El Mikha Naibaho
El Mikha Naibaho Pelajar

Penulis Novel 'Untuk Gie'

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Pilihan

Dari Iwan Fals, Slank hingga Marjinal

9 Maret 2018   13:31 Diperbarui: 9 Maret 2018   13:35 770 0 0
Dari Iwan Fals, Slank hingga Marjinal
sumber: jogja.tribunnews.com

Ketika membaca kalimat 'Hari Musik Nasional' di beberapa media hari ini, pikiran saya melayang pada sosok Iwan Fals. Sosok yang banyak memberi inspirasi dalam perjalanan hidupku. Lalu saya mencoba mengingat-ingat musisi dalam negeri yang lain, yang lagu-lagunya pernah -- dan masih sering membangkitkan semangat.

Saya mencoba menuliskannya, dan berharap pembaca juga dapat semangat setelah membaca tulisan ini.

Iwan Fals -- Bongkar

Awalnya saya suka lagu ini karena terdengar garang. Penyanyinya pasti gagah, pikirku kala itu. Maklumlah, saat itu belum ada YouTube dan ponsel Android. Tetapi seiring beranjak dewasa, saya menemukan banyak makna dalam lagu ini. Salah satunya dalam penggalan lirik : orangtua pandanglah kami sebagai manusia, kami bertanya harap kau jawab dengan cinta.

Saya mengartikan lirik itu sebagai jeritan 'rakyat' kepada 'pemerintahnya'. Maklumlah -- katanya, pada masa itu tak bisa bebas bicara dan bertanya.

Selain lagu 'Bongkar', semangat saya juga dapat dibangkitkan hanya mendengarkan lagu yang berjudul Ibu, Belum Ada Judul, Surat Buat Wakil Rakyat, Bento, Kemesraan, dan Ujung Aspal Pondok Gede.

Belum semua memang judul lagu yang kusukai kusebutkan. Tetapi itu adalah urutan teratas yang paling kusukai.

Slank -- Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Bisa dibilang, lagu ini yang dulu menginspirasi saya menjadi seorang pendiam. Masih jelas dalam ingatan, saat itu saya berpikir, "benar juga ini, semakin banyak bicara, semakin banyak celah untuk menyerang kita, dan semakin tak sempat kita belajar dan berkarya.

Dan bila diminta menuliskan lagu-lagu Slank yang membangkitkan semangat, dua teratas lainnya adalah Terlalu Manis dan Mars Slanker.

Nugie -- lentera Jiwa

Saya mengenal nama Nugie lewat lagu 'Burung Gereja', tetapi lagunya yang benar-benar menginspirasi saya adalah Lentera Jiwa. Saking menginspirasi, kelak saya berkeinginan membuat judul buku saya 'Lentera Jiwa'. Tetapi itu kalau ada penerbit yang mau menerbitkan :)

Superman Is Dead -- All Angel Cry

"Can you tell me why, the world is so ugly" begitulah lirik pembuka lagu ini. Meski beraliran Punk, banyak lirik SID yang malah menunjukkan kelembutan. Tapi jangan salah dulu. Bukan kelembutan berarti cengeng. Namun, kelembutan yang berarti dekat dengan rasa kemanusiaan. Dua lagu SID selanjutnya di urutan teratas favoritku, yakni : Lady Rose dan Sunset di Tanah Anarki -- sumpah, saya selalu membayangkan bisa menyanyikan lagu ini dengan perempuan yang paling kukasihi.

Marjinal -- Luka Kita

Marsinah adalah lagu yang membawa saya mengenal kelompok musik ini. Keras, nakal, dan jujur, begitulah saya mendeskripsikan lirik-lirik lagu dari Marjinal. Tetapi dalam lagu 'Luka Kita' kita bisa mendapati makna solidaritas yang tinggi. Dari Marjinal, kita tahu bahwa anak punk sesungguhnya tak seperti yang dianggap kebanyakan masyarakat. Marjinal menunjukkan manusia bisa hidup bebas tanpa mengganggu kebebasan orang lain.