Mohon tunggu...
Bakaruddin Is
Bakaruddin Is Mohon Tunggu...

Saya pensiunan PNS di Departemen Pertanian, pendidikan terakhir Faculty of Agriculture and Forestry, Univesity of Melbourne, Australia. Saat ini giat dalam kegiatan Dakwah dan Tabligh serta menjalankan bisnis Air Oxy http://www.my-oxy.com/?id=rudinis dan kalung/ gelang biomagnet http://www.biomagwolrd.com 0815 910 5151

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Sehat Ginjalku Sehat Tubuhku

12 Maret 2010   14:21 Diperbarui: 26 Juni 2015   17:28 0 0 27 Mohon Tunggu...

Dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia (World Kidnay Day), yang jatuh tanggal 11 Maret, walaupun bukan dokter atau paramedis, saya mencoba menyuguhkan artikel tentang Kesehatan Ginjal. Perinagtan Hari Ginjal Sedunia telah dilaksanakan sejak tahun 2006 dengan thema yang berbeda. Thema Peringatan tahun ini adalah , "Protect Your Kidneys: Control Diabetes, atau “Lindungi Ginjal Anda melalui Pengendalian Diabetes”. Peringatan Hari Ginjal Sedunia pernah dilakukan di Indonesia tahun 2007, tapi penulis tidak mendapatkan informasi acara serupa dilaksankan tahun ini (Mungkin Pemerintah terlalu terfokus pada skandal Bank Century).

Ginjal adalah organ tubuh yang sangat vital, yang berfungsi sebagai alat filtrasi, mengeluarkan kelebihan garam, air, asam, membuang atau mengatur elektrolit seperti K, Ca, Mg, PO4, dan sisa metabolisme tubuh. Ginjal juga bertugas melakukan sekresi untuk menghasilkan EPO yang berfungsi mengatur Haemoglobin darah (HB), aktivasi vitamin D untuk kesehatan tulang, serta mensekresi renin untuk mengatur tekanan darah. Kerusakan pada jaringan ginjal disebabkan oleh racun-racun yang masuk melalui mulut, .



Gagal Ginjal

Dalam blognya, dr. Erik mengutarakan bahwa gagal ginjal atau cuci darah dimulai dari penyakit atau keadaan yang kelihatannya sepele, seperti kencing manis, hipertensi, dan kurang minum. Juga akibat sering menahan kencing dan kurang gerak. Namun umumnya mereka yang mengalami keadaan di atas (terutama penyakit kencing manis dan hipertensi) tidak terlalu peduli dengan kesehatan ginjalnya, tahu-tahu divonis harus melakukan cuci darah.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Ahli Penyakit Ginjal dan Hipertensi, Dr Suhardjono, pasien bisa tidak perlu cuci darah jika pengobatannya sejak dini sekali. Itu pun bentuknya penundaan karena ginjal yang rusak akan tetap kesulitan terbebani kerja sistem tubuh sehingga makin lama akan makin menurun. (sumber: Jurnal Nasional. IKCC)

Penyebab Gagal Ginjal

Selain asupan dari luar, faktor lain yang menjadi penyebab resiko munculnya penyakit ginjal adalah tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, penyakit jantung pembuluh darah, dan faktor keturunan. Faktor lainnya adalah usia diatas 50 tahun, sakit Lupus atau penyakit autoimun lainnya, obesitas/kegemukan, infeksi saluran kemih, batu ginjal dan maupun badan berat rendah saat lahir. Meskipun jarang terjadi, beberapa orang mengalami yang disebut gagal ginjal kronik ada yang disebabkan oleh kelainan yang diturunkan. Penyakit keturunan seperti penyakit ginjal polikistik dapat menyebabkan gagal ginjal kronik.

Tanda-tanda Gagal Ginjal



Tanda dan gejala penyakit gagal ginjal akut antara lain : bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat, kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. kelainan urin: protein, darah / eritrosit, sel darah putih / lekosit, Tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal kronik antara lain : lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan menurun, sering mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemia. kelainan urin: protein, eritrosit, lekosit. Tanda-tanda hasil pemeriksaan laboratorium lainn adalah: creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.


Penderita Ginjal di Indonesia



Berdasarkan informasi dari Yayasan Federasi Ginjal Internasional atau International Federation of Kidnay Foundations (IFKF), lebih dari 5 persen dari orang dewasa mengalami gangguan ginjal. Berdasarkan data yang diperoleh YAGINA (Yayasan Ginjal Nasional), 6,7 persen dari penduduk Indonesia sudah mengalami gangguan fungsi ginjal dengan tingkatan sedang sampai berat, dengan trend yang meningkat sesuai dengan kemajuan sebuah negara yang merubah pola konsumsi masyarakatnya.

Ketua YAGINA, Chaerul Tanjung dalam Peringatan Hari Ginjal tahun 2007, di Indonesia sekarang ini terdapat 70 ribu penderita gagal ginjal yang perlu mendapat perawatan berupa dialisis rutin maupun cangkok ginjal. Namun karena terbatasnya fasilitas dan mahalnya proses, hanya sekitar 10 ribu penderita yang dapat ditolong, sisanya meninggal dunia.

Gagal Ginjal karena Kencing Manis







W HO telah mengeluarkan peringatan bahwa akan terjadi ledakan pasien Diabetes Melitus (Kencing Manis) di Abad 21. Peningkatan tertinggi akan terjadi di kawasan ASEAN. Menurut data Kementerian Kesehatan prevalensi diabetes tercatat 12,7 persen dari seluruh penduduk dan meningkat 2-3 kali dibanding negara maju.



Dr Bambang Djarwoto, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi FK UGM
RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, menyatakan Kencing manis adalah “ibu”-nya penyakit. Kalau “ibu” datang, maka “anak, adik, kakak, bapak, mak, nenek, kakek akan datang! Jumlah penderita Diabetes Melitus terus meingkat dari tahun ke tahun (Maksudnya bila anda menderita diabetes, maka dapat mengundang penyakit lain-penulis)



Kendalikan Gula Darah
Kadar gula darah yang terkontrol hari ini, bermanfaat untuk mencegah komplikasi dalam lima tahun mendatang. Komplikasi akan berlangsung menahun baik mengenai pembuluh darah kecil (mikro angiopati) maupun mengenai pembuluh darah besar (makro angiopati).



Pada kenyataannya pasien Kencing Manis yang terdiagnosis hari ini, ternyata proses Kencing Manisnya telah berlangsung sejak 5 tahun yang lalu. Akibatnya telah terjadi kerusakan organ tubuh yang luas seperti ginjal, saraf, mata, jantung dan pembuluh darah. Hal ini terjadi akibat ketidak-tahuan pasien tentang penyakitnya dan belum disadari pentingnya check-up kesehatan khususnya pada kelompok-kelompok resiko tinggi Kencing Manis sehingga terjadi  keterlambatan penanganannya.



Komplikasi menahun yang paling tidak enak adalah gangguan syaraf ditandai dengan rasa baal, nyeri, kesemutan terutama di daerah kaki yang dapat terjadi 24 jam dan 7 hari seminggu. Komplikasi yang membutuhkan biaya sangat besar adalah komplikasi yang menyerang ginjal (nefropati diabetik) karena bersifat menahun, progresif dan tidak dapat dikembalikan lagi ke kondisi semula. Kondisi buruk ini menuju terjadinya gagal ginjal terminal yang memerlukan cuci darah 2-3 kali seminggu seumur hidup.


Penderita Kencing Manis, agar tidak timbul komplikasi gagal ginjal yang memerlukan cuci darah, harus melakukan ini: Perencanaan makan yang benar (untuk mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol), Latihan jasmani 3-5 x seminggu, Penyuluhan kesehatan (tidak merokok), Obat berkhasiat menurunkan kadar gula darah dan mengendalikan tekanan darah hingga mencapai 120/75 mmHg.





(sumber: http://www.kr.co.id

Penyakit kencing manis dapat mengakibatkan kebutaan, Salah seoarng di antaranya adalah Mus Mulyadi, penyanyi Fafourite Group yang terkenal tahun 1970 an. (Kebetulan penulis mengetik naskah ini sambil nonton acara "Satu Jam Bersama Mus Mulyadi" di TVOne  Suami dari Helen Sparinga itu hampir bunuh diri karena sangat frustrasi karena buta yang dialaminya)

Disfungsi Seksual pada Pasien PGK



Dr. Widodo Sutandar, SpPD-KGH dari RS Peluit dalam sebuah seminar, menyatakan bahwa penyakit ginjal kronik (PGK) dapat mempengaruhi berbagai segi kehidupan. Salah satu di antanya (yang sangat ditakuti pria) adalah kehidupan seksual si penderita. Penyakit ini dapat mengganggu atau menurunkan gairah seksual dan kemampuan melakukannya akibat adanya perubahan hormonal, sirkulasi, fungsi saraf dan kadar energi.

Dikatakan oleh Dr. Widodo bahwa pada pasien PGK sangat umum terjadi disfungsi ereksi pada pasien pria dan lebih dari 50% pasien PGK pria dan wanita mengalami penurunan libido dan frekuensi hubungan seksual yang disebabkan oleh banyak faktor.



Terjadinya disfungsi seksual pada pria, ditandai dengan:
• Terganggunya pembentukan sperma dan kerusakan testis seringkali mengakibatkan kemandulan
• Gangguan pusat kelenjar hormon di bawah otak
• Faktor psikologis yang berhubungan dengan penyakit kronis, depresi
• Defisiensi zat besi
• Anemia
• Hiperparatiroid sekunder
• Mengganggu aliran pada pembuluh darah arteri dan vena pada penis
• Kerusakan saraf otonom


Sedangkan terjadinya disfungsi seksual pada wanita, ditandai dengan:
• Gangguan menstruasi dan kesuburan
• Penurunan libido (seksual)
• Penurunan kemampuan mencapai orgasme
• Disparunia, vaginal atrophy & dryness
• Vaginismus
• Faktor psikologis
• Anemia

Dalam seminar yang sama, Dr. Herry menegaskan bahwa guna mengatasi masalah ini, maka penderita diabetes harus melakukan antara lain:

-Menjalani program diet sehat

-Membatasi jumlah asupan cairan



-Mengonsumsi obat (sesuai anjuran dokter)

-Melakukan program olahraga atau relaksasi tertentu untuk membantu memperkuat otot

-Menjaga berat badan tetap seimbang

-Menghentikan kebiasaan merokok dapat dijadikan sebagai trik sehat agar memiliki kehidupan seksual yang lebih berkualitas.

Penderita Ginjal Takboleh Minum Sembarangan

Memang benar jika ingin sehat harus minum air sehari sekitar dua liter. Tapi, hal ini tidak berlaku bagi orang yang sudah terkena sakit ginjal. Penderita penyakit ginjal dilarang minum air sembarangan. Masalahnya, bila ginjal terganggu maka kerjanya tidak normal sehingga tidak semua air yang diminum itu bisa terserap ginjal ," kata Nunuk Mardiana, staf divisi ginjal hipertensi RSU Dr Soetomo. Penderita sakit ginjal harus minum air sesuai dengan kemampuan ginjal menyerap air tersebut.



Kalau ginjal hanya mampu memproduksi kencing satu liter air, maka sebanyak itulah yang diminum. Harus sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter. Sebab kalau berlebih dan tidak terserap malah membuat ginjal bengkak.(Zaki Jubaidi/Koran SI/teb)

Minum Jamu Dapat Sebabkan Sakit Ginjal

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2