan Persepsi dari Idea-Idea  Simpleks ke Idea-Idea Kompleks Pengalaman dibentuk melalui lahiriah atau sensation atau pengalaman indrawi yang berhubungan dengan objek material ditangkap oleh pancaindra, dan pengalaman batiniah (internal sense), dengan mengingat, menghendaki, dan menyakini. Pengalaman dibentu atau diperoleh melalui sensasi, abstraksi, dan repleksi. Idea-Idea Kompleks ada tiga unsur: modus, relasi, dan substansi.

Ke (6) pemikiran Rene Descartes (1596-1650): menjelaskan Persepsi Yang Jelas dan Terpilah-pilah (Clara Et Distincta Idea). Memenuhi disebut Persepsi Yang Jelas dan Terpilah-pilah, apabila (1), tidak pernah menerima sebagai benar jika tidak memiliki pengetahuan sangat jelas mengenai kebenarannya (2): selalu melakukan pencacahan sedemikian lengkap, dan pemeriksaan ulang; sedemikian komprehensif, sehingga dipastikan sama sekali tidak ada  terabaikan, (3) mengarahkan pikiran dengan cara tertib dan teratur, dari mudah sampai persoalan kompleks. (4) melakukan dan membagi setiap kesulitan yang saya uji ke dalam sebanyak kemungkinan-kemungkian.

Ke (7) pemikiran Immanuel Kant (1724-1804), cara memahami melalui persepsi sintesis aposteriori: diperoleh/diturunkan melalui pengalaman indrawi; sintesis apriori: mendahului pengalaman indrawi; putusan analitis.

Ke (8) pemikiran Immanuel Kant (1724-1804), penampakan, yang diberikan kepada saya dikonstuksikan dengan 12  Kategori  Transendental Pada Ruang, dan Waktu. Kategori: konsep-konsep apriori yang terdapat dalam diri subjek, yang memungkinkan subjek memikirkan representasi objek yang terberi kepadanya. Kategori adalah bentuk pengetahuan, sementara data-data yang indrawi yang terberi menjadi materi pengetahuan. Persepsi (Wahrnehmung): kesan-kesan indrawi yang ditangkap oleh subjek penahu dan diproses oleh kategori-kategori transendental. Persepsi adalah intuisi yang telah disadari.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2